Saham sektor kesehatan mencatatkan kuartal terbaik mereka sejauh ini, dan UBS mengatakan reli ini masih berpotensi berlanjut. Presiden Trump menambah sembilan perusahaan farmasi lagi ke dalam kesepakatan harga obatnya pada hari Senin.
Michael Yee, kepala global riset ekuitas bioteknologi UBS, mengungkapkan kepada CNBC bahwa kenaikan ini terjadi berkat banyak kemenangan besar dalam uji klinis. Ia juga menuturkan bahwa kesepakatan harga obat yang baru telah meredakan kecemasan terkait kemungkinan tindakan keras terhadap industri ini secara lebih luas.
Sembilan Kesepakatan Baru
Trump mengumumkan sembilan kesepakatan baru itu di Gedung Putih pada hari Senin. Ia menegaskan, seluruh kesepakatan harga yang dicapai selama setahun terakhir akan menghemat lebih dari US$600 miliar bagi masyarakat Amerika.
Sembilan perusahaan tambahan tersebut kebanyakan adalah produsen obat berukuran menengah, seperti Alcon, Astellas Pharma, dan Teva Pharmaceuticals. Perusahaan-perusahaan itu sepakat mengalokasikan total US$19,6 miliar untuk produksi di Amerika Serikat, menurut fakta sheet dari Gedung Putih.
Mereka juga setuju menyediakan obat-obatan mereka ke seluruh program Medicaid di setiap negara bagian dengan harga diskon.
Disponsori
Disponsori
Gedung Putih menyatakan bahwa sudah ada 17 perusahaan yang bergabung dalam kerangka harga ini selama setahun terakhir.
“Dengan pengumuman hari ini, kini ada 26 perusahaan yang mewakili 90% dari pasar farmasi domestik, dan 10% sisanya juga akan bergabung. Mereka tidak punya pilihan lain.”
Presiden Trump, via CBS News
ETF SPDR S&P Biotech, XBI, sudah naik 80% dalam 12 bulan terakhir. Pertumbuhan itu melampaui sebagian besar sektor ekuitas lainnya.
Saham bioteknologi dan kesehatan terus naik. | Sumber: Trading View
Yee menuturkan bahwa kesepakatan harga ini terbukti tidak seberat yang dikhawatirkan, serta telah menghilangkan salah satu sumber ketidakpastian utama bagi sektor ini.
Merck dan Revolution Medicines Memimpin Pergerakan
Yee menyebut Merck sebagai salah satu saham favoritnya. Vaksin melanoma milik perusahaan ini, yang dikembangkan bersama Moderna, berhasil mencapai target utama dalam uji klinis berskala besar. Studi ini melibatkan lebih dari 1.100 pasien dan hasilnya diumumkan pada 19 Agustus.
Ia juga menyoroti antibody-drug conjugate milik Merck, sacituzumab tirumotecan. Obat ini memberikan hasil positif dalam uji klinis kanker paru-paru awal tahun ini, dan sekarang sedang diuji di 17 studi tahap akhir lainnya.
Revolution Medicines juga menjadi nama yang Yee soroti. Food and Drug Administration telah menyetujui obat kanker pankreas daraxonrasib milik perusahaan itu pada 26 Agustus. Terapi ini terbukti hampir melipatgandakan median masa hidup pasien pada uji tahap akhir dibandingkan kemoterapi.
Yee juga menyebutkan Bristol Myers Squibb. UBS memberikan rating Beli untuk saham ini dan memperkirakan akan ada beberapa hasil uji klinis tahap akhir sebelum akhir tahun. Faktor-faktor ini bisa membantu menutupi penurunan pendapatan akibat habisnya hak paten.
Yee menjelaskan bahwa perusahaan farmasi sedang duduk di atas tumpukan kas terbesar sepanjang sejarah. Mereka kini mendorong lebih banyak dana ke riset dan pengembangan setelah harga saham murah selama beberapa tahun terakhir. Valuasi masih belum kemahalan, dan tekanan regulasi dari Washington sudah mulai mereda. Yee pun menilai, kenaikan yang sekarang ini lebih mirip sebagai awal revaluasi jangka panjang dibanding sekadar pantulan sesaat.

