Minyak Reli ke Level Tertinggi 5 Bulan sementara Teknologi dan Aset Kripto Melemah

Ikhtisar:Harga minyak mentah Brent mencapai level tertinggi sejak Mei karena serangan Houthi meningkatkan kekhawatiran pasokan, sementara pasar teknologi dan aset kripto mengalami penurunan.

Brent crude sempat menyentuh US$115,84 pada hari Jumat, level tertinggi sejak bulan Mei. Serangan Houthi ke Arab Saudi dan kekhawatiran terhadap potensi serangan baru AS ke Iran mendorong kenaikan ini.

Harga energi lain bergerak bervariasi, berdasarkan data Trading Economics:

  • West Texas Intermediate (WTI) crude naik 1,35% pada hari itu ke US$100,81.
  • Heating oil meningkat 1,48% menjadi US$5,01 per galon.
  • Gas alam AS turun 2,86% ke US$2,72 per juta British thermal unit (MMBtu).

Grafik Harga Harian Brent Crude yang Menunjukkan Kenaikan ke Level Tertinggi Sejak Mei | Sumber: TradingView

Reli ini terjadi di pasar yang masih terguncang oleh aksi jual di sektor teknologi. Aset kripto juga ikut melemah karena investor mengurangi eksposur risiko.

Serangan di Teluk Tambah Premium Risiko pada Harga Minyak

Kelompok Houthi dari Yaman mengklaim telah menyerang target energi di Arab Saudi, termasuk fasilitas Aramco di Yanbu dan ladang minyak Shaybah. Aramco kemudian meminta seluruh staf meninggalkan kantor pusatnya di Dhahran yang terletak di pesisir Teluk.

OilPrice menyoroti bahwa ini menunjukkan kelompok tersebut kini mampu menyerang lebih jauh dari target biasanya di Laut Merah. Penutupan pipa minyak di Libya juga menyebabkan penurunan produksi di dua ladang migas negara tersebut.

Analis di ING mengutip laporan bahwa Trump mempertimbangkan serangan baru ke Iran seiring dikerahkannya kapal induk AS kedua di kawasan. Bank tersebut kini menyebut proyeksi Brent US$80 untuk kuartal IV tidak lagi bisa dicapai. Brent pertama kali menyentuh level tertinggi lima bulan pada awal pekan ini, BeInCrypto melaporkan.

“Jika melihat situasi, eskalasi sepertinya menjadi jalur yang paling mungkin. Akibatnya, harapan kami bahwa ICE Brent rata-rata di US$80/bbl pada kuartal IV 2026 jadi nampak tidak dapat terwujud. Bahkan jika ketegangan tidak berlanjut, kemungkinan saja sudah cukup untuk menjaga premium risiko geopolitik tetap besar dalam harga,” papar para analis tersebut.

Meski begitu, trader komoditas Jack Prandelli melihat ada perbedaan. Ia menuturkan, Dated Brent atau harga fisik kargo minyak, turun dari sekitar US$135 awal Oktober menjadi sekitar US$118.

Aksi Jual Teknologi dan Kekhawatiran Suku Bunga Membebani Aset Risiko

Kenaikan harga minyak bertepatan dengan penurunan tajam di Wall Street. Pada Kamis, Nasdaq Composite turun 2,6% ke 26.008,86, sementara S&P 500 melemah 1,21%.

Meta memimpin pelemahan, anjlok hampir 7% setelah menaikkan batas pengeluaran tahun 2026 menjadi US$135 miliar.

Aset kripto pun tidak luput dari aksi jual di Wall Street pada Kamis. Penurunan ini tercermin dalam data Pasar BeInCrypto. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun 3,74% dalam 24 jam menjadi US$2,76 triliun. Ethereum (ETH), XRP (XRP), dan TRON (TRX) menjadi sejumlah aset utama yang ikut melemah.

Analis Benjamin Cowen mengaitkan volatilitas tersebut dengan harga minyak.

Minyak memberi tekanan melalui kebijakan suku bunga. Harga minyak mentah yang tinggi meningkatkan ekspektasi inflasi dan memperkuat alasan untuk pengetatan kebijakan The Fed.

Trader masih melihat kemungkinan sekitar 83% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat 27-28 Oktober. Kenaikan harga energi yang kembali terjadi, bisa saja mengubah probabilitas itu.

Pekan depan akan menjadi dua ujian besar. The Fed akan mengumumkan keputusan suku bunga pada 28 Oktober, dan Microsoft, Amazon, serta Alphabet akan merilis laporan keuangan.

Apakah Brent bisa bertahan di atas US$115 saat peristiwa-peristiwa tersebut berlangsung mungkin akan menentukan seberapa cepat selera risiko kembali.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

SK Hynix Pertimbangkan Imbal Hasil Pemegang Saham dan Modal Pertumbuhan setelah IPO Solidigm Dihentikan. Saham Naik 4%

Selanjutnya

Grayscale Ungkap 10 Aset Kripto Teratas untuk Imbal Hasil dan Profit