33 Raksasa Wall Street Blokir Saham Tertokenisasi, tapi Apple dan Tesla Tetap Diam

Ikhtisar:JPMorgan, Coca-Cola, dan 31 perusahaan lainnya menggunakan hak veto baru dari SEC untuk memblokir saham ter-tokenisasi di platform OKX dan ICE.

JPMorgan dan Coca-Cola termasuk di antara 33 perusahaan yang memblokir rencana perdagangan versi tokenized dari saham mereka di OKXICE, sebuah pasar 24 jam yang didukung oleh exchange aset kripto OKX dan pemilik New York Stock Exchange, ICE.

AMD, Adobe, dan Dell juga ikut menolak pada hari Selasa, menurut dokumen terbaru. Tiga puluh perusahaan dari daftar 62 perusahaan awal OKXICE kini telah memilih keluar.

Apple, Nvidia, Tesla, dan Amazon tidak tercantum dalam daftar penolakan tersebut.

Disponsori

Disponsori

Pertarungan Dimulai Dari AMC

Pada bulan September, CEO AMC Adam Aron menuduh Robinhood menawarkan token yang mengikuti harga saham AMC tanpa izin. Saham AMC melonjak sekitar 15% pagi itu.

“Pasar setengah palsu yang Anda ciptakan di Pulau Jersey ini menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap pasar keuangan secara umum,” ujar Aron.

Token Robinhood di luar negeri yang terhubung ke harga berbeda dengan token berbasis saham yang diatur dalam pengecualian baru SEC di AS. Tapi, keluhan Aron menyoroti masalah bagi perusahaan: mereka tidak banyak punya kendali atas platform lain yang menggunakan nama saham mereka.

Semuanya berubah di tanggal 17 September. Pengecualian Inovasi SEC mengizinkan bursa tertentu untuk memperdagangkan saham AS dalam bentuk tokenized, sambil memberi waktu 30 hari kepada perusahaan untuk menolak. Jika mereka menolak tepat waktu, bursa itu tidak bisa memperdagangkan saham mereka.

Ketua SEC Paul Atkins mengatakan kerangka aturan ini akan “membawa pasar modal Amerika ke era digital,” terang Atkins.

Apa Artinya Ini untuk Saham?

Bagi pemegang saham JPMorgan dan Coca-Cola, tidak ada perubahan langsung. Saham mereka tetap bisa diperdagangkan di exchange biasa.

Penolakan ini tidak langsung mengubah nilai saham atau menghentikan platform lain yang mungkin ingin melakukan tokenisasi atas saham tersebut.

Kekhawatiran muncul jika perdagangan meluas ke pasar 24 jam yang terpisah. Nasdaq memperingatkan bahwa harga di pasar seperti ini bisa berbeda dengan harga di exchange tradisional.

Pemberitahuan dari OKXICE juga mengonfirmasi bahwa mereka beroperasi di luar Regulation NMS, aturan yang membantu investor membandingkan harga di berbagai pasar saham AS.

Bagi OKXICE sendiri, kehilangan hampir setengah dari daftar awal menimbulkan pertanyaan: apakah bursa saham tokenized baru bisa menarik minat investor jika banyak perusahaan terbesar menolak bergabung?

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Jewelers Terbesar di India Punya Rencana Diwali untuk Emas: Beli Lebih Sedikit

Selanjutnya

Premium Perang Minyak Bisa Cepat Hilang setelah Kesepakatan Hormuz Tercapai, Analis Peringatkan