Jaksa Agung New York Letitia James Menentang RUU Kripto yang Diinginkan Coinbase Lolos pada 3 Agustus
Jaksa Agung New York, Letitia James, mengatakan bahwa rancangan undang-undang kripto di Senat akan membuat korban penipuan tidak punya tempat untuk mengadu. Coinbase justru ingin agar rancangan undang-undang yang sama segera disahkan dalam beberapa hari ke depan. James membawa kasusnya ke panel investigasi Senat pada hari Senin. Ia menginginkan pengawasan kripto yang lebih ketat, bukan malah dikurangi. Mengapa New York Menentang RUU Pengawasan Kripto? RUU ini bernama Digital Asset Market Clarity Act. Jika disahkan, sebagian besar aturan kripto akan berada di bawah satu lembaga federal, yaitu Commodity Futures Trading Commission (CFTC). RUU tersebut juga akan menggantikan undang-undang perlindungan investor tingkat negara bagian. Bagian inilah yang tidak dapat diterima oleh James. Disponsori Disponsori Kantor James mengawasi sekuritas dan komoditas bagi 20 juta warga New York. Jika kekuatan tersebut dicabut, ujarnya, maka para korban penipuan akan kehilangan penegak hukum terdekat mereka. RUU ini sudah lolos di House pada Juli 2025. Voting-nya adalah 294 melawan 134. RUU itu juga lolos dari komite penting Senat pada Mei lalu. Seberapa Parah Kerugian dari Penipuan Kripto? Parah, bahkan semakin memburuk. Kesaksian James merangkum empat data berbeda.SumberKerugian 2025Perubahan dari 2024FBI Internet Crime Complaint CenterUS$11,4 miliarNaik 22%FTC Consumer Sentinel NetworkUS$1,78 miliarNaik 25,6%Perkiraan volume ilegal TRM LabsUS$158 miliarNaik sekitar 145%Pengaduan di New YorkHampir US$500 juta dalam 5 tahunHampir tiga