Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) dari Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada dua perusahaan yang dituduh mendukung skema yang didukung IRGC. Skema ini diduga memeras kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dengan mewajibkan mereka membeli asuransi maritim.
Penetapan sanksi pada hari Rabu ini menyasar Persian Gulf Marine Insurance Company dan HormuzSafe Marine Services Authority, yang dikenal sebagai Hormuz Safe. Departemen Keuangan menyatakan bahwa kebijakan ini menarik pendapatan sambil menanggung risiko yang sebenarnya diciptakan oleh Iran sendiri.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Bagaimana Skema Asuransi Hormuz Iran Memicu Sanksi AS
IRGC dilaporkan mulai menarik biaya transit dari kapal tanker yang melewati Selat Hormuz sejak April, dengan biaya mulai dari sekitar US$1 per barel.
Departemen Keuangan menyebutkan bahwa skema asuransi ini dibuat untuk menggantikan pendapatan yang hilang setelah Operasi Epic Fury. Menteri Keuangan Scott Bessent mengaitkan inisiatif ini dengan kondisi ekonomi Iran yang semakin memburuk.
Disponsori
Disponsori
“Dengan kondisi ekonomi yang jatuh bebas dan inflasi mencapai tiga digit, rezim ini sangat membutuhkan uang tunai,” ujar Bessent.
Menurut departemen tersebut, Iran membentuk “skema ilegal” ini melalui Persian Gulf Marine Insurance Company (PGMIC) dan HormuzSafe Marine Services Authority.
Disebutkan bahwa Kementerian Ekonomi Iran mengembangkan HormuzSafe. Layanan ini menawarkan asuransi, pengaturan lalu lintas, keamanan, dan layanan respons darurat untuk kapal yang melintasi selat tersebut.
Perusahaan ini menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya sebagai bagian dari upaya Iran untuk menghindari sanksi Barat.
Departemen Keuangan juga menuturkan bahwa regulator asuransi Iran membentuk Persian Gulf Marine Insurance Company, yang mengeluarkan polis asuransi yang disetujui oleh Otoritas Selat Persia.
OFAC memberikan sanksi kepada otoritas yang didukung IRGC tersebut pada 27 Mei. Saat ini, baik Persian Gulf Marine Insurance Company maupun HormuzSafe Marine Services Authority telah ditetapkan berdasarkan Executive Order 13902 karena beroperasi di sektor keuangan Iran.
Selain itu, OFAC turut memberikan sanksi kepada delapan perusahaan pelayaran serta mengidentifikasi delapan kapal tanker minyak sebagai properti yang diblokir. Para operatornya terdaftar di Hong Kong, Kepulauan Marshall, dan Cina. Menurut Departemen Keuangan, kapal-kapal tersebut mengangkut minyak mentah dan produk minyak Iran.
Lembaga tersebut kini telah memberikan sanksi kepada lebih dari 100 kapal shadow fleet sejak Januari. Tindakan terbaru ini merupakan bagian dari penegakan hukum AS yang lebih luas terhadap Iran.
Pada pertengahan Juli lalu, Departemen Keuangan memberikan sanksi kepada empat wallet kripto yang terhubung dengan bank sentral Iran. Pada saat yang sama, Tether membekukan sekitar US$131 juta dalam USDT yang tersimpan di alamat tersebut.


