MicroStrategy belum membeli Bitcoin (BTC) selama dua minggu terakhir, menurut pengajuan regulasi terbaru mereka. Namun, dalam unggahan terbarunya, Executive Chairman Michael Saylor membuat investor berspekulasi bahwa perusahaan itu mungkin telah mengakhiri jeda tersebut pekan lalu.
Saylor menulis “A little more orange” di atas grafik kepemilikan perusahaan. Ia memang sering menggunakan format tersebut sebelum mengumumkan pembelian. MicroStrategy melaporkan setiap pembelian Bitcoin mereka setiap hari Senin.
A little more orange. pic.twitter.com/Z3n9jDAEpn
— Michael Saylor (@saylor) September 20, 2026
Kepemilikan Bitcoin Strategy Belum Bergerak Sejak Agustus
Perusahaan melaporkan kepada US Securities and Exchange Commission (SEC) pada 14 September bahwa mereka tidak membeli maupun menjual Bitcoin antara 8 September hingga 13 September. Laporan seminggu sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama untuk tujuh hari sebelumnya.
Pada 13 September, Strategy memegang sekitar 845.050 BTC. Mereka telah membeli Bitcoin sebanyak itu dengan total US$63,73 miliar, yakni rata-rata US$75.412 per koin.
Disponsori
Disponsori
Kepemilikan Bitcoin MicroStrategy | Sumber: Strategy
Pembelian terakhir mereka yaitu 4.603 BTC senilai US$369,7 juta, yang diumumkan pada 31 Agustus. Transaksi tersebut mengakhiri jeda pembelian selama 10 minggu. BeInCrypto sempat memprediksi pembelian ulang ini sehari sebelum diumumkan, juga setelah Saylor memberi kode serupa.
Keterbatasan dana menjadi alasannya. Strategy justru membelanjakan US$139,3 juta untuk membeli kembali saham preferen pada minggu hingga 13 September, bukan membeli Bitcoin. Kini, tersisa US$1,30 miliar di akun yang biasa mereka gunakan untuk pembelian. Sepanjang tahun ini, perusahaan tersebut juga pernah menjual Bitcoin untuk menopang harga saham mereka.
Calacanis Sebut Bitcoin Membosankan, Saylor Menanggapinya
Pada hari Jumat, angel investor Jason Calacanis memulai perdebatan. Ia membagikan grafik tahunan yang memperlihatkan Bitcoin turun sekitar 31% dan menyatakan bahwa dead cat masih terus memantul.
https://twitter.com/Jason/status/2101035992002257205
Dead cat bounce adalah pemulihan harga singkat di tengah tren penurunan yang lebih besar, konsep ini diambil dari anggapan bahwa bahkan kucing mati pun akan memantul jika jatuh cukup tinggi.
Calacanis mengatakan Bitcoin kurang cocok untuk pembayaran dan smart contract serta tidak lagi menarik perhatian publik. Ia membandingkannya dengan compact disc di era streaming.
“Jason, kamu sudah melihat Bitcoin tumbuh sejak 2011. Kini nilainya US$1,6 triliun dan merupakan aset digital paling berharga di dunia. Digital Capital adalah aplikasi andalannya. Melestarikan kekayaan lintas generasi merupakan misi yang jauh lebih besar daripada sekadar menghidupkan pesta makan malam. Dasi oranye tetap digunakan,” tantang Saylor .
Pendiri ARK Invest, Cathie Wood, juga tidak setuju dengan istilah dead cat bounce dan mengacu pada penelitian perusahaannya mengenai Bitcoin serta artificial intelligence.
Bitcoin is not a dead cat, @Jason ! It has many lives ahead.
Check out our latest Bitcoin Brainstorm with @bitcoinpark_ focused on the convergence between AI and Bitcoin. https://t.co/4i2ZFyUjAx
— Cathie Wood (@CathieDWood) September 19, 2026
Jika berdasarkan definisi pasar yang ketat, label Jason tidak tepat, karena dead cat bounce baru dikonfirmasi jika harga turun dan menembus titik terendah sebelumnya. Harga Bitcoin di US$81.292 pada waktu publikasi masih lebih tinggi dari titik terendah sekitar US$75.000 yang sebelumnya sempat disentuh.
Ilustrasi Dead Cat Bounce
Sebenarnya, ia lebih menyampaikan penilaian budaya ketimbang analisis grafik, bahwa Bitcoin sudah tidak lagi menghadirkan kegunaan baru dan kini hanya menjadi alat penyimpan nilai yang membosankan. Pendapat tersebut bersifat opini, sehingga data harga tidak dapat membuktikan benar atau salahnya.

