Beberapa tahun lalu, strategi untuk sebuah wallet kripto itu sederhana. Daftarkan koin yang sedang dikejar banyak orang sebelum pesaing Anda melakukannya. Dukung token populer yang hanya Anda miliki, lalu pengguna akan datang ke Anda.
Tahun lalu, lebih dari 11,5 juta token mati, dan sebagian besar adalah meme coin. Siapapun bisa membuat token di platform seperti Pump.fun hanya dalam hitungan menit dengan biaya yang nyaris gratis.
Saat jumlah aset tidak terbatas dan mudah dibuang, serta semua token itu hanya tinggal satu integrasi saja, daftar aset yang panjang kini hanya menjadi hal biasa.
Jadi jika semua wallet kini bisa menyimpan koin yang sama, kenapa hanya beberapa yang menjadi nama besar sementara sebagian besar lainnya tidak pernah menemukan penggunanya?

Berapa Banyak Mata Uang Kripto Mati Antara 2021 dan 2025 | Sumber: CoinGeckoPenyimpanan Adalah Titik Awal Saja
Jawabannya terletak pada apa yang terjadi setelah koin masuk ke wallet. Dulu, penyimpanan adalah seluruh produk. Sekarang, ini hanya pintu masuk saja.
Setelah bertahun-tahun banyak exchange terpusat gagal, sebagian besar pengguna wallet kini lebih memilih pegang private key sendiri, dan mereka harap wallet non-custodial bisa melakukan semua hal yang biasa dilakukan exchange.
Sekarang orang ingin satu aplikasi untuk mengelola aset dari awal hingga akhir: beli dan jual, swap lintas chain, staking, hasilkan pendapatan dari stablecoin nganggur, serta bisa dipakai belanja dengan kartu. Hanya sedikit wallet yang langsung menghadirkan semuanya sekaligus, namun semuanya itu kini sudah harus masuk ke dalam roadmap.
D‘CENT memperlihatkan perubahan ini secara nyata, lebih baik dari sekadar presentasi. Awalnya, D’CENT adalah wallet hardware asal Korea Selatan. Fungsinya dulu hanya untuk “sekadar penyimpanan”, perangkat yang dibuat agar kunci privat tetap aman dan tidak ada fitur lain. Tapi, tim pengembang pun kemudian menemukan tantangan baru.
Pengguna hanya membiarkan asetnya mengendap. Jika mau melakukan apapun, mereka harus keluar dari D‘CENT. Karena itulah, D’CENT mengubah perangkat ini menjadi apa yang mereka sebut “action wallet”, dengan fasilitas swap bawaan, melalui integrasi API exchange ChangeNOW.
Dan hampir seketika, perubahannya langsung terlihat melalui data. Pada 2025, DCENT berhasilmelewati satu juta pengguna terdaftar, dengan lebih dari 40.000 pengguna aktif harian, serta penjualan perangkat hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.
A wallet that could hold 70+ chains, but couldnt swap them!
In 2021, @zelcore_io was scaling fast. Users could store assets across dozens of blockchains, but to trade they had to leave the wallet.
Building an exchange in-house meant KYC, AML, and licensing, which clashed with… pic.twitter.com/45TbAMRwhx
— ChangeNOW (@ChangeNOW) October 23, 2026
Stablecoin Menjadi Kebiasaan Harian
Stablecoin juga menunjukkan pola yang sama, bahkan lebih besar. Diam-diam, stablecoin menjadi satu-satunya kasus penggunaan yang benar-benar bertahan. Aktivitas transaksi stablecoin telah menembus triliunan US$ pada tahun 2025 dan mendekati nilai transaksi jaringan kartu lama.
Anda bisa mengirim satu dolar AS kurang dari satu detik dengan biaya di bawah satu sen. Wallet yang memudahkan pengguna untuk menyimpan, membelanjakan, dan mendapatkan hasil dari stablecoin adalah wallet yang akan menguasai penggunaan harian.
Inilah jembatan terbaik untuk orang-orang di luar ekosistem kripto, dan jadi tanda paling jelas ke mana arah pasar akan bergerak.
Kemudahan Penggunaan Menentukan Pemenang
Semua perkembangan ini tergantung pada kemudahan penggunaan wallet. Inilah arena pertarungan sebenarnya saat ini, namun kebanyakan pelaku industri masih sering gagal. Seed phrase membuat banyak orang takut. Memilih chain yang tepat juga sering membingungkan.
Abstraksi akun mulai mengatasi hal ini. Standar baru memungkinkan wallet menanggung biaya gas, membatch transaksi, dan menyembunyikan chain sepenuhnya sehingga terasa seperti aplikasi biasa.
MetaMask sekarang memudahkan Anda memberi izin terbatas pada dapp: misalnya mengizinkan pengeluaran hingga 10 USDC per hari, atau menjalankan strategi selama 30 hari dengan satu kali izin saja. Wallet yang bisa digunakan pendatang baru tanpa tutorial adalah yang akan berkembang pesat.
Pemenang Menghubungkan Bagian Tersulit
Wallet pengelola aset secara penuh adalah gabungan dari beberapa perusahaan sekaligus. Swap, staking, on-ramp dan off-ramp, kartu pembayaran, hingga routing lintas chain: masing-masing punya tantangan besar soal likuiditas dan kepatuhan. Jika harus membangun semuanya dari awal, semua tim pasti kehabisan waktu.
Hanya wallet terbesar yang bisa membangun sebagian dari fitur itu secara internal, dan bahkan mereka pun tetap membeli fitur lainnya dalam bentuk jadi—seperti exchange API untuk swap, atau program kartu untuk pembayaran.
Cake Wallet mengambil keputusan seperti itu sejak awal. Penggunanya beralih dari hanya punya satu aset ke banyak aset dan membutuhkan cara trading di dalam aplikasi.
Jika membangun engine exchange sendiri, tim mereka akan kehabisan sumber daya, jadi mereka memilih untuk integrasi API swap agar tim tetap fokus pada keamanan dan tampilan antarmuka.
Jumlah basis pengguna tumbuh 117 kali lipat, dari 15.000 download menjadi 1,75 juta pengguna, dengan 300.000 pengguna aktif bulanan.
ChangeNOW telah bekerja sama dengan wallet dari berbagai ukuran, dan para ahli mereka melihat pola yang jelas. Hanya wallet yang bergerak cepat dan membangun kemitraan kuat sejak awal yang bisa bertahan.
From 15K downloads to 1.75M users, Cake Wallet scaled with in-wallet swaps powered by the ChangeNOW API.
In this case study, ChangeNOW CBDO Yana Mar shows how lean infrastructure helped turn storage into action.
Penggunaan Menjadi Model Bisnis Sekarang
Sekarang semua orang tahu bahwa jumlah instalasi bisa dibeli, jadi kita lewati saja bagian itu. Perubahan yang sebenarnya adalah dari mana wallet mendapatkan uangnya.
Pada era hype, kamu bisa menghasilkan uang dari perhatian: jumlah instalasi, listing, coin of the week, dan lainnya. Sekarang, pendapatan datang dari apa yang benar-benar dilakukan orang: swap, arus stablecoin, staking, hingga belanja dengan kartu. Hal ini mengubah siapa yang jadi prioritas saat membangun produk.
Tim Trust Wallet lebih memprioritaskan persentase pengguna yang kembali, karena pengguna yang kembali adalah mereka yang melakukan transaksi. Penggunaan yang aktif dan mendalam menjadi fokus produk saat ini, dan keuntungan akan mengikuti hal tersebut.
Wallet Pemenang Berikutnya
Generasi berikutnya dari wallet aset kripto yang sukses kemungkinan besar akan ditentukan oleh seberapa sering orang menggunakannya, bukan seberapa banyak token yang didukung.
Artinya, harus memudahkan transaksi sehari-hari, menjaga pengguna tetap di dalam aplikasi, dan mencari cara yang berkelanjutan untuk menghasilkan pendapatan dari aktivitas tersebut.
Layanan seperti ChangeNOW exchange API memberikan salah satu solusi bagi pengembang wallet untuk menambahkan fitur-fitur tersebut tanpa perlu membangun infrastruktur sendiri.
Sebab listing token makin kurang menarik, wallet yang benar-benar memudahkan penggunaan aset kripto punya peluang lebih besar untuk mempertahankan penggunanya. Di tengah pasar yang makin ramai, keunggulan itu bisa menjadi hal paling penting.

