Guncangan suku bunga Jepang semakin dalam pada hari Selasa. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 30 tahun mendekati rekor tertingginya di 4,205%, yang terakhir diuji pada Mei lalu. Sementara itu, obligasi tenor 10 tahun menyentuh angka 3% untuk pertama kalinya sejak tahun 1996.
Kenaikan suku bunga sendiri sebenarnya bukanlah kejutan. Pasar sudah hampir sepenuhnya memprediksi langkah tersebut pada bulan September. Tapi, yang tidak ada yang duga adalah Washington secara terbuka menuntutnya, dan pasar obligasi tetap saja goyah.
Performa JP30Y | Sumber: TradingView
Disponsori
Disponsori
Mengapa Guncangan Suku Bunga Jepang Menjangkau Pasar Global
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, bertemu dengan Menteri Keuangan Satsuki Katayama dan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda dalam pertemuan keuangan Group of 20 (G20) di Asheville, North Carolina. Ia menekankan pentingnya kenaikan suku bunga dan menuntut rencana fiskal yang lebih jelas.
“Saya punya informasi yang tidak dimiliki pasar, dan menurut saya, pemerintah Jepang serta BOJ akan melakukan hal yang bisa menguatkan yen,” ujar Bessent.
Sebagian besar kurva imbal hasil Jepang turun tajam, di mana obligasi tenor dua tahun mencetak level tertinggi dalam 31 tahun terakhir, dan membuat biaya carry trade yen yang selama satu generasi nyaris nol, kini meningkat tajam.
Where is Bessent? Japan is in trouble.
Rates are surging while the yen is falling:
– Yen at a 40 year low
– JP10Y yield at a 30 year high
– Inflation near a 30 year high
If Bessent doesnt want Japan dumping USTs, he better prepare for the next intervention.
We all dont own… pic.twitter.com/LZzx3t4P0W
— Lukas Ekwueme (@ekwufinance) September 1, 2026
Disponsori
Disponsori
Anggaran Jepang sendiri sudah memperhitungkan suku bunga jangka panjang di kisaran 3% saat menghitung biaya pembayaran utang, sehingga biaya pinjaman Jepang yang meningkat saat ini benar-benar menguji perhitungan tersebut.
Pasar obligasi tenor panjang lainnya juga bergerak naik. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris 10 tahun menyentuh 5,23%, level tertinggi sejak 2008, dan Treasuri AS 10 tahun mencapai 4,78%. Sementara itu, harga minyak Brent naik di atas US$92 per barel.
Tidak semua orang menganggap penurunan harga obligasi ini hanya soal kebijakan moneter. Takahide Kiuchi, eks anggota dewan BOJ yang kini di Nomura Research Institute, menilai angka 3% sebagai penilaian pasar atas kebijakan belanja di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi.
“Kenaikan ke 3 persen adalah pesan dari pasar yang, sampai titik tertentu, bisa memaksa Takaichi untuk mengoreksi sebagian kebijakan fiskal ekspansifnya,” terang Financial Times mengutip Kiuchi.
Apa Arti Penguatan Yen terhadap Bitcoin
Bertahun-tahun peminjaman yen dengan bunga nyaris nol telah mendanai taruhan berisiko di saham, obligasi, dan aset kripto. Kenaikan suku bunga Jepang kini membuat pembiayaan tersebut jadi lebih mahal.
Bank for International Settlements mencatat, pinjaman yen ke non-bank di luar Jepang mendekati US$250 miliar pada Maret 2024, dan klaim lintas batas yen di pusat offshore sekitar US$500 miliar. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa ukuran sebenarnya sulit diukur dengan pasti.
The current estimated size of the yen carry trade may be as high as $500 billion compared to $250 billion in August of 2024, when a 6% rally in the yen caused a global financial shock. The $500 bln may not take into account the amount of leverage added to that total today.
— ron insana (@rinsana) August 1, 2026
Saat peristiwa itu terjadi, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sempat anjlok hingga 20% selama likuidasi di Agustus 2024, ketika margin call memaksa trader untuk melikuidasi posisi di berbagai kelas aset.
Performa Harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: TradingView
Meski begitu, nilai tukar yen belum berhasil reli. Dolar bertahan di kisaran 159,75 yen pada hari Senin, masih di bawah ambang 160 yang meningkatkan peluang intervensi pembelian yen.
Pertahanan yen Jepang yang terus melemah tak lagi mampu menjadi penyangga sejak aksi bersama terakhir dengan Washington pada 31 Juli lalu.
Bagi para pejabat, batas penting ada di angka 160, namun bagi Bitcoin pemicunya bukan pada level, melainkan kecepatan. Sebab, laju apresiasi pada 2024 ini adalah pergerakan mata uang satu hari tercepat yang pernah diteliti oleh BIS, dan itulah yang membuat pasar terguncang.
Keputusan BOJ akan diambil pada 18 September, dengan pasar memperkirakan langkah kenaikan seperempat poin menjadi 1,25%. Panduan Ueda setelahnya bisa jadi akan lebih berdampak ke aset kripto dibandingkan kenaikan suku bunganya sendiri.

