Sebagian besar warga Amerika tidak ingin aset kripto dekat dengan dana pensiun mereka, menurut survei terbaru dari National Institute on Retirement Security (NIRS). Survei ini menemukan 77% responden menganggap kripto di dalam rencana pensiun berisiko, dan 46% menilai risikonya sangat tinggi.
Saat ini, 80% menyatakan Amerika Serikat sedang menghadapi krisis pensiun, naik dari 67% pada tahun 2020. Sementara itu, 61% khawatir mereka tidak akan aman secara finansial setelah pensiun.
Kecemasan Pensiun Terus Meningkat
Greenwald Research melakukan survei kepada 1.203 orang dewasa di AS untuk organisasi nirlaba yang berbasis di Washington pada akhir tahun lalu. Hasilnya seolah menjadi peringatan serius.
Sebanyak 73% penabung khawatir tentang inflasi. 62% resah karena fluktuasi pasar. Dan 76% takut tunjangan Jaminan Sosial mereka dipotong jika Kongres tidak mengambil tindakan.
Jumlah tabungan mereka juga menjelaskan rasa takut ini. Hampir setengah warga Amerika memiliki tabungan kurang dari US$100.000. Selain itu, 18% tidak punya tabungan sama sekali.
Disponsori
Disponsori
Bahkan, US$100.000 nilainya jauh lebih kecil dari yang dibayangkan banyak orang. Hanya 9% yang tahu bahwa dana tersebut hanya menghasilkan sekitar US$4.000 pendapatan pensiun di tahun pertama, dengan aturan penarikan standar.
“Orang Amerika memberi tahu kami bahwa keamanan pensiun semakin sulit dicapai karena mereka harus berjuang dengan biaya hidup sehari-hari. Biaya perumahan, kesehatan, utang dan pengeluaran lain bersaing dengan kebutuhan untuk menabung demi pensiun,” ujar Dan Doonan, direktur eksekutif NIRS, dalam laporan tersebut.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Kripto dalam Rencana Pensiun Menghadapi Krisis Kepercayaan
Pemerintah Washington setahun terakhir justru mengambil arah berbeda. Pada tahun 2022, Departemen Tenaga Kerja meminta perusahaan untuk sangat berhati-hati sebelum menambahkan kripto ke dalam 401(k). Mereka menghapus panduan itu pada Mei 2025.
Lalu, perintah Presiden Trump di bulan Agustus 2025 mempertegas lagi perubahan arah. Dia menginstruksikan departemen untuk membuka akses 401(k) ke aset alternatif, termasuk dana kripto. Beberapa hari kemudian, otoritas mencabut pernyataan tahun 2021 yang sebelumnya tidak menyarankan aset tersebut.
Aturan baru yang diusulkan muncul pada bulan Maret. Para kritikus sudah memperingatkan soal risiko fidusia hanya dalam hitungan minggu setelah perintah awal keluar.
Para penabung tidak mengikutinya. Selain 77% yang menganggap aset kripto berisiko, 53% menolak perusahaan yang menawarkan kripto sama sekali. Dan 84% menyatakan para pemimpin Washington tidak memahami kesulitan pensiun mereka.
Warga Amerika memiliki pandangan beragam tentang aset kripto di rencana pensiun; mayoritas menilainya berisiko. Sumber: NIRS
Kepercayaan mereka justru mengarah ke produk konvensional. Sebanyak 76% menilai pensiun tradisional secara positif.
Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar, bergerak di kisaran US$78.092 saat ini. Kondisi ini membuat perusahaan berada di antara dua tekanan. Regulator kini membolehkan kripto masuk di menu pensiun, tapi tiga dari empat pekerja masih menilainya berisiko.
Performa Harga Bitcoin. Sumber: BeInCrypto
Apakah adopsinya akan berkembang, mungkin bergantung pada pihak mana yang mengambil langkah pertama.

