Michael Burry, investor yang terkenal lewat The Big Short, mengatakan grafik Fannie Mae dan Freddie Mac sekarang menunjukkan saham yang tidak bernilai. Kurang dari setahun lalu, ia sempat mengungkapkan kepemilikan besar di dua raksasa hipotek ini.
Kedua perusahaan tersebut menopang sebagian besar kredit rumah di AS dan berada di bawah kendali pemerintah sejak krisis 2008. Saham mereka sempat melonjak tinggi setelah Donald Trump menang dalam pemilu 2024 karena pasar berspekulasi ia akan membebaskan perusahaan itu.
Sejauh Apa Saham Fannie dan Freddie Sudah Turun
Fannie Mae ditutup di US$1,39 pada Hari Pemilu 2024, menurut data Yahoo Finance. Harga sahamnya sempat memuncak di US$15,31 pada 11 September 2025 lalu turun, dan pada hari Jumat ditutup di US$4,04.

Kinerja Saham Federal National Mortgage Association (FNMA) | Sumber: Yahoo Finance
Disponsori

Disponsori
Itu artinya turun 74% dari harga tertinggi, memangkas sekitar 80% dari hasil reli pasca pemilu. Freddie Mac juga mengalami pola yang sama, dari US$1,20 ke US$14,15 lalu jatuh ke US$3,68.
Dalam newsletter hari Minggu, Burry menyampaikan bahwa kedua saham tersebut telah membentuk pola head-and-shoulders top, bentuk grafik yang biasanya dibaca trader sebagai sinyal akhir sebuah reli.
“Secara teknis, grafik itu memprediksi, saham ini tidak bernilai,” tulis Burry.
Burry juga menyebut ia telah mengambil langkah pada kedua saham ini pekan ini. Tapi arah transaksinya hanya bisa diakses lewat paywall miliknya. Pada Desember 2025, ia menuturkan kepada pembacanya bahwa ia memperkirakan pencatatan publik akan mendorong harga kedua saham lebih tinggi.
Mengapa Burry Menilai Pemegang Saham Umum Bisa Kehilangan 90%
Risikonya berasal dari bailout 2008 lalu. Treasury memiliki saham preferen senior, yaitu kelas saham yang wajib dibayar duluan sebelum pemegang saham biasa memperoleh apa pun. Tuntutan pembayaran Treasury ini makin besar setiap kuartal.
Merujuk pada harga saham serta komentar dari bank investasi KBW, Burry menyebut Wall Street kini makin yakin Treasury akan mengonversi kepemilikan tersebut menjadi saham biasa. Ia memperkirakan aksi itu akan memangkas porsi pemilik lama hingga setidaknya 90%.
New X article. This past week I made a move in both Fannie Mae & Freddie Mac. Both stocks have retraced essentially all their gains since Trumps election, and they put in a giant head-and-shoulders-and-elbows top for added emphasis. https://t.co/v3la5ffCUk
— Cassandra Unchained (@michaeljburry) October 11, 2026
Ia juga mengatakan musim panas ini menghantam hampir semua saham di luar sektor AI. Menurut pandangannya, jumlah saham yang ikut reli kini semakin sedikit dan mendekati level yang terakhir terjadi jelang tahun 2000.
Peringatan ini hadir setelah sebelumnya ia menyatakan bahwa valuasi Anthropic adalah sebuah bubble. Beberapa hari sebelumnya, dia juga menyebut saham-saham kini berada dalam penyangkalan, sama seperti sebelum crash tahun 2000 dan 2008, papar Burry.
Burry pernah menulis bahwa pemegang saham biasa membutuhkan dua hal: berakhirnya kendali pemerintah dan pengurangan tajam tuntutan Treasury. Kenyataannya, keduanya belum terjadi, dan semuanya sangat bergantung pada keputusan di Washington.

