Binance mulai memulihkan proses penarikan pada 1 November, tiga hari setelah peretasan rekor senilai US$6,3 miliar. Jaringan Bitcoin menjadi yang pertama dibuka kembali sebagai bagian dari peluncuran yang terkontrol.
Sementara itu, exchange ini menyatakan sudah menutup sekitar 95% dana yang dicuri menggunakan cadangannya sendiri.
Bagaimana Binance Memulihkan Penarikan Setelah Peretasan
Peluncuran penarikan dilakukan secara bertahap, membuka transfer per jaringan satu per satu, bukan sekaligus. Pendekatan seperti ini memungkinkan exchange melakukan cek keamanan sebelum setiap aset kembali aktif.
Binance membagikan proses peluncuran ini lewat beberapa update pada 1 November.
Latest Withdrawal Update
Withdrawals have now been re-enabled for the following networks and assets:
New:
✅ MATIC (Polygon): POL, USDT, USDC
✅ AVAXC: AVAX, USDT, USDC
Already Enabled:
✅ BTC: BTC
✅ ETH: ETH, USDT, USDC
✅ BSC: BNB, USDT, USDC
✅ XRP: XRP
✅ Base: ETH, USDC… https://t.co/BszPN41yrl
— Binance (@binance) November 1, 2026
Disponsori
Disponsori
Lebih banyak aset dan jaringan akan terbuka secara bertahap setelah semua pemeriksaan selesai. namun, pengguna mungkin mengalami penundaan sementara akibat volume transaksi yang tinggi. Sementara itu, deposit tetap tersedia sepanjang insiden tersebut.
Binance juga menyatakan dana pengguna tetap aman. Mereka telah menyediakan lebih dari US$6,34 miliar dan sudah menutup sekitar 95% dari dana yang hilang.
Sisa kekurangan berasal dari token yang likuiditasnya rendah, dan saat ini masih proses pembelian oleh Binance.
Bagaimana Kronologi dan Dampak Peretasan Binance Mengguncang Pasar?
Peretasan dimulai pada 29 Oktober. Pelaku berhasil menguras sekitar US$6,3 miliar dari hot wallet Binance di berbagai blockchain hanya dalam waktu kurang dari empat jam. Sebagian besar dana keluar dalam waktu sekitar 20 menit.
Aksi pencurian ini kini tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah aset kripto, jauh melampaui peretasan Bybit sekitar US$1,5 miliar di tahun 2025.
FBI kemudian menyimpulkan kelompok TraderTraitor dari Korea Utara berada di balik aksi tersebut.
Otoritas pun mendorong industri untuk memblokir alamat-alamat terkait, sedangkan mitra-mitra Binance membekukan sekitar US$2,7 miliar hingga US$3 miliar.
The FBI is releasing information advising the Democratic People's Republic of Korea (North Korea) was responsible for the theft of more than $6 billion USD in virtual assets from cryptocurrency exchange, Binance, on or about October 29, 2026. The FBI refers to this specific North… pic.twitter.com/TBUvUFln4n
— FBI Cyber Branch (@FBICyberBranch) October 31, 2026
Pasar langsung bereaksi dengan cepat. Bitcoin turun lebih dari 3% dan sempat menyentuh titik terendah enam minggu di kisaran US$76.000, sedangkan Ethereum dan BNB juga ikut turun.
Trader dengan leverage menjadi pihak yang paling terkena dampak. Likuidasi tembus US$628 juta hanya dalam satu jam, sebagian besar dari posisi long, menurut data CoinGlass. Untuk saat ini, dibukanya kembali penarikan bisa membantu memulihkan kepercayaan pasar.

