Bitcoin vs Zcash: Grayscale Ungkap Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Di- Mine

Ikhtisar:Menurut Grayscale Research, aktivitas mining Zcash kini menjadi jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan Bitcoin mining secara individual.

Mining Zcash kini jauh lebih menguntungkan bagi individu dibandingkan dengan mining Bitcoin. Itulah hasil analisis terbaru dari Grayscale Research.

Direktur riset, Zach Pandl, menemukan bahwa Bitcoin memang unggul dalam skala total. Tapi, ZEC saat ini memberikan imbal hasil per mesin dan per satuan listrik yang dikonsumsi lebih tinggi.

Zcash $ZEC mining is taking off

Compared to Bitcoin, Zcash mining rewards are currently ~2x higher per machine and ~4x higher per MWh

Blog post from Grayscale Research ⬇️⬇️

— Zach Pandl (@LowBeta) September 11, 2026

Bitcoin Unggul di Skala, Zcash Unggul di Efisiensi

Bitcoin miner secara kolektif meraup sekitar US$35 juta dalam bentuk reward harian, menurut Grayscale, jauh melebihi sekitar US$2 juta yang dihasilkan oleh Bitcoin miner Zcash. Kesenjangan ini mencerminkan besarnya jaringan dan hashrate Bitcoin yang sangat masif.

Tapi, situasinya berbalik jika melihat ke tingkat operator individu. Grayscale memperkirakan satu rig mining Zcash umumnya menghasilkan dua kali lipat pendapatan harian dibanding mesin Bitcoin yang sebanding.

Jika dihitung berdasarkan konsumsi listrik, keunggulannya makin besar: Mining Zcash menghasilkan sekitar 4x pendapatan per megawatt-jam dibandingkan Bitcoin, bahkan dalam beberapa kasus hasilnya melebihi layanan cloud AI dan komputasi performa tinggi tertentu.

Keuntungan tinggi ini sebagian besar berasal dari performa harga ZEC yang kuat. Aset kripto privasi ini menembus US$1.000 untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade pada 4 September dan kini diperdagangkan dekat US$1.177, naik sekitar 15% dalam seminggu terakhir.

Zcash sekitar 1% dari Kapitalisasi Pasar Bitcoin dengan Volatilitas Harga sekitar 140%. Sumber: X/@Grayscale

Harga yang terus naik mendorong bertambahnya kapasitas mining, dengan metrik hashrate standar menunjukkan aktivitas mining Zcash secara total sudah naik lebih dari 2,5x sepanjang tahun ini.

Mengapa Perbandingan Langsung Masih Sulit Dilakukan

Bitcoin dan Zcash mengandalkan perangkat keras mining yang sepenuhnya berbeda. Bitcoin memakai SHA-256 ASIC, sedangkan Zcash bergantung pada mesin yang dioptimalisasi untuk Equihash. Artinya, operator tidak bisa sekadar mengalihkan alat mining ke chain mana yang terlihat lebih untung pekan tersebut.

Data dari Grayscale pun mengukur pendapatan kotor, bukan laba bersih. Penghasilan aktual sangat tergantung pada biaya listrik, harga perangkat, pendinginan, dan perawatan.

Hasil temuan ini menunjukkan sebuah dinamika saling memperkuat—ekonomi mining yang menarik membuat lebih banyak daya komputasi masuk, memperkuat keamanan jaringan, serta menopang minat investor secara berkelanjutan, terang Grayscale.

Hashrate Zcash (ZEC) | Sumber: BitInfoCharts

Grayscale sendiri mengonversi Zcash Trust mereka menjadi exchange-traded fund (ETF) spot, ZCSH, yang listing di NYSE Arca pada 25 Agustus dan sudah mengumpulkan lebih dari US$500 juta aset hanya dalam dua minggu.

Bisnis mining tetap fluktuatif tak peduli jaringan mana yang tampak lebih menarik di atas kertas. Tingkat kesulitan jaringan yang meningkat, biaya listrik yang bergejolak, dan volatilitas harga di kedua aset bisa saja membuat profitabilitas Zcash yang tinggi ini menciut secepat kemunculannya.

Operator yang mempertimbangkan tempat menanamkan modal harus memperhatikan risiko-risiko tersebut bersama dengan perbedaan efisiensi yang disorot oleh Grayscale.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Dekati 90%. Di Mana Ekonomi Trump Mulai Salah Arah?

Selanjutnya

Akankah Harga Emas Turun di Bawah US$4.000 di Tengah Risiko Ekonomi yang Muncul Kembali?