Pemilu Brazil memberikan dampak besar pada pasar keuangan negara tersebut hari ini. Indeks Ibovespa menembus 200.000 poin untuk pertama kalinya dalam sejarah pada hari Senin setelah pemimpin sayap kanan Flávio Bolsonaro secara tak terduga unggul dari Presiden Lula da Silva di putaran pertama pemilihan presiden Brazil.
Indeks acuan tersebut naik lebih dari 10% hari ini, menjadi kenaikan harian tertinggi pada tahun ini.
Pasar Menguat Setelah Bolsonaro Menang di Pemilihan Awal
Bolsonaro meraih 47,03% suara sah, sedangkan Lula mendapatkan 45,16%, menurut data Pengadilan Pemilu Agung Brazil. Keduanya akan kembali bersaing dalam putaran kedua pada 25 Oktober.
Hasil pemilu ini membantah hasil survei akhir dan langsung memicu penyesuaian harga aset Brazil.
Disponsori

Disponsori
Reksa dana EWZ yang terdaftar di AS, yang melacak saham-saham Brazil, melonjak hampir 13% saat pre-market.
Mata uang Brazil, real, juga melesat. Dolar turun 5% hari ini secara langsung.
JPMorgan memperkirakan saham Brazil bisa naik hingga 11% dalam waktu dekatdan nilai dolar dapat terus turun.

Reli Pasar Kini Menghadapi Kenyataan
Pemilu ini memang belum selesai, dan para investor mulai melihat peluang di luar hasil kotak suara.
“Pasar bukan menilai hasil pemilu; pasar menilai pelaksanaan kebijakan,” ujar CEO MA7 Capital, André Matos.
Ujian berikutnya adalah kebijakan fiskal. Sidney Lima dari Ouro Preto Investimentos menuturkan rencana yang kredibel terkait utang dan pengeluaran bisa membuat premi risiko Brazil turun.
Gustavo Assis dari Asset memaparkan suku bunga jangka panjang bisa menjadi indikator awal apakah kepercayaan pasar akan bertahan.
Fábio Murad dari Wiser Asset menjelaskan nilai dolar bisa menjadi penanda tercepat untuk perubahan situasi tersebut.

