Meta mencantumkan CEO Mark Zuckerberg sebagai peneliti di formulir pajaknya, sehingga bisa memangkas tagihan pajak mereka sekitar US$355 juta. Internal Revenue Service (IRS) menilai bahwa Meta melakukan kesalahan.
Aturan yang sama kini berlaku untuk nilai pembayaran yang jauh lebih besar. Pada bulan Juni, Elon Musk mengeksekusi opsi saham Tesla yang nilainya sekitar US$116 miliar di atas kertas.
Disponsori

Disponsori
Bagaimana Meta Mengubah Zuckerberg Menjadi Seorang Peneliti
Cara ini mengandalkan insentif penelitian, yaitu insentif pajak yang sudah ada sejak tahun 1980-an. Insentif ini memberikan penghargaan kepada perusahaan yang membayar orang untuk melakukan eksperimen.
Pada tahun 2012 dan 2013, Meta mencatat US$4,1 miliar dari penghasilan opsi saham Zuckerberg sebagai upah penelitian, sebagaimana tercantum di berkas Pengadilan Pajak. Hal ini menghasilkan sekitar US$355 juta dalam bentuk kredit pajak.
Perselisihan bermuara pada waktu pelaksanaan. Meta menyatakan Zuckerberg sedang menulis kode saat ia menerima opsi tersebut pada tahun 2005. Sedangkan IRS berpendapat bahwa opsi tersebut baru membayar pekerjaannya dari tahun 2008 hingga 2010.
Meta took a $355 million tax break on Mark Zuckerbergs $4 billion compensation by classifying him as a researcher, per the NYT. Insanehttps://t.co/kwy7H9FLc5
— Eva Roytburg (@eva_roytburg) September 30, 2026
Disponsori

Disponsori
Pusat Data AI Meta Adalah “Eksperimen” di Formulir Pajaknya
Cara kedua skalanya lebih besar lagi. Meta menggolongkan pusat data AI-nya sebagai “model percontohan” untuk keperluan pajak, seperti dilaporkan oleh New York Times. Perlakuan ini memungkinkan perusahaan menghitung chip sebagai perlengkapan penelitian.
Zuckerberg menampilkan gambaran yang sangat berbeda kepada para investor pada bulan Juli.
“…investasi kami di AI mempercepat seluruh bagian utama dalam bisnis inti kami,” ujar dia.
Sementara itu, saham Meta melonjak 11% dalam sehari setelah Wells Fargo menyoroti permintaan untuk Muse, asisten AI milik perusahaan tersebut.
namun, berkas Meta sendiri mencatat manfaat pajak sebesar US$18,74 miliar yang statusnya belum pasti, terutama terkait insentif penelitian dan penetapan harga luar negeri.

Manfaat Pajak Meta yang BerisikoBisakah Musk Melakukannya Juga?
Elon Musk mengeksekusi 303,96 juta opsi saham Tesla pada 16 Juni, menurut berkas SEC. Dengan harga US$404,66 per saham, keuntungan di atas kertas mencapai sekitar US$116 miliar, kira-kira 28 kali lipat dari US$4,1 miliar yang dicatat Meta untuk Zuckerberg.

Opsi Zuckerberg vs Opsi Musk
Musk sering menulis soal tagihan pajaknya.
“Saya telah membayar lebih dari US$10 miliar pajak dalam satu tahun, lebih banyak dari siapa pun dalam sejarah. Jika saya mengeksekusi dan menjual opsi saham, pajak penghasilan gabungan federal dan negara bagian sekitar 45% (saya tetap membayar pajak California untuk setiap hari saya berada di sana). Kemudian ada pajak 40% lagi yang dikenakan terhadap harta warisan saya saat saya meninggal. Secara keseluruhan, saya sepertinya akan membayar triliunan dalam bentuk pajak,” terang dia pada bulan Mei.
namun, aturan Departemen Keuangan AS memasang syarat yang sangat ketat. Hanya upah yang diberikan kepada karyawan yang benar-benar melakukan penelitian, langsung mengawasi peneliti, atau langsung mendukung mereka, yang memenuhi syarat. Manajer puncak tidak termasuk kelompok tersebut, dan laporan menyebutkan Musk sebagai CEO Tesla.
Secara terpisah, Tesla memiliki US$1,83 miliar insentif penelitian federal yang belum dipakai, seperti tercatat dalam laporan tahunannya.
Pengadilan Pajak belum mengeluarkan putusan atas kasus Zuckerberg. Keputusan ini akan menentukan apakah pembayaran opsi saham CEO bisa dihitung sebagai upah penelitian.

