Micron Technology (NASDAQ: MU) ditutup di harga US$823 per saham pada hari Jumat, 31 Juli, turun 5,90% pada hari itu dan hingga 39% di bawah harga tertinggi tahun ini.
Penurunan ini membuat lebih dari satu produsen chip AS ikut terdampak. SK Hynix dan Samsung berencana menggelontorkan dana gabungan hingga US$1,3 triliun untuk kapasitas baru, dan situasi semakin tertekan karena SanDisk, produsen memori asal AS lainnya, juga sudah turun 41% selama sebulan terakhir.
Disponsori
Disponsori
Mengapa Para Rival Berlomba Menambah Kapasitas
Pejabat Korea Selatan mengaitkan ekspansi tersebut dengan rencana nasional untuk memastikan posisi negara itu dalam rantai pasok chip era AI. Laporan mengenai total investasi Samsung dan SK Hynix ini bervariasi, mulai dari US$575 miliar hingga US$1,3 triliun, memperlihatkan seberapa cepat rencana belanja meningkat tahun ini.
Micron mencatat pertumbuhan yang signifikan, namun juga mengalami penurunan, dalam enam bulan terakhir. | Sumber: Trading View
Permintaan memori berbandwidth tinggi yang digunakan di akselerator AI sudah melampaui pasokan selama lebih dari satu tahun, dan manajemen Micron sendiri tidak memperkirakan kekurangan ini bakal membaik sebelum 2028.
Situasi ini mendorong saham SK Hynix anjlok 13% karena kekhawatiran belanja modal, meskipun Samsung mencatat lonjakan laba 1.800% pada kuartal lalu. Selain itu, kondisi ini juga membuat pesaing dari Cina yakni CXMT semakin dilirik, karena harga sahamnya terus naik sejak IPO.
Dampaknya Bagi Produsen Chip AS
Micron diperdagangkan dengan rasio price to earnings forward sekitar 19,8, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$930 miliar. Analis Wall Street menilai saham ini strong buy, meskipun indikator teknikal jangka pendek justru mengindikasikan sinyal jual.
SanDisk juga menghadapi tekanan serupa. Penurunan drastis harga saham telah menghapus sebagian besar reli euforia, walau secara year-to-date saham SanDisk masih menguat sekitar 362%, menandakan betapa cepatnya pergerakan saham memori sebelum koreksi ini.
Cakupan terkait Micron sendiri terbelah. Sebuah analisis memproyeksikan harga bisa menyentuh sekitar US$1.000 per saham pada pertengahan 2028 jika kekuatan harga bertahan. Analisis lain memperingatkan bahwa membengkaknya biaya infrastruktur AI dapat memaksa perusahaan teknologi besar memperlambat pengeluaran sebelum kapasitas baru Micron—termasuk pabrik di Idaho dan New York—beroperasi penuh.
Laporan keuangan Micron berikutnya dijadwalkan pada 29 September. Dari situ, akan terlihat apakah produsen chip AS mampu mempertahankan kekuatan harga di tengah SK Hynix, Samsung, dan CXMT yang bersaing menutup kesenjangan kapasitas.

