Co-founder Gemini, Cameron Winklevoss, menyatakan era trading AI sudah selesai pada hari Selasa, dan mengajak investor untuk beralih ke Bitcoin (BTC) dan Zcash (ZEC).
Pernyataan ini muncul di hari ketika indeks Kospi Korea Selatan ditutup turun 10,84%. CEO deVere Group, Nigel Green, menyalahkan pendanaan berputar antara Nvidia, OpenAI, dan Oracle. Sebenarnya, pemicu utama penurunan di hari Selasa lebih sempit, dan menunjuk pada Cina.
Apa yang Memicu Penjualan Trading AI di Hari Selasa
Kospi berakhir di level 6.023,66 setelah circuit breaker menghentikan perdagangan selama 20 menit. Saham Samsung Electronics turun 13,4%. Sementara itu, SK Hynix turun sebesar 14,7%.
Disponsori
Disponsori
Performa Indeks KOSPI | Sumber: Google Finance
Indeks Nikkei 225 di Jepang kehilangan sekitar 4%. Saham Tokyo Electron turun sebesar 10,96%, dan produsen memori Kioxia jatuh lebih dari 18%.
Ada dua katalis spesifik dari Cina yang mendorong kejadian ini. Changxin Memory Technologies, pembuat DRAM yang berbasis di Hefei dan dikenal sebagai CXMT, menutup debutnya di Shanghai STAR Market pada hari Senin dengan kenaikan sebesar 466%.
Hal ini membuat valuasi CXMT mendekati 3,3 triliun yuan. CXMT pun melampaui Industrial and Commercial Bank of China sebagai perusahaan paling bernilai yang tercatat di bursa utama daratan. Dalam prospektus-nya, mereka memperkirakan pangsa pasar global DRAM pada 2025 sebesar 7,67%, menempati urutan keempat setelah Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Di sisi lain, laporan menyebutkan bahwa sebuah perusahaan milik negara Cina telah mulai memproduksi mesin litografi immersion deep ultraviolet (DUV). Peralatan DUV ini merupakan alat penting yang memang sengaja dibatasi penjualannya lewat regulasi ekspor negara-negara Barat.
Kondisi ini membalik tren pemulihan yang bertahan hingga pertengahan Juli. Saham-saham chip yang sama sempat mengalami rebound dari aksi jual yang disebabkan oleh kekhawatiran valuasi memori.
Klaim Pendanaan Berputar Nigel Green, Diteliti Berdasarkan Data
Pernyataan Green berfokus pada siapa yang membayar siapa. Nvidia mendanai OpenAI. OpenAI membeli kapasitas cloud dari Oracle. Oracle kemudian menggunakan pendapatan itu untuk membeli chip Nvidia.
Disponsori
Disponsori
“Mata uang yang sama tercatat sebagai pendapatan tiga kali saat ia berputar-putar dalam siklus ini. Ini bukan permintaan riil. Ini hanyalah trik akuntansi yang dibalut cerita pertumbuhan,” papar CEO deVere Group, Nigel Green, dalam keterangannya.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Siklus ini memang nyata, tapi tiga dari angka pendukungnya tidak lolos verifikasi dari dokumen dan pernyataan resmi perusahaan.
| Klaim Green | Fakta di Lapangan |
|---|---|
| Nvidia bernilai US$4,5 triliun | Sekitar US$5 triliun. Saham turun 5% ke US$195,44 pada 27 Juli |
| Nvidia berkomitmen hingga US$100 miliar ke OpenAI | Surat pernyataan tidak mengikat, kemudian diubah menjadi kepemilikan saham US$30 miliar |
| Backlog Oracle “lebih dari US$500 miliar” | US$638 miliar dalam kewajiban kinerja yang tersisa, naik 363% secara tahunan |
Nvidia dan OpenAI mengumumkan kemitraan 10 gigawatt pada September 2025. CEO Jensen Huang kemudian mengungkap kepada Fortune hal itu “bukanlah sebuah komitmen.”
Koreksi yang terjadi berdampak dua arah. Backlog Oracle ternyata lebih besar daripada klaim Green, dan lebih dari separuhnya berasal dari satu pelanggan saja.
Kontrak OpenAI dengan Oracle bernilai lebih dari US$300 miliar selama lima tahun dan dimulai pada 2027. S&P telah memberi peringatan bahwa Oracle bisa saja memiliki sewa pusat data jangka panjang tanpa exit jika pelanggan utama ini menghadapi masalah.
OpenAI diperkirakan akan merugi sekitar US$14 miliar tahun ini dari pendapatan tahunan sekitar US$25 miliar. Namun, pendapatan ini naik dari US$21,4 miliar pada akhir 2025.
Bloomberg melaporkan Nvidia kini sedang mengupayakan lebih dari US$750 miliar dalam kesepakatan baru di bidang AI. Salah satunya akan menjadi penyokong hingga US$250 miliar kontrak sewa komputasi OpenAI di proyek pusat data di AS.
Di tengah situasi seperti ini, Cameron Winklevoss mengajak investor untuk beralih ke Bitcoin dan Zcash,
Posisi Winklevoss di Zcash bukanlah hal baru. Pada bulan April, ia pernah menegaskan bahwa investor yang optimis pada AI dan komputasi kuantum juga seharusnya optimis terhadap aset privasi seperti Zcash.
Dia juga turut membela Zcash setelah ada bug di pool Orchard pada bulan Juni lalu. Sejak itu, si kembar Winklevoss mendanai pengembangan protokol independen untuk Zcash.
Zcash masih bertahan naik sekitar 1.033% dalam setahun terakhir. Upgrade jaringan Ironwood milik Zcash resmi aktif pada hari Selasa.
Schiff Melihat Puncak, UBS Menilai Perdagangan AI Mulai Dewasa
Peter Schiff menganggap penurunan nilai ini sebagai konfirmasi. Ia menyoroti SpaceX yang kini sekitar 48% di bawah puncak US$225,64 dan diperdagangkan di bawah harga listing bulan Juni sebesar US$135.
Schiff menggambarkan saham dan obligasi SpaceX sebagai peringatan untuk saham dan aset kripto. Obligasi SpaceX 2056 kini menawarkan yield sekitar 7,6%, sehingga harganya mirip dengan obligasi sampah.
Ujian itu akan segera datang. SpaceX akan melaporkan hasil pertamanya sebagai perusahaan publik pada 4 Agustus, dan sekitar 911,5 juta saham milik orang dalam akan terbuka pada 6 Agustus.
UBS memiliki pendapat berbeda terkait prediksi puncak. Bank tersebut menyampaikan kepada klien bahwa perdagangan AI sedang berkembang menjadi lebih dewasa, bukan mengalami kehancuran. Menurut UBS, model-model yang lebih murah justru mengalihkan permintaan komputasi bukannya menghancurkannya.
Kedua pandangan ini bisa berjalan bersamaan. Debut CXMT mendukung peringatan Cina dari Green dan juga argumen UBS soal penurunan biaya.
Hari Selasa tidak menunjukkan adanya aset lindung nilai yang aman. Sampai Bitcoin bisa bertahan pada hari ketika saham anjlok, rotasi yang dideskripsikan oleh Winklevoss tetap menjadi teori dan belum menjadi kenyataan dalam perdagangan.


