Samsung Proyeksikan Laba Kuartalan US$80 Miliar: Bagaimana Harga Sahamnya Akan Bereaksi?

Ikhtisar:Samsung memproyeksikan laba kuartalan rekor sebesar US$80 miliar. Simak faktor pendorongnya dan ke mana analis memperkirakan harga sahamnya akan bergerak.

Samsung Electronics memperkirakan laba operasional mencapai 107,4 triliun won (sekitar US$80 miliar) pada kuartal ketiga. Ini menjadi pertama kalinya perusahaan teknologi mana pun melampaui 100 triliun won dalam satu kuartal.

Laba operasional, yaitu uang yang dihasilkan dari bisnis inti sebelum bunga dan pajak, naik 782,5% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, Goldman Sachs memasang target harga 490.000 won, sekitar 87% di atas harga penutupan pada Kamis.

Performa Saham Samsung | Sumber: Yahoo FinanceApa yang Mendorong Laba Rekor Samsung

Chip memori, yang menyimpan data di ponsel dan server artificial intelligence (AI), menjadi pendorong utama. Data center AI membeli chip-chip ini lebih cepat daripada kemampuan produsen untuk memproduksinya, sehingga harga pun semakin tinggi.

Disponsori

Disponsori

Analis memperkirakan bisnis memori menghasilkan sekitar 110 triliun won, ungkap The Korea Times melaporkan. Pengiriman high-bandwidth memory (HBM) Samsung, yaitu chip yang ditumpuk untuk mendukung prosesor AI, tumbuh hampir 50% dari kuartal kedua.

Lonjakan Memori AI Samsung

“Berikut satu lagi angka luar biasa dari lonjakan AI… Alasannya? Permintaan MEMORI yang melonjak untuk infrastruktur AI. Pengeluaran infrastruktur AI menciptakan keuntungan besar bagi pemasok chip, sekaligus meningkatkan biaya di industri lain,” terang macro strategist Jerry Robinson .

Nampaknya, bisnis ponsel pun harus menanggung dampaknya, karena analis memberi tahu Reuters bahwa divisi ponsel mengalami kerugian lebih dari US$1 miliar seiring melonjaknya biaya chip. Kabarnya, Samsung akan merinci hasil per bisnis pada 29 Oktober.

Ke Mana Analis Memperkirakan Harga Saham Samsung Akan Bergerak

Analis Goldman Sachs, Heather Oh, sudah mengingatkan soal volatilitas pada 8 Oktober, tutur Hankyung . Rebalancing dana chip, jatuh tempo opsi, serta berakhirnya program buyback Samsung senilai 15 triliun won semuanya terjadi pada hari itu.

Samsung Electronics investors are heading into a crowded Thursday. Goldman Sachs analyst Heather Oh warned clients that October 8 combines the company's preliminary third-quarter report, rebalancing across seven semiconductor ETFs, options expiry, and the end of a share buyback,… pic.twitter.com/wFs970m5p6

— Himanshi ???? (@HimanshiTech) October 7, 2026

Investor asing menjual saham Samsung dengan arus bersih 348,5 miliar won, sementara institusi menjual 647,7 miliar won, terang The Korea Times. Pratinjau laba kuartal 3 Samsung di BeInCrypto juga menyorot penurunan serupa setelah rekor kuartal Juli.

Meskipun begitu, sebagian besar target harga masih jauh di atas harga saat ini. Goldman kembali menegaskan rekomendasi beli dan target 490.000 won pada 18 September. Korea Investment & Securities justru memberi target tertinggi di 650.000 won.

BNK Investment & Securities menjadi pengecualian. Mereka menargetkan 270.000 won saja dan memberi rating tahan, dengan alasan ekspansi kapasitas yang agresif di seluruh industri.

Pertumbuhan juga mulai melambat. Para analis memperkirakan laba kuartal keempat akan naik 8,2% dari kuartal ketiga, turun dari kenaikan 20% pada kuartal ini. Samsung dan Micron memperkirakan kekurangan chip akan berlangsung hingga 2028.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Dua CEO Kripto Sebut Akhir Musim Dingin, Satu Bilang Sudah Terjadi Sejak Lama

Selanjutnya

1 dari 5 Dolar Pajak AS Kini untuk Membayar Bunga dan Imbal Hasil Terus Naik