Vitalik Buterin khawatir AI bisa melompati 50 tahun perkembangan matematika hanya dalam lima tahun dan membongkar kriptografi yang melindungi Ethereum dan Bitcoin. Co-founder Ethereum itu mengungkapkan kekhawatirannya di X pada hari ia membuka Devcon 8 dengan memakai masker senyum.
Selama ini, komputer kuantum memang menjadi ancaman yang telah diantisipasi industri. Tapi, kekhawatiran Buterin juga mencakup metode berbasis kisi, yaitu matematika di balik sejumlah standar post-kuantum terkemuka. Holder ETH dan BTC pun bisa menghadapi risiko karena perbaikan kuantum yang direncanakan mungkin tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah.
Apa yang Bisa Membongkar Kripto Sebelum Quantum Melakukannya
Saat menanggapi seorang pengguna yang menebak alasannya, Buterin menunjuk pada algoritma yang bisa saja sudah ada, namun belum ditemukan. Contoh utamanya adalah masalah logaritma diskret kurva eliptik (ECDLP), yaitu matematika yang melindungi private key di kedua jaringan tersebut.
Sang co-founder juga menyebut pairing, yaitu teknik di balik tanda tangan yang digunakan validator Ethereum untuk memilih blok.
I would describe my worry as: what if the equivalent of quadratic sieve for ECDLP or pairings (and similarly, more-powerful-than-today algorithms for breaking lattices) exist, and we've just not yet managed to find them – but AI speedrunning 50+ years of math in 5 years will.
— vitalik.eth (@VitalikButerin) November 3, 2026
Disponsori
Disponsori
Tolok ukurnya adalah quadratic sieve, algoritma awal tahun 1980-an yang mempercepat pemfaktoran angka besar dan melemahkan enkripsi model RSA. Saat ini belum ada jalan pintas serupa untuk ECDLP. Tapi, Buterin takut AI nanti justru yang pertama menemukannya.
Di luar Devcon, peringatannya ini memperluas fokus Buterin baru-baru ini terhadap keamanan AI. Bulan lalu, ia memperkenalkan AI paranoid mode untuk chat pribadi dan mendukung sebuah model AI yang sengaja membatasi kemampuan hacking.
Waktu postingan ini pun membuat isu tersebut jadi perhatian di Devcon 8, yaitu konferensi pengembang utama Ethereum di Mumbai.
Keynote Devcon 8 yang Mengangkat Isu Trust
Di atas panggung, Buterin memadukan masker kuning dengan jubah penuh gambar mata. Ini jadi salah satu penampilannya yang paling unik sejak ia memakai kostum dinosaurus tahun 2022 lalu.
Seorang pengguna X membandingkannya dengan meme Shoggoth, yaitu gambar AI monster yang bersembunyi di balik masker ramah. Monster itu mewakili model AI mentah, sedangkan masker menggambarkan pelatihan yang membuat chatbot tampak tidak berbahaya. Buterin sendiri belum mengomentari penampilannya di Devcon.
Uh @VitalikButerin are you ressed as a Shoggoth? pic.twitter.com/ktt3MboIvj
— Shadow???? (@Shadowonchainn) November 3, 2026
@VitalikButerin just opened Devcon and set the tone for the week.
A formally verified OS, open silicon, self-sovereign healthtech, free discourse, private communication, trustworthy AI — these are all part of Ethereum's mission. https://t.co/51UfMsxk5o pic.twitter.com/TynzSuzmhX
— Ethereum Foundation (@ethereumfndn) November 3, 2026
Dalam keynote Devcon 8, menurut Ethereum Foundation (EF), Buterin mengaitkan misi Ethereum dengan enam tujuan. Mulai dari operating system yang terverifikasi secara formal, silicon terbuka, health tech yang sepenuhnya dikuasai diri sendiri, hingga AI yang bisa dipercaya. Diskusi bebas dan komunikasi pribadi juga masuk dalam daftar.
“Kita perlu bisa mempercayai operating system kita. Kita perlu bisa mempercayai perangkat keras kita. Kita perlu bisa mempercayai hal-hal yang paling berpengaruh pada kesehatan kita.”
ujar Vitalik Buterin, melalui Devcon
Ethereum sudah mencatat lebih dari 1 juta pengembang sepanjang sejarahnya. Devcon 8 berlangsung hingga 6 November, dan peringatan Buterin kini menambah daftar ancaman terhadap kriptografi jaringan dari sisi AI.

