Harga emas turun di bawah US$4.000 per ons pada hari Jumat untuk pertama kalinya sejak Juli, sempat menyentuh titik terendah di US$3.986,85.
Hanya tiga minggu sebelumnya, sebuah bank besar Wall Street menyebut level itu sebagai batas bawah untuk logam mulia tersebut. Bank dan analis memberikan pandangan yang saling bertentangan tentang seberapa jauh harga emas bisa turun.
Disponsori

Disponsori
Bagaimana Koreksi Saham Teknologi Hari Kamis Menjangkau Emas
Kekhawatiran terkait AI menghantam saham teknologi AS pada hari Kamis, sehingga Nasdaq Composite turun 2,60% ke 26.008,86. S&P 500 turun 1,21%. Dow Jones Industrial Average, sebaliknya, hampir tidak bergerak sehingga tekanan jual terkonsentrasi pada sektor teknologi.
Emas ikut dijual bersamaan dengan saham-saham tersebut, turun US$116 dalam sehari, ekonom Peter Schiff terang. Akun pasar Bull Theory memperkirakan bahwa emas dan perak bersama-sama kehilangan nilai lebih dari US$1,3 triliun.
BREAKING: Gold just crashed below $4,000.
Over $1.3 TRILLION has been wiped out from gold and silver since yesterday.
Gold falls to a 3-month low while silver drops to its lowest level in 11 months. pic.twitter.com/7m04oxX2Xc
— Bull Theory (@BullTheoryio) October 23, 2026
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Justin Lin dari Global X ETFs tutur kepada Bloomberg bahwa penurunan ini terlihat seperti “jual paksa karena kebutuhan likuiditas.” Ia menjelaskan, dalam penurunan tajam, investor sering kali menjual emas untuk menutupi margin call.
Kekhawatiran terkait AI yang sama juga bisa memberi ruang napas untuk emas. Kekhawatiran ini telah mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed berikutnya, dan Bloomberg memperkirakan peluang minggu depan turun di bawah 10%. Lin ucap bahwa prospek suku bunga yang lebih rendah harusnya bisa menopang harga emas dalam waktu dekat.
Disponsori

Disponsori
Pada saat berita ini dibuat, harga emas diperdagangkan di US$4.002, turun 7,4% dibandingkan level pada 1 Januari. Penurunan ini menguji prakiraan dukungan di US$4.000, sementara bank dan eksekutif perusahaan tambang memberikan pandangan berbeda seberapa jauh emas bisa jatuh.

Harga Emas di 2026 | Sumber: TradingViewBull dan Bear Membuat Batas Baru di Bawah US$4.000
Pada awal bulan ini, Amy Gower dari Morgan Stanley menyebut US$4.000 sebagai batas bawah untuk emas. Ia mendasarkan pandangan itu pada pembelian bank sentral, imbal hasil obligasi yang turun, dan harga minyak yang lebih murah.
Data yang dirilis setelahnya menunjukkan bank sentral masih terus membeli. Goldman Sachs memperkirakan bank sentral membeli 79 ton pada bulan Agustus, papar Fortune . Data sementara dari World Gold Council yang dikutip FT menunjukkan pembelian pada bulan September mendekati 63 ton sejauh ini, tertinggi sejak November 2024.
namun, pembelian yang terus berlangsung belum mampu mencegah harga emas turun. CEO Endeavour Mining, Ian Cockerill, ungkap ketidakpastiannya terhadap level US$4.000 pada sebuah acara FT minggu ini.
“Apakah US$4.000 jadi batas bawah? Saya tidak tahu. Tapi kalau bukan, level itu sangat dekat untuk menjadi pijakan reli harga emas selanjutnya,” ujar Cockerill .
Di bawah US$4.000, Lin melihat ujian terpenting berikutnya ada di US$3.900. Bank of America memasang batas bawah yang lebih rendah lagi, sebelumnya memperingatkan kemungkinan penurunan ke US$3.750. Bank ini juga memprediksi rata-rata kuartal keempat di US$4.000 .
Menariknya, sebagian analis menganggap harga emas bisa pulih dengan cepat dari titik ini. Lin masih optimistis akan melihat rebound berbentuk V, didorong oleh suku bunga yang lebih rendah, tren AI yang melemah, dan dolar yang lebih lemah.
Schiff bahkan melangkah lebih jauh. Ia berpandangan bahwa para trader yang bersiap menghadapi kehancuran teknologi keliru jika berharap emas ikut turun bersamanya.
“Emas sudah terkoreksi. Jika pasar saham crash, itu justru bullish untuk emas,” papar dia.
Benjamin Cowen dari IntoTheCryptoverse mengambil pendekatan yang lebih sabar. Ia melihat emas saat ini sudah di tahap akhir bear market, meski mungkin masih bisa bertahan lebih lama.
The Fed akan menggelar pertemuan pada 27 dan 28 Oktober. Jika The Fed menahan suku bunga, hal itu akan menjadi sentimen positif seperti yang diharapkan Lin, sementara kenaikan mendadak bisa membuat ujian US$3.900 semakin dekat.
Langganan channel YouTube kami untuk menyimak pemimpin industri dan jurnalis memberikan wawasan ahli

