Citi Kini Sediakan Jalur Checkout Korporat untuk Stablecoin

Ikhtisar:Citi menggandeng Coinbase agar perusahaan besar bisa menerima pembayaran stablecoin, beberapa minggu setelah debat soal imbal hasil menghentikan Clarity Act.

Perusahaan-perusahaan besar yang menjadi nasabah Citigroup akan segera bisa menerima pembayaran stablecoin di saat checkout, tanpa harus berurusan langsung dengan aset kripto.

Stablecoin adalah token digital yang nilainya dipatok ke dolar AS. Kerja sama baru Citi dengan Coinbase ini terjadi hanya dua minggu setelah sebuah rancangan undang-undang kripto besar gagal di Washington karena masalah stablecoin tersebut.

Bagaimana Pembayaran Stablecoin Menjadi Uang Tunai di Citi

Seorang pelanggan membayar klien Citi menggunakan stablecoin. Coinbase, sebagai exchange kripto terbesar di AS, menerima pembayaran itu dan langsung menukarnya menjadi dolar. Citi lalu menyelesaikan transaksi seperti transfer bank biasa, terang laporan dari Journal pada hari Senin.

We're bringing stablecoins into the banking system with @Citi.

That means instant stablecoin acceptance for institutions – all on bank-grade, regulated infrastructure.

The next step for stablecoins becoming everyday money. pic.twitter.com/9ftQ50yl5y

— Coinbase ????️ (@coinbase) September 28, 2026

Merchant sama sekali tidak pernah memegang token apapun.

Disponsori

Disponsori

Kerja sama ini juga berjalan sebaliknya. Nasabah pembayaran Coinbase mendapat produk bergaya akun dari Citi, yang mengubah uang masuk menjadi stablecoin. Token tersebut tersimpan di Coinbase dan mendapatkan imbal hasil 3,75% per tahun.

Angka imbal hasil inilah yang memulai masalah.

Mengapa Bank Melawan Imbal Hasil Stablecoin dalam Clarity Act

Clarity Act, yaitu RUU yang bertujuan membuat aturan untuk pasar kripto di AS, gagal di Senat pada 15 September. RUU ini kalah dalam voting prosedural dengan hasil 49-50. Padahal butuh 60 suara. Perseteruan soal imbal hasil stablecoin menjadi salah satu pemicunya, papar Journal.

Sehari sebelum voting, delapan kelompok perbankan meminta senator agar melarang imbal hasil tersebut. Mereka memperingatkan bahwa token yang menawarkan bunga bisa menguras simpanan bank.

“Ketika simpanan menurun, berarti ketersediaan kredit untuk mendukung komunitas dan jalur mobilitas ke atas juga berkurang,” demikian ditulis kelompok-kelompok itu dalam surat mereka.

Salah satu penandatangan adalah Financial Services Forum. Ketua forum ini adalah CEO Citi, Jane Fraser, menurut Forum.

Lobi yang dipimpinnya meminta Kongres melarang imbal hasil stablecoin. Tapi sekarang, banknya justru mendukung produk Coinbase yang menawarkan imbal hasil tersebut.

Citi menegaskan kekalahan di Senat tidak mengubah apapun.

“Kami tidak terhambat. Kami tetap menjalankan apa yang sudah kami lakukan sesuai izin perbankan yang kami punya, dan berdasarkan regulasi yang berlaku saat ini,” jelas Shahmir Khaliq, kepala layanan Citi, kepada Journal melalui wawancara.

Hal yang Belum Diungkap Citi dan Coinbase

Laporan ini tidak menyebut nama merchant mana pun yang memakai layanan tersebut ataupun kapan layanan diluncurkan.

Citi juga sedang membawa blockchain privat mereka untuk transfer uang perusahaan ke Jepang dan Uni Emirat Arab. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas ketika bank mulai merambah stablecoin.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Harga Minyak Turun Bisa Picu Reli Pasar Saham 10%, Kata Strategis Wall Street

Selanjutnya

3 Altcoin Teratas untuk Diperhatikan pada Pekan Pertama Oktober 2026