Bitcoin Hadapi Peluang Kenaikan The Fed 87% pada Rabu: Akankah Treasury Selamatkan Reli?

Ikhtisar:Trader memprediksi peluang sebesar 87% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada hari Rabu, sementara Caitlin Long berpendapat Departemen Keuangan kini memegang kekuatan utama.

Bitcoin diperdagangkan di dekat US$77.250 tiga hari sebelum The Fed menentukan suku bunga, sementara pasar Futures memperkirakan peluang kenaikan seperempat poin sebesar 86,5% pada hari Rabu.

CEO Custodia Bank, Caitlin Long, berpendapat perubahan besar terjadi di tempat lain. Ia menuturkan bahwa kini Departemen Keuangan AS, bukan The Fed, yang menentukan aturan untuk dolar digital.

Peluang Kenaikan/Penurunan Suku Bunga | Sumber: CME FedWatch ToolThe Fed Masih Kuasai Tiga Hari ke Depan

Ketua Kevin Warsh akan mengumumkan keputusan pada 16 September, hampir empat bulan setelah dilantik. Pasar prediksi yang dikumpulkan dari Kalshi dan Polymarket juga memperkirakan peluang kenaikan di atas 80%.

Laporan inflasi pada hari Jumat sudah cukup berdampak. Harga konsumen naik 0,4% di bulan Agustus setelah naik 0,1% di bulan Juli, sehingga laju tahunan mencapai 3,4%.

Disponsori

Disponsori

Komite sudah terpecah sebelumnya. Mereka menahan suku bunga di level 3,50% sampai 3,75% pada bulan Juli, namun tiga pejabat tidak setuju dan ingin menaikkan suku bunga saat itu.

Bitcoin sudah mengikhlaskan sebagian kenaikan sebelumnya. Peluang kenaikan suku bunga The Fed tercatat 50/50 pada 4 September, ketika BeInCrypto melaporkan BTC naik mendekati US$82.000.

Peluang itu terus naik sejak saat itu. BTC sekarang diperdagangkan beberapa ribu US dolar lebih rendah dan pergerakannya cenderung datar dalam 24 jam terakhir.

Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCryptoTreasury Sudah Pernah Menggerakkan Pasar Ini Sebelumnya

Pertanyaan utama ini punya preseden. Imbal hasil obligasi 10 tahun dan 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi 20 tahun pada bulan Agustus, dan Treasury menanggapinya pada 19 Agustus dengan menggandakan program buyback obligasi jangka panjangnya menjadi US$4 miliar per aksi.

Imbal hasil obligasi turun setelah pengumuman ini. Namun, hanya dalam beberapa hari, nilainya naik lagi dan menghapus dampak buyback tersebut.

Program ini masih berjalan sekarang, dari 9 September sampai 4 November. Menteri Scott Bessent bisa mendanai program ini lewat Treasury General Account yang mendekati US$1 triliun.

Strategi UBS bulan ini menyoroti bahwa pertanyaan penting bukan apakah The Fed akan bergerak atau tidak, tapi lebih pada kondisi pasar saat The Fed bergerak, dan kondisinya ditentukan dari sisi panjang di pasar obligasi.

Mengapa Long Menyebut The Fed Mulai Kehilangan Pertarungan Jangka Panjang

Long melihat proses pengalihan kekuasaan yang sama dalam pembuatan peraturan. GENIUS Act, undang-undang 2025 yang mengatur stablecoin yang dipatok ke dolar, akan diberlakukan tanggal 18 Januari 2027. Treasury dan Office of the Comptroller of the Currency (OCC) sudah menerbitkan aturan usulan. The Fed belum.

“Tidak bisa dipungkiri Treasury kini mengambil lebih banyak kekuasaan dari The Fed,” ujar Caitlin Long, CEO Custodia Bank, dalam sebuah wawancara.

Treasury juga sudah mengklaim wewenang menentukan stablecoin asing mana yang boleh masuk ke pasar Amerika. Long memprediksi deposit tokenisasi—artinya dana bank yang bergerak di atas blockchain—akan menyingkirkan stablecoin. Kelompok perbankan di AS memperingatkan risiko larinya dana nasabah saat undang-undang ini disahkan.

Hari Rabu nanti akan menjawab soal suku bunga. Namun, apakah Treasury bisa mengendalikan pasar jangka panjang dan siapa yang akhirnya menulis aturan dolar digital, akan berjalan hingga 2027.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Pasar Perumahan AS Sedang Breakout. Akankah Ini Berdampak pada Harga Saham dan Bitcoin?