Amber Premium semakin fokus pada infrastruktur blockchain. Platform aset digital yang dimiliki oleh Amber International yang tercatat di Nasdaq ini telah bergabung dengan XDC Network sebagai validator masternode melalui bisnisnya di Singapura, Sparrow Tech.
Artinya, Amber sekarang akan membantu memverifikasi transaksi dan mendukung jaringan secara langsung. Bagi perusahaan yang lebih dikenal dalam bidang trading kripto dan manajemen kekayaan, ini merupakan langkah bisnis yang berbeda.
Amber Beralih Dari Pengguna Crypto Menjadi Pengelola Jaringannya Sendiri
Sparrow Tech beroperasi sebagai Amber Premium Singapore dan telah memiliki lisensi Major Payment Institution dari Otoritas Moneter Singapura untuk layanan token pembayaran digital. Pencatatan resmi MAS menegaskan kepemilikan lisensi ini.
Dengan menjadi validator, Amber semakin dekat dengan inti infrastruktur di balik pasar kripto.
Validator memegang peran penting dalam jaringan blockchain. Mereka membantu mengonfirmasi transaksi dan menjaga catatan ledger yang menjadi acuan bagi semua pihak.
XDC memang berupaya menghadirkan perusahaan-perusahaan mapan untuk menempati posisi tersebut.
Partisipan infrastruktur yang ada saat ini mencakup nama seperti Deutsche Telekom. Selain itu, Republic dan Clearpool juga sudah bergabung sebagai validator institusional bersama infrastruktur yang terafiliasi dengan SBI.
Hal ini menjadi penting karena adopsi blockchain oleh lembaga keuangan kian sering menimbulkan pertanyaan sederhana: siapa sebenarnya yang menjalankan jaringan tersebut?
Wall Street Ingin Blockchain, Tapi Juga Ingin Ada Pihak yang Bertanggung Jawab
XDC memposisikan dirinya di bidang trade finance dan aset dunia nyata yang telah ditokenisasi.
Jaringan ini telah digunakan untuk proyek yang melibatkan utang korporasi dan instrumen keuangan terkait perdagangan. Sebagai contoh, VERT Capital dari Brasil mengumumkan rencana untuk melakukan tokenisasi hingga US$1,000.000.000 aset di jaringan XDC.
A tokenized deposit and a stablecoin may appear similar onchain, but they do not represent the same type of claim.
A stablecoin is generally a claim on its issuer, supported by a separately held reserve pool.
A tokenized deposit remains a claim on the issuing bank and is backed…
Menempatkan perusahaan keuangan teregulasi di lapisan validator bisa membuat infrastruktur tersebut lebih mudah diterima oleh institusi.
Meskipun begitu, ada ketegangan yang jelas di sini.
Blockchain publik dibangun dengan prinsip desentralisasi. Mengisi jajaran validator dengan perusahaan keuangan ternama memang membuatnya lebih kredibel di mata bank, namun bisa juga menjadikannya lebih mirip dengan sistem keuangan tradisional yang pada awalnya ingin dijauhi oleh dunia kripto.
Bagi XDC, ini nampaknya memang menjadi pilihan yang disengaja.
Kisah AI Masih Jauh Dari Kenyataan
Amber dan XDC juga mengaitkan kerja sama ini dengan tren lain yang sedang berkembang, yaitu kehadiran agen AI yang nantinya bisa memindahkan dana dan melakukan transaksi tanpa campur tangan manusia.
XDC berpendapat bahwa jika mesin semakin sering membuat keputusan finansial, maka kredibilitas infrastruktur yang memvalidasi transaksi tersebut jadi semakin krusial.
Meski demikian, kisah seputar AI ini kebanyakan masih bersifat konsep masa depan. Perkembangan yang terjadi saat ini masih jauh lebih sederhana.
Sebuah perusahaan aset digital yang terdaftar di Nasdaq memutuskan bahwa mengelola infrastruktur blockchain layak untuk dijalankan dan diinvestasikan. Seiring pertumbuhan keuangan yang ditokenisasi, bisa jadi semakin banyak perusahaan keuangan akan mengambil keputusan serupa.

