Mad Money Jim Cramer Beri Peringatan untuk Investor di Oktober

Ikhtisar:Jim Cramer melihat musim laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) yang lebih sulit seiring kenaikan suku bunga, sementara data FactSet menunjukkan para analis memperkirakan pertumbuhan sebesar 29,5%.

Jim Cramer meminta investor untuk bersiap menghadapi musim laporan keuangan kuartal ketiga yang mungkin lebih sulit. Pembawa acara Mad Money ini menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan mungkin tidak akan mencatatkan hasil sekuat yang biasanya diharapkan oleh para investor.

Bank-bank terbesar di Amerika akan melaporkan lebih awal. JPMorgan, Wells Fargo, Citigroup, dan Goldman Sachs dijadwalkan melaporkan hasil kuartal September pada 14 Oktober.

“Kita berada di ambang banjir laporan keuangan dan, kali ini, saya rasa kita tidak akan melihat angka-angka kuat seperti yang biasa kita dapatkan,” ujar Cramer.

Suku Bunga Tinggi Membayangi Musim Laporan Keuangan Q3

Cramer mengaitkan sikap hati-hatinya ini dengan biaya pinjaman yang naik dan The Fed yang fokus untuk menurunkan tingkat inflasi.

“Karena suku bunga yang naik dan [The Fed] yang bertekad menurunkan inflasi, kita menghadapi situasi yang jauh lebih sulit dalam musim laporan keuangan kali ini. Saya tidak bilang mustahil untuk mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi saham di situasi seperti ini, tapi jelas jauh lebih sulit dibanding sebelumnya,” jelas dia mengutip.

Disponsori

Disponsori

tough to keep a rally going when rates turn higher off of oil reversing and going higher… Tough tape even as we are very oversold

Sebelumnya, Cramer memang sudah menyebut kenaikan suku bunga sebagai ketakutan terbesarnya untuk pasar saham. Kekhawatiran ini sudah muncul sejak 16 September ketika The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 4%. Ini menjadi kenaikan pertama dari bank sentral sejak 2023.

Hari Jumat kemarin sedikit membawa angin segar, karena harga saham naik didukung oleh data ketenagakerjaan yang lemah dan harga minyak yang turun. Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan bahwa para pemberi kerja menambah 29.000 lapangan kerja pada September, di bawah perkiraan ekonom.

Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dari 4,1% pada Agustus. Bitcoin (BTC) dan emas juga sempat naik setelah data tersebut dirilis.

Analis Tetap Optimistis

Sementara itu, John Butters dari FactSet menyebut para analis justru menaikkan estimasi laba per saham S&P 500 untuk kuartal ketiga sebesar 1,4% selama kuartal berjalan. Pada 5 tahun terakhir, estimasi laba biasanya turun rata-rata 2,2% setiap kuartal.

“Menjelang awal musim laporan keuangan, para analis dan perusahaan lebih optimistis dari biasanya terhadap proyeksi laba mereka untuk kuartal ketiga. Akibatnya, estimasi laba S&P 500 untuk kuartal ketiga saat ini lebih tinggi dibanding perkiraan saat awal kuartal. Selain itu, indeks ini diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan laba di atas 25% untuk kuartal ketiga berturut-turut,” tulis Butters dalam laporannya.

Saat ini S&P 500 diperkirakan akan membukukan pertumbuhan laba tahunan sebesar 29,5%, naik dari 26,7% pada 30 Juni. Dari 116 perusahaan yang memberikan panduan, 72 di antaranya mengeluarkan proyeksi positif sementara 44 lainnya memberi pandangan negatif.

Investor juga akan menunggu pernyataan Presiden The Fed New York John Williams pada hari Selasa. Di Buffalo pada 29 September, ia menuturkan bahwa The Fed tidak perlu tergesa-gesa menaikkan suku bunga lagi. Dia juga menambahkan bahwa satu kenaikan lagi bisa saja dilakukan di akhir tahun ini.

Data tenaga kerja yang lemah kali ini memberikan Williams data baru untuk dipertimbangkan. Hasil laporan keuangan bank pada 14 Oktober nanti akan jadi ujian utama profitabilitas di tengah biaya pinjaman yang naik. Hasil itu juga akan membuktikan apakah keputusan para analis menaikkan proyeksi mereka sudah tepat atau belum.

Langganan channel YouTube kami untuk menyimak pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Nvidia Catat Rekor Tertinggi, Wall Street Masih Lihat Potensi Kenaikan hingga 99%

Selanjutnya

Orang di Balik Gugatan XRP Bisa Segera Dapat Peran AI di Gedung Putih