Bitcoin Kembali ke US$80.000 saat Harga Minyak Turun Tajam

Ikhtisar:Harga Bitcoin kembali menembus US$80.000 seiring harga minyak AS turun 12% setelah Demokrat memenangkan Kongres. Lihat faktor apa saja yang bisa membalikkan kedua pergerakan tersebut.

Harga Bitcoin naik kembali di atas US$80.000 pada hari Rabu ketika harga minyak mentah AS turun ke level terendah tiga minggu setelah Partai Demokrat memenangkan kendali Kongres.

Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$80.700, naik sekitar 4,4% dalam 24 jam pada saat penulisan ini. West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak AS, turun ke sekitar US$93,54, sekitar 12% lebih rendah dari puncak hari Jumat lalu di US$106,2, sehingga biaya bahan bakar bagi pengemudi dan pelaku usaha di AS ikut turun.

Performa Harga Bitcoin dan Minyak | Sumber: TradingViewMengapa Harga Minyak Turun Begitu Cepat Setelah Pemilu Paruh Waktu?

Partai Demokrat menguasai 54 kursi Senat dan 228 kursi DPR pada Rabu pagi, menurut perhitungan Associated Press.

Investor berharap Kongres yang dikuasai Demokrat membuat AS lebih menahan diri dalam perang delapan bulan melawan Iran, terang Al-Monitor. Perang tersebut telah membuat harga bensin naik dan memicu inflasi di AS.

Disponsori

Disponsori

Presiden Donald Trump juga menyampaikan pada hari Selasa bahwa AS belum memiliki rencana segera untuk menyerang Iran. Sementara itu, Qatar semakin aktif melakukan mediasi.

BREAKING: US oil prices crash below $93/barrel as markets react to the Midterm Election results.

Apa yang Bisa Membalikkan Penurunan Minyak dan Reli Bitcoin?

Seorang pejabat senior Iran memberi tahu Reuters bahwa kedua pihak masih jauh dari kesepakatan, dan pasukan AS menyerang situs peluncuran rudal di Pulau Qeshm, Iran, minggu ini.

“[R]isiko gangguan pasokan di sekitar Selat Hormuz pada dasarnya belum hilang.”

Priyanka Sachdeva, kepala market insights di Phillip Nova, menyampaikan hal itu kepada Reuters.

Pengamat pasar JustDario berasumsi tanpa bukti bahwa aksi jual ini kemungkinan sebagai bantalan menghadapi serangan besar-besaran baru ke Iran.

“Satu-satunya cara saya bisa menjelaskan tekanan harga futures minyak mentahyang terus-menerus bertentangan dengan logika, adalah agar bisa membentuk bantalan sebesar mungkin untuk antisipasi serangan besar gelombang kedua terhadap Iran,” ungkapnya di X.

Bitcoin tidak selalu bergerak searah dengan harga minyak. Ketika minyak mentah anjlok saat kabar pembicaraan damai pada hari Senin, harga emas dan perak justru melonjak sementara Bitcoin tertinggal.

Pada hari Rabu, aset kripto pionir ini sempat turun ke sekitar US$75.700 sebelum trader memasang taruhan bullish senilai US$420 juta, papar BeInCrypto, sebelum akhirnya menembus ke atas US$80.000.

Selanjutnya terdapat 68 kursi DPR yang belum diumumkan dan pembicaraan Qatar, sebagai dua ujian bagi minyak maupun proyeksi harga Bitcoin.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

5 Alasan Mengapa Pasar Saham AS Naik setelah Hasil Pemilu Paruh Waktu

Selanjutnya

Setelah Peretasan Binance, Coinbase Ungkap Cara Melindungi Aset Kripto Senilai US$377 Miliar