Saham Nokia (NOK) diperdagangkan di US$8,44 pada hari Rabu, turun 5,54% dalam sehari, setelah penjual mendorong harga ke retracement Fibonacci 0,786 di US$8,50. Ini merupakan support utama terakhir di atas level terendah Januari di US$6,06.
Penurunan ini melanjutkan pelemahan sebesar 5,6% yang terjadi pada hari Selasa dan memperdalam tren turun yang sudah dimulai dari puncak bulan Juni di US$17,45. NOK telah kehilangan sekitar 52% nilainya hanya dalam waktu kurang dari dua bulan.
Mengapa Saham Nokia Kembali Turun Minggu Ini
Bagian dari pelemahan minggu ini terjadi secara mekanis. Hari Selasa, 28 Juli, merupakan tanggal ex-dividen untuk dividen kuartalan Nokia sebesar 0,04 euro per lembar saham yang akan dibayarkan pada 6 Agustus.
Tapi, penyesuaian itu hanya menjelaskan sekitar 0,5% dari pergerakan harga. Sisanya terjadi karena aksi ambil untung yang masih berlanjut setelah terjadinya breakdown usai laporan keuangan minggu lalu, di mana para investor lebih memilih menjual akibat proyeksi kekurangan pasokan memori daripada menanggapi kuartal yang kuat.
Para analis juga mulai menurunkan ekspektasi. Pada 27 Juli, Deutsche Bank menurunkan target harga saham Nokia menjadi 11,50 euro dari sebelumnya 13,50 euro, meskipun tetap memberikan rating Beli untuk saham ini.
Disponsori
Disponsori
Di sisi lain, latar belakang sektor ini masih cukup berat. Intel turun 11% setelah laporan keuangan yang mengalahkan ekspektasi, dan aksi ambil untung menyebar ke saham-saham hardware AI lainnya. Sekarang saham Nokia ikut tertekan bersama sektor ini, bukan hanya karena berita spesifik perusahaan.
Analisis Harga NOK: Bull Bertahan di Level US$8,50
Pada grafik harian, retracement Fibonacci yang ditarik dari harga terendah Januari US$6,06 ke puncak Juni US$17,45 masih memperlihatkan tren turun. Puncak bulan Juni mengakhiri reli selama beberapa bulan karena permintaan AI dan cloud.
Minggu lalu NOK telah kehilangan golden pocket 0,618 di US$10,41, dan lonjakan volume besar menyertai breakdown tersebut. Volume besar seperti ini menunjukkan keyakinan dari para penjual, yang biasanya mendukung kelanjutan tren turun.
Grafik harian NOK | Sumber: Tradingview
Penurunan harga kini telah mencapai retracement 0,786 tepat di US$8,50. Ini adalah garis pertahanan terakhir para bull, dan mereka harus segera bertindak untuk menahan level ini.
Visible Range Volume Profile (VRVP) makin memperkuat pentingnya kedua level tersebut. Dua node volume terbesar pada indikator ini berada di dekat US$10,41 dan US$8,50, sehingga area ini sangat mungkin menjadi resistance dan support dalam beberapa hari atau minggu ke depan.
RSI Nokia di Angka 27, Tidak Memberi Sinyal Divergensi Bullish
Indikator Relative Strength Index (RSI) harian menunjukkan angka 27, di bawah ambang oversold di angka 30. Secara historis, level serendah ini bisa menimbulkan pantulan jangka pendek, seperti yang terlihat pada saham-saham lain yang juga turun tajam selama pekan laporan keuangan ini.
Namun, masih belum ada tanda-tanda divergensi bullish. Indikator ini terus mencatatkan posisi terendah baru bersamaan dengan penurunan harga, sehingga momentum masih tetap menguntungkan bagi para penjual.
Grafik RSI harian NOK | Sumber: Tradingview
Jika NOK gagal bertahan di atas US$8,50 pada penutupan harian, zona support berikutnya berada di level terendah US$6,06, sekitar 28% di bawah harga hari Rabu. Sebaliknya, jika penutupan harian bisa kembali di atas US$10,41, maka outlook bearish akan menjadi tidak berlaku.
Sampai saat itu, pasar masih akan menentukan apakah akan bertahan di US$8,50 atau justru menguji ulang US$6,06 secara penuh.
Untuk membaca analisis pasar saham terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.


