4 Langkah untuk Lindungi Koin Anda dari Risiko Keamanan Berbasis AI, Kata Peneliti Ethereum

Ikhtisar:Peneliti Ethereum, Justin Drake, membagikan cara melindungi koin Anda dari risiko AI dengan memindahkannya ke alamat wallet baru.

Peneliti Ethereum, Justin Drake, pada hari Rabu memaparkan cara para holder dapat melindungi aset kripto mereka jika AI berhasil membobol keamanan wallet. Langkah utama menurutnya, yaitu memindahkan dana ke alamat baru yang sama sekali belum pernah mengirim transaksi.

Langkah ini tidak memerlukan software atau wallet baru. Drake menerangkan bahwa pelanggaran bisa saja terjadi dalam beberapa bulan pada skenario terburuk. meski begitu, ia mengingatkan bahwa eksodus mendadak justru bisa menimbulkan kerugian lebih besar dibanding manfaatnya.

Cara Drake Menganjurkan untuk Melindungi Koin Anda

Drake menyarankan 4 langkah, dimulai dari para holder terbesar dan berpengalaman.

  • Pindahkan sebagian besar dana ke alamat yang sama sekali belum pernah digunakan.

Alamat yang belum pernah melakukan pengiriman koin akan menjaga kunci pemiliknya tetap tersembunyi.

Disponsori

Disponsori

  • Ganti alamat setiap kali selesai melakukan pengeluaran.

Setelah koin keluar dari sebuah alamat, sisa dana sebaiknya dipindahkan ke alamat baru. Proses ini tetap bisa memakai seed phrase yang sama, yakni daftar kata sandi cadangan untuk memulihkan wallet.

  • Jangan buru-buru atau panik.

Drake menekankan bahwa langkah ini bersifat sederhana dan pencegahan, bukan situasi darurat.

  • Pahami posisi Anda.

Wallet dengan saldo di bawah 50 Bitcoin (BTC) punya perlindungan sebagian, ujar Drake, karena sekitar 20.000 alamat lama yang sudah terekspos dan masing-masing memegang 50 BTC.

“Jangan terburu-buru. Walau saya percaya ada alasan untuk bertindak, migrasi yang dilakukan dengan terburu-buru justru akan lebih merugikan dari pada menguntungkan,” peringatan Drake.

Mengapa Alamat Baru Efektif Sebagai Bentuk Perlindungan

Setiap wallet aset kripto punya private key, yaitu kode rahasia untuk menyetujui transaksi, dan public key sebagai pasangan kuncinya.

Alamat yang belum pernah digunakan hanya menampilkan sidik jari public key dalam bentuk hash yang tersamarkan. Sementara itu, kunci asli akan muncul di blockchain, yaitu buku besar publik aset kripto, saat transaksi pertama terjadi.

Drake khawatir AI bisa membantu penyerang membalik proses dari public key yang terlihat ke private key. Ia menyoroti peluncuran 722 makalah matematika buatan AI oleh OpenAI yang diumumkan minggu ini.

Tidak ada hasil yang disebutkan Drake yang berhubungan langsung dengan matematika wallet. Belum ada penelitian yang dipublikasikan yang membuktikan kriptografi Bitcoin atau Ethereum (ETH) telah berhasil dibobol.

Meski begitu, sekitar 6,04 juta BTC saat ini sudah berada di balik kunci publik yang terlihat, menurut perusahaan analitik Glassnode. BeInCrypto juga sempat mengutip data ini pada Rabu dalam pemberitaan peringatan wallet quantum dari Europol.

Drake menyebut Binance, Robinhood, Bitfinex, dan Tether sebagai perusahaan yang sebaiknya meningkatkan keamanan wallet cadangan offline mereka. Ia juga mengingatkan agar Ethereum segera mempercepat penggunaan keamanan berbasis hash standar SHA atau BLAKE.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Proyek Terbesar Cardano Hilang dari Booth TOKEN2049

Selanjutnya

Risalah The Fed Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga Lagi Tahun Ini: Kenapa Hanya Bitcoin yang Bereaksi?