USD/JPY tetap berada di bawah tekanan karena yen Jepang menguat menjelang keputusan kebijakan Bank of Japan berikutnya yang bisa menjadi sangat penting. Pasangan mata uang ini telah turun menuju area 155 setelah menembus level teknikal kunci, sementara ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut di Jepang meningkatkan permintaan terhadap yen.
Prediksi terbaru USD/JPY kini makin berfokus pada apakah pasangan ini bisa mempertahankan wilayah support 152 sampai 155 atau justru lanjut turun menuju 149. Tekanan jual yang sudah berlebihan membuka peluang rebound jangka pendek, namun gambaran lebih luas menjadi rumit karena Bank of Japan bergerak ke kebijakan yang lebih ketat dan trader juga menilai arah suku bunga Amerika Serikat ke depan.
Bank of Japan Perketat Kebijakan, Yen Menguat
Kebijakan moneter tetap menjadi pendorong utama pergerakan USD/JPY belakangan ini. Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, melanjutkan siklus pengetatan yang secara bertahap mengurangi perbedaan suku bunga ekstrem antara Jepang dan negara besar lainnya.
Disponsori
Disponsori
Analis Danske Bank memprediksi kenaikan suku bunga ini akan disertai pendekatan yang lebih fleksibel terhadap pengetatan selanjutnya. Kenaikan suku bunga ini sudah banyak diantisipasi pasar, karena itu panduan dari Gubernur Kazuo Ueda mungkin lebih penting dibanding keputusan suku bunga itu sendiri. Jika Bank of Japan memberi sinyal siap menaikkan suku bunga lebih cepat, hal ini bisa memberikan dukungan tambahan untuk yen.
Di sisi lain, The Fed justru bergerak ke arah sebaliknya. Dot plot terbaru The Fed menunjukkan 16 dari 18 pembuat kebijakan memperkirakan setidaknya ada satu kenaikan suku bunga lagi di Amerika Serikat tahun ini. Kenaikan suku bunga AS biasanya akan menopang USD/JPY, karena tetap menjaga imbal hasil aset berbasis dolar di atas yen, sehingga pasangan ini terjebak di antara dua kebijakan moneter yang makin hawkish dari kedua negara.
Inflasi juga membuat situasi makin rumit. Harga Brent crude naik lagi di atas US$100 per barel, sementara indeks harga pangan global FAO PBB dilaporkan meningkat ke level tertinggi sejak akhir 2022 per Agustus. Harga energi dan pangan yang tinggi bisa terus menjaga risiko inflasi baik di Jepang maupun AS, menambah ketidakpastian terkait seberapa agresif The Fed dan Bank of Japan akan mengetatkan kebijakannya ke depan.
Prediksi USD/JPY: Level 152 Jadi Support Penting
Dari sudut pandang teknikal, USD/JPY memperlihatkan struktur jangka pendek yang bearish. Pasangan ini sudah bergerak di bawah exponential moving average 20 hari di sekitar 156,45, dan level ini kini menjadi resistance pertama untuk potensi rebound.

Performa Harga USD/JPY | Sumber: TradingView
Pada grafik yang lebih besar, terlihat ujian yang lebih penting. Setelah breakdown di bawah tren naik April 2025 hingga Juli 2026, USD/JPY turun menembus Fibonacci retracement 38,2% di sekitar 154,80. Area penting berikutnya ada di sekitar 152, dekat Fibonacci retracement 50% serta batas bawah channel paralel sebelumnya.
Indikator momentum menunjukkan tekanan jual yang mulai melemah. RSI harian baru-baru ini mendekati area oversold yang terakhir terjadi pada 2024, bahkan sebuah bullish divergence mulai terbentuk. Meski ini belum mengonfirmasi bottom, peluang rebound semakin terbuka jika harga terus turun dan akhirnya menarik minat beli yang lebih kuat.
Disponsori
Disponsori
Jika level 152 berhasil ditembus dengan kuat, target penurunan besar berikutnya ada di sekitar 149. Area ini bertepatan dengan bagian bawah channel yang telah membingkai USD/JPY sejak 2023 dan bisa menjadi arena teknikal penting jika penguatan yen terus berlanjut.
Sebaliknya, untuk upside, level 154,80 jadi target pertama yang harus ditembus bull sebelum berhadapan dengan exponential moving average 20 hari di kisaran 156,45. Jika penguatan berlanjut di atas level-level ini, zona 158,40 hingga 161 bisa kembali terbuka.
Intervensi Menambah Variabel Baru dalam USD/JPY
Intervensi mata uang juga menjadi faktor penting yang memicu volatilitas yen baru-baru ini. Otoritas Jepang sebelumnya sudah pernah turun tangan di pasar valuta asing saat yen tertekan parah, dan aksi bersama dengan otoritas AS juga menambah ketidakpastian bagi trader yang pegang posisi short-yen besar.
Efektivitas intervensi dalam jangka panjang masih belum jelas. Aksi sebelumnya sempat membuat yen reli tajam sebelum akhirnya USD/JPY pulih lagi, yang menunjukkan bahwa pembelian mata uang secara langsung memang bisa memengaruhi posisi jangka pendek namun belum tentu bisa mengalahkan dasar fundamental kebijakan moneter.
Kali ini, latar belakang suku bunga berubah di saat risiko intervensi juga meningkat. Pengetatan berkelanjutan dari Bank of Japan secara bertahap akan memperkecil selisih suku bunga yang selama ini jadi landasan carry trade dengan dana yen, sehingga intervensi bisa jadi makin efektif jika tekanan spekulatif pada mata uang menjadi berlebihan.
Minyak juga menjadi risiko tambahan bagi Jepang karena negara ini masih sangat bergantung pada impor energi. Jika harga minyak mentah terus tinggi, inflasi domestik bisa bertambah sementara ongkos impor juga naik, sehingga Bank of Japan menghadapi situasi sulit antara menjaga inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Oversold RSI Ciptakan Peluang USD/JPY Rebound
Meski tren jangka pendek masih bearish, momentum teknikal semakin berperan penting dalam prediksi USD/JPY. RSI kini sudah masuk atau mendekati area oversold menurut beberapa analisis terkini, menandakan tekanan jual jangka pendek telah mulai diserap pasar.
Pasangan ini juga telah melemah cukup tajam dari level tertinggi sebelumnya, sehingga area 152 hingga 155 menjadi sangat penting. Jika buyer berhasil mempertahankan wilayah ini dan USD/JPY kembali menembus 154,80 dan 156,45, penurunan saat ini mungkin hanya jadi bagian dari koreksi dalam struktur jangka panjang, bukan awal breakdown yang berkelanjutan.
Namun, konfirmasi rebound masih butuh pemulihan yang lebih kuat. Zona 158,40 sampai 161 menjadi resistance besar yang harus ditembus jika ingin kembali ke level tertinggi sebelumnya.
Skenario bearish tetap sederhana. Jika USD/JPY menembus 152 secara konsisten, struktur jangka panjang akan makin lemah dan menjadi jalan turun ke 149. Gagal bertahan di level ini akan menjadi kemunduran teknikal yang jauh lebih serius untuk pasangan ini.
Prediksi Harga USD/JPY Versi CoinCodex
Berdasarkan prediksi harga USD/JPY CoinCodex, kurs dolar-yen diproyeksikan akan sempat stabil sebelum kemudian mengalami pelemahan lebih lanjut hingga akhir 2026 dan sebagian besar 2027.

Prediksi Harga USD/JPY
Prediksi tetap cukup stabil sepanjang September 2026, dengan rata-rata proyeksi nilai tukar sekitar ¥158 dan perkiraan tertinggi mendekati ¥159,34. Oktober membawa volatilitas yang jauh lebih besar, dengan proyeksi mulai sekitar ¥150 hingga ¥159 sementara rata-rata bulanan tetap di sekitar ¥155.
Model ini menjadi lebih bearish menjelang akhir tahun. Rata-rata proyeksi untuk November turun menjadi sekitar ¥151,57, lalu ¥148,70 pada Desember. Proyeksi terendah untuk Desember mencapai ¥146,41, yang berarti USD/JPY jauh di bawah area support 152 yang saat ini menjadi perhatian teknikal.
Arah penurunan ini berlanjut sampai tahun 2027. CoinCodex memproyeksi rata-rata sekitar ¥149,32 pada Januari sebelum USD/JPY bergerak ke kisaran tengah ¥140 pada Februari. Periode Maret hingga Mei menunjukkan pelemahan lanjutan, dengan rata-rata proyeksi turun ke sekitar ¥143 dan titik terendah bulanan mendekati ¥141.
Diproyeksikan ada pemulihan ringan pada Juni dan Juli, saat rata-rata nilai tukar kembali ke kisaran ¥145 hingga ¥147. Meskipun begitu, rebound ini tidak diharapkan berlanjut menjadi pembalikan tren yang kuat. Proyeksi kembali melemah di Agustus sebelum September 2027 mencatat rata-rata terendah dalam proyeksi ini yaitu sekitar ¥139,86, dengan potensi terendah sekitar ¥138.
Jadi, proyeksi CoinCodex menunjukkan yen bisa jauh lebih kuat dalam 12 bulan ke depan. Walau model ini membuka kemungkinan adanya rebound sementara pada USD/JPY, terutama pada akhir 2026 dan pertengahan 2027, arah utamanya tetap turun, dengan pasangan USD/JPY kemungkinan bergerak dari kisaran tengah ¥150 menuju kisaran bawah ¥140 dan akhirnya menguji kisaran atas ¥130.

