Kontributor CNBC, Jeff Kilburg, membeli saham Fortinet dan Cloudflare untuk kuartal keempat, meskipun keduanya diperdagangkan di atas target analis. Menurut hitungannya, hanya Arista, pilihannya yang ketiga, yang masih sekitar 20% di bawah targetnya.
Pendiri KKM Financial tersebut menawarkan ketiganya di program The Exchange CNBC sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan dari pengeluaran AI. Dia juga mengakui bahwa Cloudflare belum menghasilkan laba.
Mengapa Membeli Saham yang Diperdagangkan di Atas Target Analis?
Kilburg menyebut bahwa ketiga saham ini merupakan cara untuk bermain di sektor pengeluaran AI tanpa harus memiliki saham hyperscaler, yaitu perusahaan cloud besar yang membeli chip.
Disponsori

Disponsori
Sebaliknya, Arista yang menjual perangkat jaringan data center, naik sekitar 58% tahun ini, ujar dia. Ia menyoroti margin operasi mendekati 50% dan mengatakan hyperscaler tidak akan berhemat untuk jaringan.
Fortinet, penyedia layanan keamanan siber, naik 130% tahun ini dan diperdagangkan sekitar 53 kali proyeksi laba, terang dia. Ia sudah memegang CrowdStrike dan Palo Alto Networks, sehingga Fortinet memberikan diversifikasi, bukan tema baru.
Cloudflare, yang mengatur dan mengamankan lalu lintas internet, diperdagangkan di atas target US$350, Kilburg papar. Ia menyebut rasio harga terhadap laba (forward P/E) Cloudflare hampir 300. Namun, pembawa acara Kelly Evans mencatat angka 246.
Evans membandingkan valuasi tersebut dengan masa-masa awal Netflix, ketika laba saham itu juga sulit untuk dipertahankan.
Bisakah Pertumbuhan Laba 29% Mengalahkan Imbal Hasil 5,3%?
Kompensasi menurut Kilburg adalah pertumbuhan laba. FactSet memproyeksikan laba S&P 500 akan naik sekitar 29% di kuartal ketiga, mencatatkan kenaikan di atas 25% selama tiga kuartal berturut-turut.
Ia membandingkan itu dengan rata-rata 8% selama sepuluh tahun terakhir.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai level tertingginya sejak 2002 dan sejalan dengan proyeksi imbal hasil baru iCapital sebesar 5,3%.
Meski begitu, strategi ini juga sangat bergantung pada anggaran AI yang bertahan. Kevin Gordon dari Schwab pun memperingatkan bahwa satu kegagalan belanja modal pada mega-cap dapat mengganggu pasar yang digerakkan AI.
Dengan biaya pinjaman yang berada di level tertinggi dalam beberapa dekade, laporan kuartal ketiga mungkin akan menunjukkan apakah pertumbuhan laba masih mampu menopang valuasi premium.

