Pada tahun 1993, Nvidia memberikan 25.000 opsi saham kepada seorang penasihat awal. Kini ia mengatakan bahwa perusahaan tersebut kurang memberikan 9.375 opsi saham, yang nilainya sekitar US$1,05 miliar saat ini.
Ia mengatakan Nvidia tidak pernah menyebut dokumen miliknya palsu. Nvidia berargumen bahwa ia terlambat 30 tahun.
Disponsori

Disponsori
Demo di Houseboat dan Surat dari Jensen Huang
Penasihat tersebut adalah Eric Gullichsen, seorang pelopor virtual reality. Pada tahun 1993, para pendiri Nvidia mengunjungi rumah terapungnya di Sausalito untuk melihat karya grafis miliknya.
Jensen Huang, CEO Nvidia, mengundangnya untuk bergabung di Technical Advisory Board mereka. Surat undangan dari Huang menawarkan 25.000 opsi saham yang “akan vesting selama 4 tahun.”
Opsi saham adalah hak untuk membeli saham di masa depan dengan harga tetap. Vesting adalah jadwal untuk memperoleh hak tersebut.
Perjanjian opsi saham yang telah ditandatangani berisi keterangan berbeda. Gullichsen mengutip bahwa isi dokumen itu mengatakan vesting penuh “setelah satu tahun dari Tanggal Pemberian.”
A former Nvidia advisor says a stock option mistake from 1993 may have cost him more than $1 BILLION.
His disputed 9,375 options would be worth roughly $1.01 BILLION today but Nvidia says the decades-old claim came too late. pic.twitter.com/oUj8DsPicp
— Bull Theory (@BullTheoryio) October 4, 2026
Disponsori

Disponsori
Pada April 1996, kepala keuangan Nvidia menulis bahwa hanya 15.625 opsi yang sudah vesting. Jumlah itu sesuai dengan 10 kuartal dalam periode empat tahun.
Gullichsen membeli saham itu lalu melupakannya.

Surat undangan Jensen Huang tahun 1993 yang menawarkan 25.000 opsi saham Nvidia “yang akan vesting selama 4 tahun,” Sumber: Eric GullichsenKenapa Gugatan US$1 Miliar Tidak Pernah Sampai ke Hakim
Pada tahun 2024, ia kembali membaca dokumen itu. Jika menggunakan perhitungan satu tahun, seharusnya semua 25.000 opsi saham sudah vesting.
Saham Nvidia sudah mengalami pemecahan (stock split) sebanyak 480 banding 1 sejak saat itu, ujarnya. Opsi saham yang hilang, sebanyak 9.375, kini setara dengan 4,5 juta lembar saham. Pada harga penutupan hari Jumat sebesar US$233,95 per lembar, yang tercatat pada hari saat saham Nvidia mencetak rekor baru, jumlah itu bernilai sekitar US$1,05 miliar.

Apa yang terjadi pada 9.375 opsi Nvidia: 9.375 opsi (1993) vs. 4.500.000 saham setelah stock split 480 banding 1; nilai pada penutupan 2 Oktober 2026 sebesar US$233,95 = US$1,05 miliar, Sumber: BeInCrypto, Eric Gullichsen
Ia menyewa pengacara. Setelah satu tahun saling berkirim surat, firma hukum eksternal Nvidia, Cooley, akhirnya merespons dengan intinya “ya sudah gugat saja.”
“NVIDIA tidak membantah keaslian perjanjian opsi tersebut, hanya saja klaim saya dianggap telah kedaluwarsa,” tulis Gullichsen dalam sebuah esai.
Kedaluwarsa berarti batas waktu untuk menuntut telah lewat. Di California, tempat kantor pusat Nvidia, secara umum ada waktu empat tahun untuk menuntut kontrak tertulis. Dalam esainya, ia tidak menyebutkan hukum mana yang digunakan.
Para pengacaranya memperkirakan kasus ini akan langsung ditolak sejak awal. Tidak ada gugatan yang diajukan.
Menurut riset BeInCrypto tentang keuntungan IPO terbesar, jika menanam investasi US$1.000 di IPO Nvidia, nilai investasinya sekitar US$8,39 juta pada akhir Agustus.
“Di negeri yang katanya bebas ini, ternyata perusahaan hanya perlu memenuhi kewajibannya sebentar saja,” ujar Gullichsen.

