“Leverage washout” di Korea Selatan telah menciptakan titik masuk baru untuk aksi pasar AI, menurut Morgan Stanley, yang meningkatkan peringkat saham negara tersebut menjadi overweight. Bank tersebut kini memperkirakan KOSPI akan naik 36% mencapai target 9.000.
Para strategi yang dipimpin oleh Daniel K Blake menuturkan penurunan tajam ini terutama bersifat teknis. Sebelumnya, bank ini memberi peringkat equal weight untuk negara tersebut.
Samsung dan SK Hynix Jadi Andalan dalam Prediksi KOSPI Morgan Stanley
KOSPI menunjukkan volatilitas yang signifikan. Indeks ini anjlok lebih dari 30% dari puncaknya di bulan Juni. Lonjakan exchange-traded fund leveraged berbasis saham tunggal dan konsentrasi berat pada indeks semakin memperdalam penurunan tersebut.
Namun, menurut para analis,
“Kita sudah melewati pertengahan proses pembongkaran leveraged ETF, leverage hedge fund, dan margin ritel.”
Disponsori
Disponsori
Morgan Stanley memproyeksikan indeks ini akan diperdagangkan di kisaran 5.500 hingga 10.500 untuk masa dekat. Mereka memperkirakan Samsung Electronics dan SK Hynix akan jadi penopang valuasi, serta angin segar untuk sektor industri, pertahanan, dan keuangan.
Bank ini juga menaikkan peringkat saham Thailand menjadi overweight dengan alasan valuasi yang murah, belanja modal AI, dan tema keamanan energi. Sementara untuk Australia, mereka menurunkan peringkat menjadi underweight karena melihat potensi kenaikan yang terbatas setelah kenaikan suku bunga dan reformasi pajak properti.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Saham AI Mengalami Fluktuasi Ketika KOSPI Memperpanjang Kerugian
Sementara itu, saham Korea kembali bergerak turun. KOSPI sempat mencatat reli 18% yang tajam pada hari Jumat namun berbalik koreksi pada hari Senin.
Pada Senin siang, KOSPI berada di level 6.304,80, turun 4,41% atau 290,65 poin dari penutupan hari Jumat di 6.595,45. Samsung Electronics turun 7,43% ke 243.000 won, sedangkan SK Hynix anjlok 7,51% ke 1.589.000 won.
Performa Indeks KOSPI | Sumber: Google Finance
Efek pelemahan ini juga terasa di Jepang. Indeks Nikkei 225 turun 2,09% ke 63.018,33, dengan produsen peralatan chip Advantest dan Tokyo Electron turun masing-masing sebesar 2,86% dan 2,34%.
Namun, futures saham AS bergerak ke arah sebaliknya. Mereka naik tipis setelah Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa ia membatalkan rencana serangan ke Iran.
BREAKING: US stock market futures rise after President Trump calls off strikes on Iran and says a deal is near:
1. S&P 500: +0.5%
2. Nasdaq 100: +0.8%
3. Dow Jones: +0.4%
4. WTI Crude: -7.5%
5. Brent: -10.0%
6. Gold: +0.7%
Peace deal headlines are back.
— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) August 2, 2026
Apakah proses deleveraging seperti yang dijelaskan oleh Morgan Stanley benar-benar sudah selesai akan semakin jelas dalam beberapa minggu ke depan.

