Jepang bisa saja secara resmi mengumumkan aksi mata uang bersama dengan Washington pada hari Senin, dan salah satu pejabat mengatakan kepada Reuters bahwa operasi ini masih berlangsung, sehingga pengumuman tersebut menjadi peristiwa pasar secara langsung.
Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$63.000 dan masih terpapar oleh masalah pasar obligasi yang mayoritas trader aset kripto belum perhitungkan.
Disponsori
Disponsori
Alasan Pasar Obligasi di Balik Kerja Sama Ini
Perbandingan dengan tahun 2011 ternyata jauh lebih penting dari yang terlihat. Pada tahun itu, kelompok G7 menjual yen untuk menahan kenaikannya, artinya ini menjadi upaya terkoordinasi pertama dalam 15 tahun yang mendorong pergerakan mata uang ke arah sebaliknya.
Menkeu Satsuki Katayama akan memberikan pengumuman itu, ujar dua pejabat kepada Reuters. Diplomat mata uang andalannya, Atsushi Mimura, mengisyaratkan bahwa kementerian kini bekerja sangat erat dengan kebijakan moneter.
Pernyataan tersebut punya makna besar. Ini memberi sinyal bahwa Tokyo akan menggabungkan intervensi dengan kenaikan bunga yang sempat Bank of Japan isyaratkan minggu lalu, bukan hanya mengandalkan pembelian saja.
Ada perkembangan lain yang lebih tenang namun sangat penting. Kementerian keuangan Jepang membuat postingan berbahasa Inggris yang jarang terjadi di X, menegaskan mereka punya berbagai alat, termasuk akses ke fasilitas repo Federal Reserve.
Mekanisme ini patut diperhatikan. Diperkenalkan pada 2020, fasilitas ini memungkinkan Jepang meningkatkan likuiditas dolar tanpa harus menjual US Treasuries secara langsung.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real time.
Japan, Bretton Woods 2.0, and the End of the Carry Era
Bessents move toward the New York Fed matters because it signals that Treasury understands the long end is being driven by flows, not by the inflation scare Wall Street keeps recycling. Japan is now central to that story.…
Disponsori
Disponsori
Para pengkritik menyoroti kendala itu secara spesifik. Jika intervensi dibiayai dengan menjual kepemilikan US Treasury Jepang yang sangat besar, ini berisiko memicu penjualan masif pada obligasi pemerintah AS dan menyebabkan yield melonjak.
Dorongan Washington jadi lebih jelas dengan sudut pandang ini. Analis melihat kerja sama ini sebagian dipicu oleh kekhawatiran terhadap kenaikan yield US Treasury, yang makin buruk jika Tokyo gagal menstabilkan yen dan obligasi pemerintah Jepang sekaligus.
Mantan pejabat Bank of Japan, Nobuyasu Atago menjelaskan logika tersebut secara langsung. Kedua negara berisiko mengalami inflasi yang tetap tinggi dan membuat bank sentral mereka tertinggal, sehingga mereka melihat nilai dari kolaborasi ini.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Trader Bitcoin pada Hari Senin
Tokyo juga menghadapi tekanan domestik. Menteri Ekonomi Minoru Kiuchi mengatakan pada Minggu bahwa pemerintah akan meningkatkan komunikasi pasar, sambil menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pada keberlanjutan fiskal Jepang.
Trader Bitcoin perlu memperhatikan khusus aspek obligasi ini. Kenaikan yield global bersaing langsung dengan aset tanpa imbal hasil, sementara tekanan pada obligasi pemerintah Jepang sudah beberapa kali memicu dampak ke pasar aset kripto tahun ini.
“Bagaimana reaksi aset global dengan risiko tinggi jika carry trade terbesar di dunia mulai dibongkar? Jawabannya tidak akan datang dalam semalam. Tapi satu hal sudah pasti. Kisah yang bermula dari pasar mata uang ini bisa saja berakhir memengaruhi segala hal, mulai dari saham hingga Bitcoin…,” papar Wise Advice di X.
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto
Posisi saat ini memperbesar risiko. Kontrak jual yen non-komersial menembus 163.412 pada akhir Juli, sehingga ada leverage besar yang siap terkena jika terjadi pembalikan arah secara mendadak. Pertanyaan utamanya adalah kredibilitas, bukan sekadar kekuatan intervensi.
Pasar akan menguji apakah konfirmasi hari Senin juga membawa komitmen kenaikan suku bunga atau hanya sekadar janji untuk membeli mata uang.
Pasangan kebijakan yang hawkish akan mengubah perhitungannya secara signifikan. Perbedaan suku bunga bisa saja tertutup secara permanen saat kebijakan berubah, sedangkan intervensi cenderung memudar setelah pembelian selesai.
Perbedaan tersebut yang menentukan skenario untuk Bitcoin. Apresiasi yen yang agresif akan memicu penutupan paksa posisi leverage di seluruh aset berisiko, sementara penguatan yang bertahap bersamaan dengan pelemahan dolar bisa justru memperbesar likuiditas.
This is genuinely unbelievable.
Over the weekend, $BTC dumped from $65,400 to below $62,300 liquidating $648M.
$2.2B total Crypto liquidations this week alone!!!
Now, $60,000 – $62,000 has sizable liquidity below that could be swept.
Waktu menjadi faktor penentu. Pasar Asia buka pertama kali pada hari Senin, sehingga jika terjadi gap di USD/JPY, ini akan berdampak ke pasar kripto lebih dulu sebelum trader Amerika bereaksi.
“Jika AS menjual dolar untuk beli yen, dolar akan melemah dan USD/JPY turun. Biasanya, hal ini mendukung Bitcoin, emas, dan saham teknologi. Tapi ada satu catatan penting: Reli yen yang terlalu cepat bisa membongkar carry trade terbesar dunia. Investor yang meminjam yen murah untuk beli saham, kripto, dan aset berimbal hasil tinggi lainnya bisa dipaksa untuk menjual…,” terang Coin Bureau .
Perbedaan suku bunga tetap menjadi jangkar utama. Jepang mempertahankan kebijakan di 1% melawan suku bunga maksimum AS yang jauh lebih tinggi, dan tak ada intervensi yang bisa langsung menutup kesenjangan itu.
Amati pasar obligasi Jepang bersamaan dengan mata uangnya. Jika yield tetap terkendali setelah pengumuman, berarti pertahanan terkoordinasi berhasil, dan tekanan ekonomi makro terhadap Bitcoin juga berkurang.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli.

