Email phishing Bitcoin wallet yang menyamar sebagai penarikan produk Passport mendesak telah mencapai pelanggan Foundation melalui domain resmi perusahaan. Produsen wallet ini menyalahkan kunci API Cloudflare yang diretas, namun penerima mengatakan pesan tersebut juga mengungkap alamat rumah mereka.
Foundation membuat Passport, yaitu hardware wallet khusus Bitcoin. Akan tetapi, penjelasan mereka hanya membahas bagaimana email-email tersebut terkirim, bukan bagaimana pelaku bisa tahu siapa saja pemilik perangkat tersebut.
Bagaimana Penarikan Produk Palsu Bisa Sampai ke Pelanggan Asli?
Email-email itu masuk pada hari Minggu di bawah judul penarikan produk mendesak. Email tersebut mengklaim bahwa seorang pemasok telah memodifikasi modul layar dan para pelaku sedang menguras dana dari perangkat yang terdampak.
Pesan dalam email itu mendesak penerima supaya tidak menunggu pengganti. Sebaliknya, sebuah tautan justru mengarahkan ke foundation.support, situs palsu yang meniru Envoy, aplikasi wallet pendamping milik Foundation.
Halaman itu menampilkan wallet kosong dengan tombol deposit, seolah-olah ingin mengelabui korban agar mengirimkan Bitcoin.
Disponsori

Disponsori
Modus phishing Bitcoin wallet ini memanfaatkan rasa takut yang nyata. Laporan tentang hardware wallet yang telah dirusak ramai sepanjang 2026, sehingga peringatan soal rantai pasok terlihat masuk akal.
Pihak Foundation merespons dengan cepat pada hari Senin di X. Menurut perusahaan tersebut, pelaku menyalahgunakan satu atau beberapa kunci API Cloudflare yang sudah diretas, dan kini mereka telah mencabut semua kunci tersebut.
Tim juga mengatakan telah menurunkan domain berbahaya tersebut. Selain itu, Foundation menegaskan dana di Passport tetap aman dan perangkat kerasnya tidak mengalami kompromi.
Phishing Bitcoin Wallet Sisakan Pertanyaan Soal Data Pelanggan
Meski begitu, beberapa pengguna membalas bahwa kunci API yang dicuri tidak dapat menjelaskan bagaimana pelaku mengetahui nama, nomor telepon, dan alamat pengiriman mereka.
Salah satu pengguna menerima email tersebut dari jobs@foundation.xyz, domain resmi Foundation. Ia mengatakan email itu memuat nama lengkap dan alamat yang terkait dengan wallet yang dibelinya dua tahun lalu.
Pada 2022 lalu, Foundation menyampaikan bahwa mereka mengelola sendiri chat dukungan dan alat marketing email untuk mengurangi risiko dari pihak ketiga.
Pada thread yang sama, perusahaan tersebut menambahkan bahwa mereka menghapus data pelanggan setelah 60 hari sejak pesanan dikirim.
Pengguna lain menuturkan ada dua versi email beredar. Pelanggan memperoleh pesan dengan detail pesanan lengkap, sedangkan pelamar kerja sebelumnya hanya mendapati nama mereka saja.
Untuk saat ini, Foundation belum mengonfirmasi apakah basis data pelanggannya telah dibobol. Perusahaan mengatakan akan merilis laporan lengkap secepat mungkin.
Data pengiriman yang bocor biasanya masih digunakan meski penipuan pertama sudah usai. Contohnya, pelanggan Ledger menerima surat fisik palsu setelah terjadi kebocoran data pelanggan sebelumnya.
Alhasil, insiden phishing Bitcoin wallet ini membuat ancaman berpindah dari email ke pintu rumah secara langsung. Sementara itu, CertiK memproyeksi serangan crypto wrench bisa mencapai rekor tertinggi pada 2026.

