JENIS BLOCKCHAIN
4 JENIS BLOCKCHAIN Ditemukan pada tahun 2008 dengan username Satoshi Nakamoto, teknologi Blockchain saat ini disebut sebagai salah satu evolusi setelah kehadiran internet. Blockchain memberikan peningkatan efisiensi, akuntabilitas, keamanan, dan transparansi untuk setiap dan semua proses di seluruh dunia. Masih ada yang terkadang berasumsi bahwa bitcoin adalah blockchain, padahal sebenarnya berbeda. Bitcoin adalah digital currency yang dibuat diatas jaringan blockchain, dan setiap transaksi di catat dan disimpan dalam sistem blockchain tersebut. Singkatnya, blockchain adalah sebuah teknologi baru yang pada saat ini digunakan untuk menyimpan informasi dan data. Di blockchain, setiap transaksi dienkripsi dan ditambahkan setelah disetujui, dan semua data disimpan di banyak komputer. Oleh karena itu, meretas ke dalam blockchain itu hampir tidak mungkin. Karena data disimpan dan dicadangkan di banyak komputer, sehingga data tidak dapat hilang. Ada empat jenis utama blockchain – publik, private, dan konsorsium dan hybrid. Masing-masing unik dengan caranya sendiri dan memiliki tujuan yang berbeda: 1. Blockchain publik Tidak memiliki izin, artinya izin tidak diperlukan untuk bergabung dan berinteraksi dengannya. Siapa pun dapat membaca dan menulis di blockchain, karena setiap orang memiliki akses yang sama. 2. Blockchain pribadi/private Diperlukan izin untuk mengaksesnya. Hanya pengguna yang diundang yang dapat membaca data, dan hanya peserta yang disetujui yang dapat menulis data. Dan kecepatan transaksi relatif cepat