Reli Bitcoin Penuh Penjual, tapi Sampai Kapan?
Harga Bitcoin (BTC) sempat naik lagi di atas US$65.000 lalu kembali turun di bawah level tersebut karena dua kelompok investor melakukan aksi jual saat reli, sehingga pemulihan ini masih perlu pembuktian apakah bisa bertahan. Jika dilihat lebih dekat, tekanan jual terlihat cukup besar. Akan tetapi, jika kita melihat sepanjang siklus, gelombang suplai yang dulu selalu hadir setiap kali ada reli hingga 2026 kini sudah tidak meningkat lagi. Disponsori Disponsori Reli Harga Bitcoin Bertemu Penjual Reli terbaru Bitcoin terjadi setelah data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) lebih lemah dari perkiraan, sehingga kekhawatiran inflasi yang dapat memaksa The Fed untuk terus menaikkan suku bunga menjadi berkurang. Seperti dilaporkan BeInCrypto, CPI turun 0,4% secara musiman pada Juni, sehingga tingkat inflasi tahunan menjadi 3,5%. Penurunan bulanan ini adalah yang paling tajam sejak April 2020. Sementara itu, PPI naik 5,5% year over year, di bawah perkiraan konsensus ekonom sebesar 6,2%. Data inflasi yang lebih adem ini membuat para trader mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya. Berdasarkan data CME FedWatch terbaru, probabilitas kenaikan suku bunga pada Juli turun menjadi 10,2%, dari 24,6% di minggu sebelumnya. Meski terjadi sentimen positif dari sisi ekonomi makro, Bitcoin kembali masuk zona merah. Dalam 24 jam terakhir, harga aset kripto ini turun hampir 0,13% dan