5 Alasan Mengapa Pasar Saham AS Naik setelah Hasil Pemilu Paruh Waktu

Ikhtisar:Saham AS reli setelah Partai Demokrat menyapu bersih pemilu paruh waktu 2026. Berikut lima alasan mengapa S&P 500 dan Nasdaq naik.

Wall Street merayakan kekalahan politik besar untuk Presiden Donald Trump. Saham-saham AS reli pada hari Rabu setelah Partai Demokrat berhasil menguasai DPR dan Senat dalam pemilu paruh waktu 3 November.

S&P 500 naik 1,2% di sesi perdagangan awal, sementara Nasdaq bertambah 1,1%. Indeks Dow melonjak lebih dari 1.100 poin, atau 2,3%.

Saham-saham sektor surya memimpin kenaikan. First Solar melonjak 15,1%, sedangkan Enphase Energy meningkat 12,1%. Reli ini sangat mengejutkan karena kontrak berjangka saham AS sebelumnya justru turun tajam di malam sebelumnya.

Lalu, apa yang berubah?

Disponsori

Disponsori

BREAKING: The Dow Jones Industrial Average surges over +1,100 points as markets open for the first time since the Democrats “swept” the Midterm elections.

US stocks just added over +$1 trillion in market cap at the open. pic.twitter.com/ZWanmTPeuS

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) November 4, 2026

1. Trump Terima Hasil Pemilu

Investor awalnya khawatir akan terjadi konfrontasi politik berkepanjangan setelah kemenangan besar Partai Demokrat. Kontrak berjangka Nasdaq-100 sempat turun hingga 2,4% pada malam hari.

Namun, pasar berbalik arah setelah Trump menerima hasil pemilu, sehingga kekhawatiran akan sengketa pemilu pun mereda.

2. Wall Street Mengantisipasi Kebuntuan Politik

Sekarang, Partai Demokrat mengendalikan Kongres, sementara Trump masih punya hak veto sebagai presiden.

Hal ini membuat perubahan besar terkait pajak dan belanja pemerintah menjadi lebih sulit untuk disahkan.

Biasanya, investor menyambut baik prediktabilitas seperti ini.

Disponsori

Disponsori

Seperti yang terang eksekutif Federated Hermes Deborah Cunningham, pemerintahan yang terbelah “biasanya menciptakan blokade terhadap undang-undang baru.”

Harga Minyak dan Gas Turun Langsung Setelah Hasil Pemilu Paruh Waktu | Sumber: Oilprice.com3. Imbal Hasil US Treasury Menurun

Imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun turun ke sekitar 4,92%.

Investor memperkirakan Kongres yang terbelah dapat menahan laju utang dan belanja pemerintah. Imbal hasil yang lebih rendah bisa mendukung valuasi saham karena biaya pinjaman ikut turun dan obligasi menjadi kurang menarik dibanding saham.

4. Demokrat Berpotensi Dukung Energi Terbarukan dan Sektor Kesehatan

Investor memprediksi legislator Demokrat akan menantang pencabutan aturan lingkungan oleh Trump serta melindungi pendanaan kesehatan.

Hal itu menjelaskan kenaikan kuat harga saham di sektor surya dan emiten kesehatan.

Namun, operator data center AI dan kontraktor pertahanan mengalami tekanan jual karena kekhawatiran akan pengawasan regulasi serta pemotongan anggaran.

Saham NVIDIA Turun Setelah Hasil Pemilu Paruh Waktu | Sumber: Yahoo Finance5. Laporan Keuangan Perusahaan yang Kuat Menambah Momentum

Pemilu kali ini juga diiringi kabar bisnis yang positif.

Saham AMD reli setelah memproyeksikan pertumbuhan yang lebih cepat dari perkiraan di tahun 2027, didorong oleh permintaan pusat data AI.

Arista Networks juga melaporkan pertumbuhan pendapatan yang luar biasa.

Kinerja keuangan ini memberi alasan tambahan bagi investor teknologi untuk masuk pasar.

Apa yang Terjadi pada Saham di Dua Tahun Setelah Pemilu Paruh Waktu?

Sejarah memperlihatkan Wall Street masih punya ruang untuk reli lebih lanjut.

Menurut JPMorgan Asset Management, S&P 500 rata-rata naik sekitar 15% dalam 12 bulan setelah setiap pemilu paruh waktu sejak 1950.

Jika melihat siklus presiden secara lebih luas sejak 1928, rata-rata kenaikan saham sekitar 14% pada tahun kalender sesudah pemilu paruh waktu dan 8% di tahun pemilu presiden berikutnya.

S&P 500: Imbal Hasil Historis Siklus Pemilu

Perlu diingat, ini hanya rata-rata historis, bukan sebuah prediksi. Pada akhirnya, laporan keuangan perusahaan dan tingkat suku bunga yang akan menentukan apakah reli yang terjadi sekarang bisa bertahan lama atau tidak.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Bisakah Shiba Inu Tembus US$1? Timnya Sendiri Baru Saja Menghidupkan Lagi Perdebatan

Selanjutnya

Bitcoin Kembali ke US$80.000 saat Harga Minyak Turun Tajam