Saham Apple Turun setelah Laporan Keuangan: Bisakah US$280 Menjaga Peluang ke All-Time High Baru?

Ikhtisar:Saham Apple (AAPL) dibuka turun lebih dari 9% ke US$304 setelah panduan keuangan kuartal September yang lemah, yakni pertumbuhan pendapatan hanya 9%-11%, di bawah perkiraan analis sekitar 12%. Padahal kuartal Juni mencatat rekor: pendapatan US$109,42 miliar dan laba per saham US$2,02, melampaui konsensus, dengan iPhone naik 22% dan Mac naik 29%. Namun pendapatan Layanan dan penjualan di China meleset, sementara CFO Kevan Parekh menyebut kendala pasokan, tekanan mata uang, dan biaya memori akibat permintaan chip AI. Laporan ini juga menjadi yang terakhir bagi Tim Cook sebagai CEO; John Ternus menggantikan mulai 1 September. Kini level US$315 menjadi penentu: jika berhasil direbut, peluang menguji rekor US$344,57 terbuka; jika gagal, risiko turun ke US$280. Katalis potensial meliputi kontrak pasokan memori dan peluncuran Siri terbaru.

Saham Apple (AAPL) dibuka turun tajam pada hari Jumat di US$304, turun lebih dari 9%. Panduan keuangan kuartal keempat yang lemah membayangi rekor kuartal Juni yang berhasil melampaui perkiraan pendapatan dan laba.

Saham ditutup pada hari Kamis di US$333,43, turun 1,41%, beberapa hari setelah Apple sempat menyentuh valuasi US$5 triliun.

Rekor Kuartal Tapi Panduan Tetap Berhati-hati

Apple melaporkan pendapatan kuartal Juni sebesar US$109,42 miliar, di atas konsensus US$108,65 miliar. Laba per saham mencapai US$2,02, jauh di atas perkiraan US$1,89. Hasil lengkapnya memperlihatkan pendapatan naik 16% dari tahun ke tahun dan menjadi rekor baru untuk kuartal Juni.

Pendapatan iPhone naik 22% menjadi US$54,25 miliar, sementara penjualan Mac melonjak 29% ke US$10,35 miliar. Tapi pendapatan Layanan sebesar US$30,74 miliar dan penjualan di Cina sebesar US$18,82 miliar sama-sama meleset dari perkiraan.

Perspektif ke depan menjadi penekan utama. CFO Kevan Parekh memberi panduan pertumbuhan pendapatan kuartal September hanya sebesar 9%-11%, di bawah perkiraan analis yang sekitar 12%. Ia menyebut adanya kendala pasokan, tekanan mata uang, serta tekanan biaya memori yang disebabkan permintaan DRAM dan chip NAND untuk AI.

Disponsori

Disponsori

Laporan ini juga menjadi konferensi pengumuman laba terakhir bagi Tim Cook sebagai CEO. John Ternus, yang akan menjabat mulai 1 September, kepada para analis menyatakan Apple melihat peluang besar di bidang AI.

Volume Meningkat dan RSI di 62 Menjaga Minat Pembeli

Sebelum guncangan dari panduan keuangan, grafik harian terlihat sangat bullish. AAPL hanya terkoreksi ringan dari rekor tertingginya di US$344,57, menjaga zona support baru di kisaran US$333. Area tersebut sebelumnya menjadi resistance pada pertengahan Juli sebelum akhirnya breakout, mencerminkan pola resistance yang beralih menjadi support.

Momen mendukung analisis itu. Relative Strength Index (RSI) harian berada di sekitar 62, hanya sedikit di bawah zona bullish yang kuat. Sementara itu, volume trading juga meningkat dalam beberapa sesi terakhir, menandakan partisipasi yang semakin besar. Kombinasi inilah yang mendorong lonjakan ke pencapaian valuasi US$5 triliun di awal pekan ini.

Grafik harian AAPL | Sumber: Tradingview

Jika pelemahan ini masih berlanjut, maka US$280 akan menjadi area krusial selanjutnya. Level ini pernah menahan harga pada bulan Februari dan juga menampung penurunan tajam di awal Juli.

Prediksi Harga AAPL Bergantung pada Zona US$315

Penurunan pasca-earnings kadang bisa pulih kembali jika tekanan jual mulai mereda. Jika pembeli bisa merebut kembali level US$315 dalam beberapa sesi mendatang, pola harga dengan higher high dan higher low tetap terjaga. Pulihnya zona US$333 akan membuka peluang AAPL kembali menguji rekor US$344,57, kira-kira 12% di atas harga pre-market saat ini.

Namun, jika gagal kembali ke US$315, penjual akan tetap memegang kendali dan membuka risiko turun ke US$280. Ini adalah koreksi terdalam sejak penurunan tajam di awal Juli.

Dua katalis bisa jadi penentu. Perjanjian pasokan memori jangka panjang dapat meredakan kekhawatiran margin yang membebani panduan lemah. Selain itu, peluncuran Siri versi terbaru pada musim gugur nanti bisa menghidupkan kembali optimisme AI yang sebelumnya telah disebut pada proyeksi bulan Juli sebagai pendorong utama reli harga.

Beberapa sesi ke depan tinggal menunggu jawaban satu pertanyaan: apakah pembeli akan berupaya menguji level US$315, ataukah gap pasca-laporan keuangan ini akan berkembang menjadi pembalikan tren yang lebih besar.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Komputasi kuantum mendekati terobosan komersial, kata CEO IBM

Selanjutnya

Pembelian Bitcoin BlackRock Bangkit Kembali saat Investor ETF Rugi 22%