Altcoin Season Bisa Datang Lebih Cepat dari yang Trader Perkirakan, Kata Pakar

Ikhtisar:Apakah altcoin season bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan? Trader aset kripto, Peter Anthony, mengungkapkan sinyal kunci pasar serta cara mengenali reli altcoin berikutnya.

Apakah musim altcoin berikutnya bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan trader, meski Bitcoin masih kesulitan berada di bawah US$80.000?

Di TOKEN2049 Singapura, BeInCrypto berbincang dengan Peter Anthony, pendiri The House of Crypto, sebuah platform edukasi trading yang populer dengan komunitas lebih dari 400.000 pengikut, dalam rangkaian wawancara Bitunix Ultra Talk.

Peter meyakini bahwa pasar kripto bisa mendekati titik balik berikutnya. Ia terang mengapa indikator ekonomi yang tak terduga justru bisa menjadi penanda reli altcoin berikutnya dan bagaimana trader bisa menemukan peluang sebelum harga meroket.

Apakah Altcoin Season Bisa Datang Lebih Cepat Dari Perkiraan?

Banyak investor kripto masih menanti altcoin season. Bitcoin tetap mendominasi pasar, sementara sebagian besar aset kripto dengan kapitalisasi kecil masih sulit untuk mempertahankan reli yang kuat.

Data terkini pada Altcoin Season Index masih di bawah level yang menandakan reli altcoin secara luas. Bitcoin juga memasuki bulan November dalam tekanan, setelah Oktober yang berat dan menjelang Pemilu Paruh Waktu AS pada 3 November.

namun, Peter meyakini trader mungkin melewatkan satu sinyal ekonomi yang penting.

Ia sudah mempelajari hubungan antara dominasi Bitcoin dan Indeks Manufaktur US Institute for Supply Management (ISM), yang mengukur aktivitas di pabrik-pabrik AS.

Peter menyoroti angka 58 sebagai level yang penting. Menurutnya, periode aktivitas manufaktur yang kuat sebelumnya biasanya bertepatan dengan penurunan tajam dominasi Bitcoin, ketika aset kripto kecil mulai mengungguli Bitcoin.

“Kita belum melihat itu terjadi lagi sejak 2021.”

Menariknya, data ekonomi terbaru nampaknya bergerak sesuai dengan yang ia jelaskan.

Altcoin Season Index

Indeks Manufaktur ISM naik ke 55,5 di bulan Oktober, dari 54,5 di bulan September. Laporan 2 November menunjukkan manufaktur AS berkembang selama sepuluh bulan berturut-turut.

Peter juga melihat ledakan artificial intelligence global bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi berikutnya.

Ia juga menyoroti ekspor semikonduktor dari Taiwan dan Korea Selatan sebagai indikator yang patut dipantau.

Ekspor semikonduktor Korea Selatan melonjak 259,4% di bulan Oktober, didorong oleh permintaan global untuk infrastruktur AI.

Teorinya adalah, aktivitas ekonomi yang semakin kuat akhirnya bisa meningkatkan likuiditas serta minat investor terhadap aset berisiko seperti altcoin.

namun, hubungan antara aktivitas manufaktur dan dominasi Bitcoin ini hanyalah pengamatan historis, bukan sinyal trading yang terbukti.

Peter tetap optimistis soal kemungkinan pemulihan yang lebih cepat.

“Saya rasa kita bisa melihat ini terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan.”

Di Mana Trader Sebaiknya Memantau Sebelum Reli Altcoin Berikutnya?

Jika altcoin season benar-benar kembali, Peter berpendapat trader harus benar-benar memperhatikan ke mana uang bergerak di pasar kripto.

Ia menjelaskan bahwa mengikuti arus modal antar jaringan blockchain bisa membantu menemukan peluang sebelum token-token individu mulai reli.

Dalam wawancara, ia membahas aktivitas di ekosistem Robinhood serta pergerakan modal ke Solana, Sui, dan Base.

Pendekatannya adalah melihat chain mana yang mulai menarik uang baru serta mengidentifikasi proyek yang bisa diuntungkan dari aktivitas tersebut.

“Saat sebuah chain mulai ramai transaksinya, apa yang biasanya berhasil di chain itu? DEX, protokol lending, ini adalah resep utamanya.”

Decentralized exchange dan platform lending bisa mendapatkan keuntungan ketika aktivitas trading meningkat di jaringan mereka.

Peter menyarankan memantau pergerakan ini lewat platform analitik on-chain, seperti Artemis dan DefiLlama.

Idenya cukup sederhana: saat sebuah blockchain menarik lebih banyak pengguna dan aktivitas trading, beberapa aplikasi yang dibangun dalam jaringan itu juga bisa mengalami lonjakan permintaan.

Ini bisa membantu trader mempersempit riset mereka, walau peningkatan aktivitas jaringan tidak selalu berarti harga token terkait bakal ikut naik.

Bagaimana Trader Bisa Menemukan Altcoin Undervalued?

Peter juga menilai bahwa trader sering melewatkan proyek yang menjanjikan hanya karena harga tokennya sudah anjlok tajam.

Ia terang bahwa beberapa aset kripto bisa kehilangan 80% hingga 90% nilainya meski bisnis di baliknya tetap menghasilkan pendapatan besar.

“Orang melihat grafiknya lalu berpikir, ‘Wah, ini pasti scam.’ Padahal bukan. Hanya nilainya saja yang turun, harga tokennya.”

Ia menunjuk Pump.fun dan Hyperliquid sebagai contoh proyek yang patut dipelajari dari performa keuangannya.

Sebagai gambaran, data DefiLlama menunjukkan Pump.fun menghasilkan kurang lebih US$45,35 juta pendapatan protokol selama Oktober 2026.

Peter percaya informasi semacam ini dapat membantu investor menilai apakah sebuah aset kripto layak dipertimbangkan lagi setelah mengalami penurunan besar.

“Seperti apa sih pendapatan mereka?”

namun, pendapatan protokol tidak otomatis membuat harga token naik. Pasokan token, valuasi, dan bagaimana holder mendapatkan keuntungan dari kesuksesan suatu proyek juga sangat penting.

Strategi utamanya adalah mengidentifikasi proyek dengan aktivitas dasar yang kuat sebelum pasar mulai memperhatikan proyek tersebut.

Apa Kesalahan Terbesar yang Sering Dilakukan Trader Saat Reli?

Bagi Peter, salah satu bahaya terbesar dalam trading aset kripto adalah membeli berdasarkan narasi yang sedang populer tetapi sudah terlambat.

Ia menerangkan bahwa investor sering kali baru menemukan peluang setelah harga sudah naik dan diskusi di media sosial sudah ramai.

Saran darinya adalah untuk mempertanyakan seberapa banyak pembeli potensial yang tersisa ketika sebuah investasi sudah sangat populer.

“Siapa lagi yang lebih bodoh dari saya yang akan membeli setelah saya?”

Ia menceritakan pernah melewatkan reli sebelumnya di ekosistem blockchain Robinhood karena saat ia memperhatikan tren, token terkait sudah lebih dulu melonjak.

Pengalaman itu semakin menguatkan pilihannya untuk mencari narasi pasar sedari awal dan menghindari aset yang sudah terlanjur menarik perhatian luas.

“Ketika kamu menemukan sebuah narasi, kamu harus bertanya pada diri sendiri, kapan saya menemukan narasi ini dibandingkan dengan yang lain?”

Prinsip yang sama juga berlaku untuk trader yang tergoda menjual aset yang performanya kurang hanya karena aset kripto lain sedang reli.

Peter menegaskan bahwa investor sebaiknya memahami alasan mereka memiliki sebuah aset dan apakah fundamental dasarnya masih kuat sebelum mengambil keputusan untuk berpindah posisi.

Apakah Bull Market Bitcoin Bisa Berlanjut Hingga 2028?

Optimisme Peter tidak hanya berlaku untuk altcoin saja.

Dia percaya bahwa Bitcoin bisa saja mengalami siklus pasar yang lebih panjang daripada pola empat tahunan yang biasa diikuti banyak investor.

Bergantung pada perkembangan ekonomi secara umum, ia melihat kemungkinan siklus saat ini dapat berlanjut hingga 2027 atau bahkan 2028.

“Saya rasa masih banyak bahan bakar tersisa. Saya percaya kita akan melihat Bitcoin terus naik.”

Ia juga meyakini masih ada ruang untuk adopsi lebih luas seiring makin banyak aktivitas keuangan berpindah ke on-chain.

Meski begitu, proyeksinya tetap bergantung pada kondisi ekonomi yang semakin membaik, terutama tren manufaktur dan likuiditas yang selalu ia perhatikan.

Bagi para trader yang menunggu altcoin season berikutnya, pesan utama Peter adalah mengikuti aliran modal, riset fundamental proyek, dan tetap waspada terhadap perubahan di ekonomi secara luas.

Reli selanjutnya mungkin tidak mudah diprediksi secara pasti. Pendekatannya adalah menemukan di mana peluang bisa muncul sebelum menjadi tren populer berikutnya di pasar.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Pembicaraan Damai Mengejutkan antara AS dan Iran: Harga Emas dan Perak Naik, Harga Minyak Turun

Selanjutnya

Arthur Hayes Sebut Bitcoin Alami Pelemahan sampai The Fed atau Bank Perluas Neraca