Grayscale Ungkap 10 Aset Kripto Teratas untuk Imbal Hasil dan Profit

Ikhtisar:Grayscale menyebutkan 10 aset kripto teratas berdasarkan hasil dan pendapatan untuk para holder token, dengan HYPE, LIT, dan CAKE berada di posisi teratas.

Grayscale merilis daftar 10 aset kripto teratas berdasarkan imbal hasil holder token dan imbal hasil laba yang telah disesuaikan. HYPE memimpin daftar pertama dengan 8,0%, sedangkan CAKE menempati urutan teratas daftar kedua dengan 14,4%.

Laporan ini menyebutkan bahwa investor bisa menilai sebagian besar aset kripto, berbeda dengan Bitcoin, berdasarkan arus kas mereka.

Top 10 Tokenholder Yield: $HYPE, $LIT, $CAKE, $AERO, $UNI, $RAY, $PENDLE, $AAVE, $JUP, $CRV

Top 10 Adjusted Earnings Yield: $CAKE, $LIT, $HYPE, $RAY, $AAVE, $JUP, $SKY, $UNI, $AERO, $PENDLE

Crypto valuations dont have to rely on narratives alone. Many crypto assets can be…

— Grayscale (@Grayscale) October 22, 2026

Token Kripto Mana yang Sebenarnya Memberi Imbalan ke Holder Mereka?

Hyperliquid (HYPE) memimpin peringkat Grayscale dengan imbal hasil holder token sebesar 8,0%. Lighter (LIT) ada di posisi berikutnya dengan 7,9%.

PancakeSwap (CAKE) berada di urutan ketiga dengan 2,6%, lalu diikuti Aerodrome (AERO) dan Uniswap (UNI).

Namun, peringkat ini menunjukan sesuatu yang lebih mengkhawatirkan.

Lima dari 10 token teratas justru memiliki imbal hasil holder yang negatif.

Curve Finance (CRV) berada di posisi terbawah dengan -5,5%, sedangkan Jupiter (JUP) mencatat -2,6%.

Alasannya adalah akibat dilusi.

Grayscale menghitung imbal hasil holder token dengan menambahkan reward staking dan pembelian kembali token, kemudian mengurangkan jumlah token baru yang diterbitkan. Jika penerbitan token lebih besar dari manfaat tersebut, holder akhirnya mengalami dilusi meski ada aktivitas ekonomi pada protokolnya.

Bisakah Kripto Dinilai Seperti Saham?

Peringkat kedua dari Grayscale menampilkan kejutan lain.

PancakeSwap memimpin imbal hasil laba yang telah disesuaikan dengan 14,4%, lalu diikuti Lighter sebesar 14,1% dan HYPE di 9,8%.

Jupiter memberikan contoh yang menarik. Imbal hasil laba yang telah disesuaikan mencapai 3,5%, tetapi imbal hasil holder token-nya tetap negatif.

Sebuah protokol kripto yang menghasilkan laba belum tentu membuat tokennya layak untuk di-hold.

Kepala riset Grayscale, Zach Pandl, menuturkan bahwa Bitcoin seperti emas digital, sedangkan banyak aset kripto lainnya bisa dinilai berdasarkan arus kasnya.

“Penilaian kripto tidak harus bergantung pada narasi semata.”

Protokol kripto mendapatkan pendapatan lewat biaya trading dan pinjaman. Pembelian kembali token (buyback) dan mekanisme pembakaran (burn) dapat memindahkan nilai tersebut ke holder, meskipun penerbitan token baru bisa saja menekan keuntungan.

Daftar peringkat ini memberikan cara bagi investor untuk menganalisis ekonomi di balik penilaian aset kripto.

Daftar ini juga menyoroti kelemahan di industri kripto dimana peningkatan pendapatan bisa terjadi bersamaan dengan hasil yang mengecewakan bagi para holder token.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Emas Turun di Bawah US$4.000 untuk Pertama Kali sejak Juli. Apa Selanjutnya?

Selanjutnya

Mengapa Harga Tembaga Turun setelah Peringatan Kekurangan 44%?