Beban Keamanan AI Jatuh pada Chief Executive saat Trump Prioritaskan Persaingan dengan Cina

Ikhtisar:Trump menolak perlambatan AI karena Cina. Kongres mengatakan bahwa keamanan AI adalah tugas para pengembang. Setelah itu, Xi menyerukan adanya kerangka kerja.

Presiden Donald Trump menolak ajakan dari para eksekutif terkemuka di bidang artificial intelligence (AI) untuk memperlambat pengembangan model, dengan alasan pada hari Minggu bahwa jeda apa pun justru akan membuat Cina memimpin dalam perlombaan yang harus dimenangkan Amerika Serikat.

Ketua DPR Mike Johnson dan mantan penasihat AI Gedung Putih David Sacks menyampaikan argumen yang serupa. Perdebatan tentang keamanan AI berubah menjadi persaingan dengan Cina.

Disponsori

Disponsori

Kongres Menyerahkan Keamanan AI ke Pengembang

Johnson mengungkap kepada CNNs State of the Union bahwa Kongres sudah menetapkan batasan. Tanggung jawab sekarang ada di laboratorium pengembang.

“…ada tanggung jawab perusahaan yang jelas bagi mereka yang menciptakan model-model ini untuk memastikan bahwa produk mereka aman.”

Ia berbicara sehari setelah Anthropic, OpenAI, dan xAI mengimbau agar pengembangan AI diperlambat. Tidak ada aturan federal yang mewajibkan mereka untuk benar-benar melakukannya.

Sacks mengatakan kepada ketiga CEO tersebut agar berhenti meminta izin. Ia berpendapat bahwa kehati-hatian mereka juga bersifat komersial, karena serangan siber yang merugikan akan membuat mereka bisa digugat secara hukum.

Dario has written that we need to “pace the frontier,” and Sam has agreed. People may be surprised by my response: go ahead.

You guys are the frontier. By any reasonable metric — market share, revenue growth, model capability — the two of you have a duopoly on frontier…

— David Sacks (@DavidSacks) September 13, 2026

Disponsori

Disponsori

Argumen Cina Mencuat pada Hari Minggu

Menurut David Sacks, Cina tidak akan pernah menandatangani kesepakatan apa pun.

“Cina sangat mungkin tidak akan bergabung dengan perjanjian global, seperti yang Anda ketahui, dan hal itu juga harus diperhitungkan,” ujar dia.

Sementara itu, Presiden Cina Xi Jinping menyerukan adanya “kerangka tata kelola AI global berbasis konsensus bersama” dalam KTT BRICS di New Delhi. Ia juga berjanji akan membangun komunitas open source AI BRICS.

Closing his historic India visit, Chinese President Xi Jinping pledged open-source AI models, LLM development, and tech training to BRICS nations.

This bold initiative directly challenges Western dominance, positioning China as the core technology driver for the Global South. pic.twitter.com/NTKsTfLFdn

— China pulse ???????? (@Eng_china5) September 13, 2026

BRICS merupakan blok yang terdiri dari 11 negara dan dipimpin oleh Cina, India, serta Rusia.

Sementara itu, Senator Bernie Sanders menuntut jeda total dan ingin ada traktat dengan Xi. Trump akan bertemu dengannya di Gedung Putih pada 24 September, dengan topik AI sebagai agenda utama.

Amodei Bukan Seperti yang Didiskripsikan Washington

Kepala Anthropic, Dario Amodei, mengungkap ke CBS News bahwa dilema terberat dalam rencananya adalah jika Cina tidak mengikuti aturan yang sama.

“Hal yang lebih jangka panjang adalah bekerja sama untuk memberi batas kecepatan terhadap laju kemajuan AI… Saya pikir itu akan sangat sulit karena insentif untuk mendahului dan keuntungan militer yang diperoleh dari hal tersebut sangat besar. Dan jujur saja, saya tidak tahu apakah itu mungkin,” terang Amodei.

Esai miliknya meminta Washington untuk memblokir penjualan chip canggih ke Cina dan membongkar jaringan penyelundupan. Ia menulis bahwa jika Cina memimpin, akan menimbulkan bahaya besar.

Langkah ketiga dari rencana tersebut membutuhkan pemerintah agar mau bernegosiasi dengan negara-negara otoriter. Itulah langkah yang pada Minggu kemarin, Kongres memutuskan untuk tidak ambil bagian.

AI Index 2026 dari Stanford mengukur keunggulan Amerika atas model terbaik Cina sebesar 2,7% pada bulan Maret. Laboratorium milik Cina juga dituduh menyalin model AI Amerika.

Sebelas hari sebelum Trump bertemu Xi, satu-satunya pihak yang mampu memperlambat perkembangan AI hanyalah mereka yang berlomba membangunnya paling cepat.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Trump Gelar Pertemuan Rahasia CLARITY Act. Apa yang Dibahas?

Selanjutnya

Charles Hoskinson Sebut AI Telah Menghancurkan Metrik Pertumbuhan Kripto Lama