Apakah pasar saham dan aset kripto akan menutup 2026 dengan kenaikan signifikan? Jawaban pastinya sepertinya bergantung pada harga minyak. Ini jadi hambatan terbesar.
Yield Treasury AS 10 tahun menutup perdagangan Jumat di 5,17%, level tertinggi sejak 2007, setelah The Fed menaikkan suku bunga bulan ini. Biasanya, kondisi ini cenderung bearish untuk pasar saham dan aset kripto karena investor menganggap obligasi Treasury sebagai aset yang lebih aman.
Meski begitu, David Spika selaku analis dari Turtle Creek percaya bahwa S&P 500 masih bisa naik lagi sekitar 5% hingga 10% sebelum akhir tahun. Dasarnya diawali dari harga minyak mentah.
Apakah Harga Minyak Akan Turun pada Desember?
Harga minyak WTI di penutupan Jumat berada dekat US$92, turun tajam dari posisi di atas US$100 pada awal bulan ini. Spika berpendapat, jika harga minyak terus menurun, maka tekanan inflasi pun akan ikut mereda.
Disponsori

Disponsori
Hal ini berpotensi menurunkan biaya pinjaman jangka panjang dan memberi ruang bagi saham-saham berharga tinggi untuk terus naik.

Performa Saham dan Harga Minyak | Sumber: TradingView
Ada beberapa alasan mengapa harga minyak turun.
- Arab Saudi menghidupkan kembali pipa East-West-nya, sehingga minyak mentahnya kini punya jalur alternatif selain Selat Hormuz.
- Donald Trump juga mengatakan pejabat AS mengadakan pertemuan tiga jam bersama delegasi Iran di PBB minggu ini.
Bagi pasar, harga minyak yang lebih murah akan datang di waktu yang tepat. Pada 16 September, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4% dan mengatakan bahwa inflasi masih tinggi.
Spika memperkirakan yield Treasury 10 tahun bisa turun ke 4,75%–4,78% jika harga minyak terus turun. Kondisi ini diyakini mampu meredakan salah satu tekanan terbesar pada valuasi saham.
“Saya rasa saham masih punya peluang naik 5 sampai 10% sebelum akhir tahun,” ujar Spika , namun ia mengingatkan pertumbuhan laba kemungkinan melambat tahun depan.
Pilihan utamanya mencakup Microsoft, yang mencatat pertumbuhan pendapatan Azure sebesar 43% pada kuartal terakhirnya, serta Berkshire Hathaway yang memegang sekitar US$365,5 miliar dalam bentuk kas dan Treasury jangka pendek di akhir Juni.

Yield Treasury AS 10 Tahun | Sumber: TradingView
Permasalahannya, harga minyak bisa saja berbalik naik dengan cepat. Arus minyak lewat Hormuz masih di bawah level sebelum perang, upaya perdamaian pun belum jelas hasilnya, dan investor tengah mempertimbangkan risiko kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Pandangan optimistis Spika bergantung pada asumsi yang rapuh: harga minyak harus bertahan rendah dan cukup lama agar pasar obligasi yakin bahwa inflasi kehilangan salah satu sumber tekanannya.

