Pemerintah AS belum pernah membayar pinjaman setinggi ini sejak tahun 2007. Imbal hasil Treasury AS 30 tahun ditutup di 5,20% pada Rabu, beberapa jam setelah The Fed tidak mengubah suku bunga.
Tiga pejabat The Fed justru menginginkan kenaikan suku bunga. Trader obligasi sepakat dengan mereka.
Imbal Hasil Treasury AS 30 Tahun | Sumber: Trading Economics
Disponsori
Disponsori
Mengapa Imbal Hasil Treasury 30 Tahun Naik Tajam
Imbal hasil obligasi merupakan biaya yang dikenakan kepada peminjam untuk memegang utang pemerintah. Jika naik, biaya pinjaman jadi mahal untuk semua orang.
Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan kisaran suku bunga di 3,50% hingga 3,75%. Hasil pemungutan suara adalah 9 banding 3.
Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan masing-masing menginginkan kenaikan suku bunga seperempat poin, terang pernyataan The Fed.
Obligasi jangka panjang turun paling dalam. Imbal hasil 30 tahun naik dari 5,09% ke 5,20%, sedangkan 10 tahun naik ke 4,67%.
TREASURY YIELDS SURGE AFTER FED HOLD
U.S. 30-year Treasury yields climbed to a 19-year high of 5.24% after the Federal Reserve left rates unchanged but offered little guidance on its next move.
Markets scaled back expectations for a September rate hike, while analysts warned…
— *Walter Bloomberg (@DeItaone) July 30, 2026
Obligasi jangka pendek justru bergerak sebaliknya. Imbal hasil dua tahun turun menjadi 4,22%.
Perbedaan ini adalah sinyalnya. Trader mengkhawatirkan 30 tahun ke depan, bukan hanya 30 hari ke depan. Bahkan, beberapa harga harian sempat menyentuh 5,244%.
Tiga suara berbeda memang terdengar dramatis. Namun, hal itu tidak begitu jarang; pada April, empat pejabat tidak sepakat. Arah suara itulah yang menarik perhatian. Tiga suara mendukung kenaikan suku bunga dalam satu rapat terakhir kali terjadi pada September 2016.
The Fed belum menaikkan suku bunga sejak Juli 2023. Tiga pejabat yang tidak sejalan ingin rentetan itu berakhir.
Disponsori
Disponsori
Ketua Kevin Warsh mulai menjabat pada 22 Mei. Ia menolak menyebut keputusan ini sebagai jeda, dan menegaskan target inflasi 2% di konferensi pers miliknya.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Ini Terlihat Seperti 2007, Tapi Sebenarnya Beda
Terakhir kali imbal hasil 30 tahun setinggi ini, The Fed hendak menurunkan suku bunga. Pada Juli 2007, imbal hasilnya 5,28%. Suku bunga The Fed sendiri 5,25%. Kedua angka itu nyaris sama.
Dua bulan kemudian, The Fed memangkas suku bunga setengah poin. Kala itu, Warsh yang masih menjadi anggota Fed juga memilih hal tersebut. Namun, kondisi sekarang sudah terbalik. Imbal hasil 30 tahun kini sekitar 1,45 poin persentase di atas suku bunga The Fed.
Pada 2007, suku bunga jangka panjang turun sebagai upaya penyelamatan. Saat ini justru naik menjauhi titik aman. Pasti ada yang harus membayar. Tagihan bunga utang AS tembus US$857 miliar selama sembilan bulan, naik 13% dari tahun sebelumnya.
“Pengeluaran untuk arus bersih bunga utang publik naik US$98 miliar (atau 13 persen) karena utangnya lebih besar dibanding sembilan bulan pertama tahun fiskal 2025 dan akibat kenaikan suku bunga jangka panjang,” lapor Congressional Budget Office.
Biaya bunga saat ini bahkan lebih besar dari pengeluaran Medicare, yakni US$778 miliar. Angka ini juga melebihi anggaran militer yang hanya US$677 miliar.
Total utang AS menyentuh sekitar US$39,8 triliun pada akhir Juli.
Harga minyak pun tidak membantu. Harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 6,6% ke US$84,46 per barel pada Rabu.
Komando Pusat AS menyatakan Iran menembakkan rudal balistik ke pasukan Amerika pada 28 Juli. Semua berhasil dicegat. Gagalnya gencatan senjata AS-Iran membuat risiko minyak tetap tinggi.
Posisi Bitcoin dan Emas dalam Situasi Ini
Aset kripto tidak mengikuti penurunan obligasi. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$64.730 pada Kamis, naik 0,48% dalam sehari.
Pergerakan harga Bitcoin belakangan ini menunjukkan kenaikan 9,2% dalam 30 hari, namun masih terkoreksi 45% pada periode setahun.
Harga emas diperdagangkan mendekati US$4.078 per ons pada Kamis. Sehari sebelumnya, emas ditutup di angka US$4.036,30.
Kinerja Imbal Hasil Treasury AS 30 dan 10 Tahun, Harga Emas, dan Bitcoin | Sumber: TradingView
Ellen Zentner, kepala ahli strategi ekonomi Morgan Stanley Wealth Management, mengungkapkan bahwa trader hanya menunda kenaikan suku bunga.
“September tetap menjadi pertemuan yang penting, dan data inflasi yang masuk dari sekarang hingga saat itu akan menjadi satu-satunya hal yang perlu diperhatikan,” ujar Zentner .
Data inflasi pada hari Kamis memberi dukungan bagi pihak dovish. Indikator utama pilihan The Fed, yaitu personal consumption expenditures (PCE), naik 3,7% selama setahun hingga Juni, turun dari 4,1% pada Mei.
Core PCE, yang tidak memasukkan makanan dan bahan bakar, tercatat sebesar 3,3%.
*US JUNE PCE PRICE INDEX FALLS 0.1% M/M; EST. -0.1%
*US JUNE PCE PRICE INDEX RISES 3.7% Y/Y; EST. +3.7%
*US JUNE CORE PCE PRICE INDEX RISES 0.1% M/M; EST. +0.2%
*US JUNE CORE PCE PRICE INDEX RISES 3.3% Y/Y; EST. +3.3%
— *Walter Bloomberg (@DeItaone) July 30, 2026
Meski begitu, inflasi telah berada di atas 2% setiap bulannya sejak Maret 2021. Imbal hasil obligasi global sempat naik ke level tertinggi sejak 2008 pada awal tahun ini, dan imbal hasil jangka panjang belum pernah turun lagi.
The Fed akan bertemu lagi pada 15 dan 16 September. Pada saat itulah tiga penentang akan mengetahui apakah keputusan mereka tepat.


