Webull mencatat lonjakan hampir 300% untuk pesanan beli Bitcoin (BTC) dan ether (ETH) selama sepuluh hari terakhir, ujar Chief Executive Officer, Anthony Denier.
Denier menghubungkan lonjakan ini dengan pencabutan aturan pattern day trading (PDT) pada bulan Juni, yang sebelumnya membatasi trading secara sering bagi akun di bawah US$25.000. Pada waktu publikasi, harga Bitcoin berada di kisaran US$78.919.
Perubahan Aturan Mengubah Cara Trading Ritel
Dalam sebuah wawancara bersama program “Squawk on the Street” CNBC, Denier menyampaikan bahwa perubahan aturan ini mengubah cara trading basis klien ritel Webull. Rata-rata saldo akun di platform ini sekitar US$5.500, jauh di bawah batas PDT sebelumnya.
Disponsori
Disponsori
Artinya, kebanyakan pengguna sebelumnya tidak bisa melakukan day trading aset secara bebas. Pencabutan aturan tersebut, yang berlaku efektif pada 4 Juni, membuka peluang ini bagi sebagian besar klien Webull.
“Kami telah melihat selama sepuluh hari terakhir, ada peningkatan hampir 300% pada pesanan beli untuk aset kripto utama, yaitu Bitcoin dan ETH.”
— Anthony Denier, CNBC
Langkah Treasury dan Lonjakan Pendapatan
Denier juga menyoroti aksi pembelian Treasury beberapa waktu lalu yang turut memicu reli Bitcoin secara lebih luas, sebuah dinamika yang sejalan dengan lonjakan mingguan tertinggi Bitcoin meskipun beberapa pihak mengkritik rencana buyback Treasury.
Perubahan aturan tersebut sudah terlihat pada laporan keuangan Webull. Pendapatan perusahaan naik dari US$160 juta pada kuartal pertama menjadi hampir US$200 juta pada kuartal kedua.
“Kami naik dari pendapatan utama US$160 juta di Q1 menjadi hampir US$200 juta hanya karena tambahan satu bulan, yaitu Juni di Q2 saat aturan PDT dicabut.”
— Anthony Denier, CNBC
Denier menerangkan hanya sebagian kecil klien yang aktif melakukan day trading Bitcoin dan ether. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding sekitar 10% klien yang aktif melakukan day trading di semua produk, walau ia tidak menyebutkan angka persisnya.
Ia mengatakan bahwa mayoritas pelanggan memilih memegang posisi jangka panjang dan hanya aktif trading pada saat pasar bergejolak, termasuk fluktuasi saham-saham artificial intelligence.
Webull belum pernah mengalami penurunan total aset klien yang dikelola dalam satu kuartal pun, terang Denier, meski basis trading mereka cukup aktif.

