Benjamin Cowen, founder Into The Cryptoverse, secara terbuka mengakui prediksi bearish Bitcoin miliknya gagal pada hari Senin, karena aset kripto ini menembus tegas di atas US$85.000 dan membuat short seller terjepit.
Perubahan arah ini menjadi titik balik bagi salah satu suara bearish paling berpengaruh di pasar pada siklus kali ini.
Pembalikan Publik yang Berakar pada Analisis Siklus
Analisis siklus adalah metode prediksi yang memproyeksikan pergerakan Bitcoin berdasarkan pola yang diamati dari periode pasar empat tahun sebelumnya. Cowen selama berbulan-bulan mengandalkan kerangka tersebut, ia berpendapat bahwa sejarah tetap menunjukkan harga akan turun lebih dalam sebelum terjadi pemulihan yang kuat.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung.
I was wrong
Not going to make excuses
I deserve to be dunked on
— Benjamin Cowen (@benjamincowen) September 21, 2026
Disponsori

Disponsori
Pada 8 September, ia memperkirakan peluang sebesar 65% bahwa siklus terendah Bitcoin masih ada di depan, dan hanya memberi peluang 35% bahwa titik terendah sudah tercapai. Ia berulang kali menandai harga realisasi di kisaran US$53.000 sebagai level yang sebelumnya diuji atau bahkan turun lebih rendah pada bear market-bear market lalu.
Memo yang ia rilis pada Juli menitikberatkan kemungkinan terbawah berada di kuartal keempat, paling mungkin di bulan Oktober, menggemakan pola tahun-tahun menengah pada 2014, 2018, dan 2022. Beberapa skenario mempertimbangkan potensi penurunan ke US$44.000.
Bahkan ketika Bitcoin berhasil naik ke kisaran pertengahan US$70.000, Cowen tetap beranggapan terlalu dini untuk menyatakan bear market sudah selesai. Ia menyoroti adanya koreksi historis setelah golden cross dan mengingatkan puncak yang lebih rendah seperti di tahun 2014 dan 2015 masih sangat mungkin.
Pada update tanggal 20 September, ia mengakui bahwa reli Bitcoin kali ini berlangsung lebih lama dari yang ia perkirakan. Kenaikan yield, harga energi, dan penguatan dolar justru tidak menghasilkan tekanan yang ia prediksi.
Apa Arti Bitcoin di Atas US$85.000?
Pasar memberi jawaban dengan sangat cepat dan jelas. Kenaikan Bitcoin melewati US$85.000 membuat lebih dari US$831 juta posisi short terlikuidasi dalam 24 jam. Untuk posisi long yang terlikuidasi tercatat sekitar US$130 juta di periode waktu yang sama, menurut data CoinGlass.
Ketimpangan ini menunjukkan betapa banyak trader yang sebelumnya memasang posisi untuk penurunan yang lebih dalam, namun kenyataannya tidak terjadi. Mereka yang mengikuti roadmap bearish tersebut harus membayar konsekuensi besar secara langsung.

Cowen menanggapi dengan sangat jujur, ia mengakui dirinya salah, tidak memberi alasan apa-apa, dan menganggap dirinya pantas mendapat kritik. Analis Michaël van de Poppe menyebut Cowen sebagai salah satu bear yang selalu jujur, ia juga menambahkan bahwa semua orang pada akhirnya pasti pernah salah. Michael Saylor memberikan reaksi dengan dua kata saja: welcome ₿ack..
Kisah ini memberi pelajaran berharga untuk investor aset kripto. Model siklus hanyalah alat bantu probabilitas, bukan jaminan mutlak, dan pasar bisa saja membantah pola sejarah yang selama ini didukung data kuat sekalipun.
Dengan Bitcoin tetap bertahan di atas US$85.000, kini perhatian tertuju pada apakah breakout ini akan berkembang menjadi fase bull yang benar-benar kuat. Risiko tahun tengah periode masih bisa saja muncul kembali, tapi pergerakan harga sudah menepis prediksi akan penurunan lebih dalam di kuartal keempat.
Berlangganan ke YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis membagikan insight ahli.

