Apa yang Bisa Diharapkan dari Pasar Saham AS di Pekan Keempat September

Ikhtisar:Imbal hasil di 5%, serangan Houthi ke Riyadh, data pertumbuhan kilat, dan pertemuan puncak Trump-Xi akan menjadi faktor yang mengarahkan pasar saham AS.

Saham AS kembali dibuka pada hari Senin dengan yield Treasury 10 tahun di angka 5% dan Dow turun lebih dari 1,5% minggu lalu. Serangan rudal di Riyadh menambah risiko pada harga minyak.

Ada empat peristiwa yang membentuk hari-hari ke depan. Pemberontak Houthi dari Yaman menyerang ibu kota Arab Saudi pada hari Sabtu. Pejabat The Fed akan berbicara dan data pertumbuhan ekonomi akan dirilis hari Rabu. Presiden Donald Trump juga akan menjamu Presiden Cina Xi Jinping pada hari Kamis.

Performa Treasury AS 10 Tahun, Spot Brent, dan Indeks Dow Jones Industrial | Sumber: TradingViewMengapa Yield 5% pada Treasury 10 Tahun Menentukan Harga Setiap Saham

Pekan ini dimulai dari pasar obligasi. Obligasi pemerintah AS sekarang memberikan imbal hasil 5% per tahun dengan risiko yang nyaris tidak ada. Setiap perusahaan yang tercatat di Wall Street harus melampaui angka itu.

Pendiri Yardeni Research, Ed Yardeni, sudah memangkas target akhir tahun S&P 500 menjadi 7.900 dari 8.400. Sebelumnya, dia termasuk salah satu peramal paling optimistis di pasar.

Disponsori

Disponsori

“Kami mulai khawatir sekarang bahwa yield Treasury AS 10 tahun mungkin ada di ambang breakout di atas 5%,” ujar dia.

Dia menyalahkan pasar obligasi, perang di Iran, dan pemilu sela pada bulan November.

Masalah kedua tersembunyi di dalam angka-angka hari Jumat. Hanya sektor teknologi dan industri yang naik. Tapi yield yang tinggi paling menyakitkan sektor teknologi, karena keuntungan sektor ini baru akan dirasakan di masa depan. Sektor yang selama ini menahan indeks justru yang paling berisiko rugi.

This market is getting VERY narrow.

10-year yield: 5%+

370+ S&P 500 stocks traded lower today

Yet tech was the ONLY sector to finish green.

The index barely moved, but underneath the surface most stocks were getting sold.

Thats a much weaker day than the S&P 500 makes it…

— The Income Wheel (@theincomewheel) September 18, 2026

Apa Dampak Setiap Peristiwa Minggu Ini terhadap Harga Saham

Pertanyaan tentang harga minyak muncul pada hari Senin. Pertahanan udara Arab Saudi berhasil menghancurkan rudal yang ditembakkan ke Riyadh, terang juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki al-Maliki . Brent crude tetap ditutup mendekati US$104 pada hari Jumat, naik lebih dari 13% dalam sebulan terakhir.

Harga minyak yang mahal membelah pasar. Produsen energi dapat untung lebih besar. Tapi, maskapai dan peritel harus membayar lebih mahal. Hal ini juga membuat The Fed terjepit, karena mereka menaikkan suku bunga minggu lalu dan mungkin harus melakukannya lagi.

“Faktanya sederhana: inflasi masih terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama,” komentar Ketua The Fed, Kevin Warsh.

Hari Rabu jadi ujian berikutnya. S&P Global akan merilis survei kilat bagi para manajer perusahaan, yang menjadi bacaan awal apakah energi mahal mulai memperlambat ekonomi. Pertumbuhan lemah dengan inflasi tinggi adalah kombinasi yang paling ditakuti Wall Street.

Hari Kamis muncul taruhan sulit lainnya. Trump akan bertemu Xi di Gedung Putih. Tarif, rare earth, dan regulasi artificial intelligence jadi isu pembahasan, serta gencatan dagang akan berakhir 10 November. Jika ada kesepakatan, eksportir dan produsen chip akan diuntungkan. Jika tidak, tarif lama bisa kembali berlaku sebelum akhir tahun.

In New York City, Vice Premier He Lifeng and I are continuing our discussions on the U.S.-China economic and trade relationship ahead of @POTUS‘ historic summit with President Xi in Washington. These talks help lay the groundwork for President Trump to advance America’s economic… pic.twitter.com/phmF11Aoxi

— Treasury Secretary Scott Bessent (@SecScottBessent) September 20, 2026

Hasil perusahaan juga menambah ramuan ketidakpastian. KB Home akan melaporkan pada hari Selasa, sedangkan suku bunga KPR mengikuti yield 10 tahun tadi. Costco akan merilis laporan pada hari Kamis, di mana seorang analis sudah memperingatkan bahwa laba inti bisa tidak mencapai proyeksi.

Trader menghabiskan hari Jumat untuk meningkatkan taruhannya pada kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga di bulan Oktober. Minggu ini akan menentukan apakah prediksi mereka terbukti benar.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Perlukah Anda Mempercayakan Uang Anda pada Chatbot? Uji 10.000 Jawaban Telah Memberi Hasil