Harga XRP diperdagangkan di dekat US$1,40, turun sekitar 8% dalam sepekan terakhir dan 11% di bawah level tertinggi pada 23 September.
Meskipun begitu, para holder XRP tidak buru-buru menjual. Koin terus keluar dari exchange, dan pembeli ETF yang masih mengalami kerugian tetap menambah kepemilikan.
Disponsori

Disponsori
Arus Keluar dari Exchange Masih Tetap Stabil
Exchange Net Position Change dari Glassnode memantau berapa banyak XRP yang keluar atau masuk ke exchange dalam 30 hari terakhir. Jika nilainya negatif, artinya lebih banyak koin keluar daripada yang masuk.
Pada sekitar 25 September, saat harga XRP mendekati US$1,57, metrik ini menunjukkan sekitar −1,53 miliar XRP. Pada 8 Oktober, ketika harga XRP mendekati US$1,38, angkanya menjadi −1,58 miliar XRP.

Perubahan Posisi Bersih XRP di Exchange | Sumber: Glassnode
Jadi, arus keluar tetap stabil walaupun harga turun. Jika holder buru-buru menjual, jumlah deposit akan melonjak dan angka tersebut akan mendekati nol. Hal ini tidak terjadi, yang berarti kebanyakan holder memilih bertahan.
Pembeli fund juga menunjukkan kesabaran serupa.
Disponsori

Disponsori
Pembeli ETF Masih Merugi tapi Tetap Menambah
Sejak diluncurkan, investor telah mengalirkan dana sebesar US$1,80 miliar ke exchange-traded fund (ETF) XRP spot, menurut data ETF SoSoValue. Inflow bahkan mencapai rekor tahun 2026 pada Agustus. Dana tersebut digunakan fund untuk membeli XRP.
Saat ini, harga XRP berada di bawah harga beli mayoritas investor. Jadi pada 8 Oktober, nilai XRP yang mereka miliki hanya US$1,56 miliar, kira-kira 13% lebih rendah dari dana yang sudah masuk. Di Canary XRPC, selisihnya sekitar 31%, dengan nilai aset US$335,7 juta dibandingkan nilai inflow sebesar US$486,8 juta.

Pembeli ETF XRP Masih Merugi, tapi Terus Membeli | Sumber: BeInCrypto
Pembeli yang sedang merugi biasanya melepas aset saat harga turun. Tapi, tidak dengan mereka ini. Sejak 18 September, fund hanya mencatat satu hari arus keluar, yaitu penarikan US$3,28 juta pada 2 Oktober. Bahkan pada 8 Oktober, ketika harga XRP turun ke US$1,32 di tengah kepanikan pasar kripto minggu ini, ETF XRPZ dari Franklin masih mencatat inflow sebesar US$8,17 juta.
Jumlah inflow melambat sejak akhir September namun masih tetap positif. Dalam 30 hari terakhir, fund hanya menambah kurang dari 100 juta XRP. Jadi, mayoritas dari 1,58 miliar XRP yang keluar dari exchange dipindahkan oleh pihak lain di luar fund.
Grafik di atas menunjukkan di mana kesabaran ini akan diuji.
Level Harga XRP yang Akan Menguji Kesabaran Ini
Harga XRP cenderung menurun sejak menyentuh puncaknya di kisaran US$1,70 pada 22 Agustus, setelah reli 28% di bulan Agustus. Pada rebound bulan September, kenaikan terhenti di level US$1,65.
Pada 8 Oktober, harga XRP sempat turun di bawah US$1,37 yang merupakan level Fibonacci 0,618, tapi kemudian berhasil ditutup kembali di atasnya. Arus keluar yang konsisten dan pembelian ETF mungkin membantu harga naik kembali dengan cepat.

Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView
Jika harga tetap di atas US$1,37, potensi naik ke US$1,43 dan US$1,48 bisa tetap terbuka. Jika bisa menembus US$1,66 lalu US$1,70, tren lower high akan terhenti.
Penutupan harian di bawah US$1,37, lalu turun lagi di bawah US$1,30, bisa membuat holder yang sabar akhirnya memilih menjual. Kondisi itu bisa membawa harga ke US$1,20, bahkan ke US$0,92 jika pasar lebih melemah.
Pendapat Analis: Para holder dan pembeli ETF sudah rela menghadapi penurunan mingguan sebesar 8% tanpa melakukan aksi jual. US$1,37 menjadi batas antara potensi rebound ke US$1,48 dengan penurunan lanjutan yang berisiko bikin mereka akhirnya menyerah.

