Canva melakukan restrukturisasi pada 1.271 posisi, atau 22% dari total karyawan globalnya. Perubahan ini meliputi pemangkasan karyawan, penempatan peran baru untuk beberapa staf, dan relokasi ke pusat kantor utama.
Co-founder sekaligus CEO, Melanie Perkins, mengumumkan restrukturisasi Canva melalui catatan untuk staf pada hari Rabu. Ia tidak menyebutkan berapa banyak karyawan terdampak yang akan kehilangan pekerjaan.
PHK dan Relokasi Canva Menyasar 1.271 Posisi
Perkins menulis bahwa pertumbuhan Canva melambat untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir. Ia menyimpulkan bahwa penyesuaian kecil saja tidak cukup untuk mengatasinya.
“Untuk mempersiapkan diri menghadapi dekade berikutnya, kami perlu mendirikan kembali Canva, kembali ke akar kami sebagai tim kecil yang diberdayakan, dengan kebebasan mengambil keputusan, mengambil tanggung jawab, dan fokus pada hal yang paling penting untuk komunitas kami,” ujar dia.
Bagian dari rencana tersebut yaitu:
Disponsori

Disponsori
- Tim Product, Growth, dan Platform akan digabung menjadi satu organisasi produk.
- Canva juga akan mengurangi jenjang di dalam struktur organisasi dan menggabungkan peran-peran spesialis yang sempit menjadi posisi yang lebih luas.
- Sydney akan menjadi pusat utama untuk lebih banyak tim produk.
Catatan tersebut menyebut bahwa teknologi baru mengubah ekspektasi pengguna namun tidak pernah menyinggung AI. Tapi, pembaruan Canva pada bulan Agustus kepada para pemegang saham menjelaskan mengapa proyeksi pertumbuhannya melemah.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Valuasi Canva Turun Sebelum PHK Besar-Besaran
Pada bulan Agustus, Perkins memberi tahu para pemegang saham bahwa Canva memangkas proyeksi pertumbuhan pendapatan 2026 dari 30% menjadi 20%. Perkins mengungkapkan kepada Fortune bahwa permintaan akan fitur AI baru jauh melampaui ekspektasi perusahaan.
“Alih-alih meluncurkan produk secara luas sebelum fondasi ekonominya siap, kami memutuskan memperlambat peluncuran sambil membangun kembali arsitektur, menurunkan biaya per unit, dan memperkuat model bisnis kami,” papar dia.
Sementara itu, Blackbird menurunkan valuasi Canva sebesar 17%, dari US$42 miliar menjadi US$34,9 miliar. Manajer dana AS T. Rowe Price dan Franklin Templeton juga memangkas nilai kepemilikan mereka di Canva.
PHK Canva menambah gelombang PHK yang lebih luas di sektor perangkat lunak. Atlassian telah memangkas 1.600 pekerjaan pada bulan Maret, sementara WiseTech Global mengumumkan pemangkasan 2.000 posisi. Di AS, Microsoft dan Disney juga mengambil langkah pengurangan karyawan dalam beberapa minggu terakhir.
Data dari Layoffs.fyi menunjukkan bahwa 344 perusahaan teknologi telah memangkas 139.004 pegawai sepanjang 2026 ini.
Perkins akan berbicara kepada seluruh staf dalam pertemuan perusahaan pada 10 November. Apakah struktur baru yang lebih ramping dapat memulihkan pertumbuhan, bisa jadi akan memengaruhi waktu IPO Canva, yang saat ini belum memiliki jadwal pasti.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli

