Crypto exchange Gate ingin supaya pembelian saham berikutnya oleh seorang holder Bitcoin bisa dilakukan tanpa uang mereka keluar dari platformnya. Ambisinya, agar semakin banyak aspek keuangan investor tetap ada di dalam satu exchange ini.
Berbicara dengan BeInCrypto di acara TOKEN2049, Jason Fung, kepala kemitraan global Gate, menjelaskan bagaimana hal tersebut dapat mengubah cara orang berinvestasi.
Alasan bisnisnya kini semakin jelas. Laporan triwulanan terbaru CoinGecko menemukan bahwa volume spot trading di sepuluh exchange teratas turun 14,2% di Q3 2026, meskipun harga aset kripto sudah mulai pulih. Pasar yang lebih luas memberi exchange lebih banyak peluang agar pelanggan tetap melakukan trading.
Bagi investor, pertanyaannya adalah apakah pilihan tambahan ini akan membuat pengelolaan uang jadi lebih mudah.
Mengapa Harus Memindahkan Uang untuk Membeli Saham?
Pendapat Fung dimulai dari kebiasaan pelanggan menyimpan dananya. Seseorang yang sudah memiliki aset digital di exchange bisa memakai platform itu untuk masuk ke pasar saham luar negeri.
“Sekarang jadi seperti satu tempat untuk siapa saja yang ingin berinvestasi,” ujar dia.
Gate memperkenalkan trading saham Jepang pada bulan Agustus, awalnya dengan sekitar 300 saham yang terdaftar di Tokyo. Pengguna bisa mendanai transaksi dengan USDT, stablecoin yang terhubung ke dolar, menurut perusahaan tersebut.
Gate menyatakan sekarang sudah menyediakan akses ke lebih dari 12.800 saham dari pasar Amerika Serikat, Hong Kong, Korea, dan Jepang jika digabungkan.
Hal ini menawarkan alasan praktis agar tetap di platform: saldo aset kripto yang sudah ada dapat dipakai langsung untuk investasi saham tanpa harus dipindahkan dulu ke bank lalu dikirim ke broker lain. Ketersediaannya tetap tergantung pada yurisdiksi pengguna.
Portofolio Lebih Beragam atau Sekadar Lebih Sering Trading?
“Sekarang bukan lagi soal memilih antara menyimpan kripto atau memegang uang tunai,” terang Fung.
Ia mencontohkan investor yang mengikuti perkembangan sektor semikonduktor dan ingin membeli saham perusahaan tertentu, tapi tetap ingin menyimpan Bitcoin untuk jangka panjang. Akses ke saham memberikan pilihan bagi investor untuk menaruh uang ke aset lain saat keyakinan terbesarnya bukan di kripto.
“Diversifikasi itu satu hal, sementara rotasi keluar masuk ke narasi yang kamu yakini itu hal lain.”
Perilaku tersebut berdampak berbeda. Membuat portofolio lebih luas bisa menyebar risiko, namun jika hanya mengejar tema pasar terbaru justru bisa menambah jumlah trading tanpa mengurangi risiko secara signifikan.
Fung menuturkan kalau data ke depannya akan mengungkap apakah pelanggan sungguh-sungguh melakukan diversifikasi atau justru semakin sering melakukan trading. Dia membuka kemungkinan keduanya, sambil memberikan ruang terbuka soal seberapa jauh kemudahan akses ini akan mengubah cara orang mengelola uang mereka.
Seberapa Berharganya Trading yang Lebih Cepat?
Upaya mempercepat jarak antara ide dan eksekusi trading juga merambah ke blockchain baru.
Gate mengumumkan integrasi Robinhood Chain pada bulan Juli dan dukungan Arc di bulan September. Fung memaparkan integrasi ke berbagai layanan exchange dan Web3 mereka mengurangi langkah yang diperlukan untuk mengakses ekosistem tersebut.
“Dana kamu sudah ada di situ, proses KYC juga sudah selesai,” ujar dia, mengacu pada verifikasi identitas.
Bagi seorang trader yang ingin mengikuti token baru, langkah persiapan yang lebih sedikit bisa sangat berpengaruh. Fung menyampaikan bahwa bereaksi cepat terhadap informasi bisa memberikan keunggulan.
Kecepatan ini juga mengalihkan tanggung jawab kembali ke trader. Akses yang lebih mudah mengurangi urusan administratif, tapi tetap tidak menjamin aset tersebut pantas untuk investasimu.
Siapa yang Masih Bertahan Ketika Insentif Habis?
Fung menggunakan tolok ukur berbeda untuk menilai apakah suatu ekosistem bisa bertahan lama.
“Ujian terberatnya adalah: setelah semua insentif habis, siapa yang benar-benar masih bertahan?” tutur dia.
Ia mencari pengguna yang tetap kembali serta proyek-proyek yang terus menarik builder. Dia percaya network yang menghubungkan keuangan tradisional dengan aset kripto akan memiliki permintaan yang lebih langgeng.
Aktivitas terakhir memperumit gambaran tersebut. CoinGecko melaporkan Robinhood Chain menghasilkan volume trading lebih dari US$88,9 miliar sejak peluncurannya di bulan Juli hingga Q3, dengan trading memecoin melampaui tujuan awalnya sebagai aset tokenized.
Itu tidak memastikan berapa lama aktivitas tersebut akan bertahan. Namun hal itu memperlihatkan betapa cepatnya pengguna dapat membawa suatu network melenceng dari tujuan utamanya.
“Semua akan bergantung pada penggunaan nyata dan seberapa berkelanjutan suatu ekosistem dalam jangka panjang,” ucap Fung.
Transaksi Selanjutnya Bisa Saja Soal Pemilu
Prediction market membuat jangkauan exchange semakin luas, memberi peluang trading saat orang tidak begitu yakin dengan harga aset kripto.
“Mungkin kamu tidak punya pendapat soal harga Bitcoin dalam 30 hari ke depan, namun kamu bisa sangat yakin siapa pemenang pemilu tertentu atau pemenang Formula Satu,” komentar Fung.
Peminatnya sangat besar. Barrons, mengutip Aldrin Research, melaporkan setidaknya ada transaksi di prediction-market senilai US$5,83 miliar selama akhir pekan pembuka musim NFL tahun ini.
Fung menyebut prediction market sebagai “alat untuk menentukan harga ketidakpastian.” Ia juga mengakui bahwa keyakinan bisa muncul dari emosi, misalnya memilih mendukung sebuah tim.
Itu sebabnya nilai informasinya layak diuji. Probabilitas yang diperdagangkan menunjukkan orang-orang yang mau bertaruh, di mana semangat mereka bisa saja melebihi pengetahuan mereka.
“Pertanyaan yang lebih besar adalah seberapa akurat prediction market ketika sudah ribuan, puluhan ribu, atau suatu hari jutaan peristiwa yang diprediksi.”
Kemitraan yang Memastikan Uang Anda Kembali ke Tangan Anda
Saat ditanya kemitraan mana yang paling membantu trader biasa, Fung kembali menyoroti akses perbankan.
“Kemampuan untuk melakukan on-ramp dan off-ramp dengan lebih lancar dalam berbagai mata uang di seluruh dunia — itu lebih penting dibandingkan penambahan fitur trading baru.”
Ia berharap tercipta hubungan yang lebih kuat dengan mitra perbankan serta penyedia stablecoin yang patuh regulasi, terutama di pasar berkembang di mana regulasi setempat sering berbeda-beda.
Siapa penggunanya sangat penting. Binance Research melaporkan pada bulan Juni bahwa hampir 93% dari pengguna trading saham mereka berasal dari pasar berkembang. Temuan khusus perusahaan itu menunjukkan ada permintaan kuat untuk akses baru menuju saham luar negeri.
“Bagian dari sistem ini sudah ada, tapi masih jauh dari kata sempurna.”
Upaya Gate sendiri untuk menutup celah ini adalah Gate Money, sebuah akun tunggal yang menggabungkan mata uang fiat, aset kripto, dan saham dengan transfer on-ramp/off-ramp, pembayaran kartu dan imbal hasil atas saldo mengendap, menurut pihak perusahaan.
Situasi ini menjadikan exchange menghadapi ujian nyata saat mereka mencoba mengelola lebih banyak portofolio nasabahnya. Setiap pasar tambahan menjadi alasan baru untuk tetap menyimpan dana di platform. Tapi, pengguna juga butuh jaminan tentang bagaimana prosedurnya saat ingin menarik dana mereka kembali.
Kegunaan sebuah exchange pun baru terasa maksimal ketika pengguna perlu membelanjakan hasil investasinya dalam mata uang sendiri.

