Nike Price Forecast: Bisakah NKE Pulih setelah Menjadi Saham Terburuk di Dow?

Ikhtisar:Saham Nike turun sekitar 40% pada tahun 2026. Lihat prediksi harga NKE terbaru, target Wall Street, dan apakah sahamnya bisa pulih pada tahun 2027.

Saham Nike telah mengalami salah satu penurunan terdalam dalam beberapa tahun terakhir, dengan NKE turun sekitar 40% di tahun 2026 dan menjadi saham dengan performa terburuk di Dow Jones Industrial Average. Saham Nike ditutup pada hari Jumat di harga US$38,40, sehingga raksasa pakaian olahraga ini hanya memiliki kapitalisasi pasar US$56,97 miliar, turun drastis dari sekitar US$264 miliar pada akhir 2021.

Pelepasan saham besar-besaran ini menciptakan situasi yang tidak biasa untuk prediksi harga Nike. Rata-rata target harga 12 bulan dari Wall Street ada di kisaran US$50,46, yang berarti ada potensi kenaikan sekitar 31%, meskipun konsensus secara umum Netral.

Di saat yang sama, JPMorgan dan Truist baru-baru ini menurunkan ekspektasi mereka, Nike mempersiapkan diri keluar dari S&P 100, dan lemahnya penjualan di Cina serta jalur direct-to-consumer terus mempersulit upaya pemulihan dari CEO Elliott Hill.

Harga Saham Nike Sepanjang Tahun 2026 | Sumber: Google Finance

Saham Nike Murah, Tapi Wall Street Tetap Berhati-Hati

Penurunan sebesar 40% membuat valuasi saham Nike berubah drastis. Saham ini sekarang diperdagangkan sekitar 18 kali laba tahun lalu, dibandingkan sekitar 31 kali pada tahun fiskal 2022. Rasio harga terhadap penjualannya bahkan turun lebih tajam, dari sekitar 4,0 menjadi sekitar 1,2.

Rasio ini membuat NKE terlihat murah jika dibandingkan dengan catatan sejarah dalam beberapa tahun terakhir. Tapi, valuasi rendah belum tentu berarti harga saham sudah menyentuh titik terendah.

Investor masih berusaha menilai seberapa besar tekanan pada laba yang akan dihadapi Nike, sebelum proses pemulihannya benar-benar menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

JPMorgan juga ikut menambah kekhawatiran tersebut pada bulan Agustus dengan menurunkan peringkat Nike menjadi Underweight dan memotong target harganya menjadi US$40. Bank tersebut memperingatkan bahwa efek keuangan dari strategi “Win Now” Hill dapat menekan laba hingga tahun fiskal 2028, sementara reset di Greater China bisa menyebabkan tekanan pendapatan tahunan lebih dari US$1 miliar.

Truist juga menurunkan peringkatnya dan memangkas target harga Nike menjadi US$42. Tren penjualan sepatu yang lebih lemah di Dicks Sporting Goods ikut menambah kekhawatiran bahwa upaya pemulihan Nike bisa membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan investor sebelumnya.

Hal itu membuat ada kesenjangan besar antara pandangan umum Wall Street dengan analis yang lebih berhati-hati. Rata-rata target di US$50,46 menunjukkan potensi pemulihan yang cukup besar, tapi penurunan peringkat baru-baru ini menandakan investor mungkin butuh bukti yang lebih jelas terhadap perbaikan penjualan dan margin sebelum memberikan valuasi lebih tinggi pada NKE.

Analis Masih Terbagi Terkait Target Harga Nike | Sumber: TipRanks

Keluar dari S&P 100 Menunjukkan Seberapa Jauh Nike Telah Turun

Penurunan harga saham Nike juga mengubah posisinya di antara perusahaan terbesar Amerika. S&P Dow Jones Indices akan mengeluarkan Nike dari S&P 100 pada 21 September, saat perusahaan teknologi seperti Dell, Palo Alto Networks, Arista Networks, dan SanDisk masuk ke dalam indeks tersebut.

Nike Sangat Tertinggal Dibanding Dow di 2026 | Sumber: Yahoo Finance

Pemindahan ini memang tidak secara langsung mengubah bisnis inti Nike, tetapi menyoroti besarnya kerugian nilai pasar perusahaan tersebut.

Saat ini, NKE turun sekitar 78% dari rekor tertinggi pada November 2021, dan kapitalisasi pasarnya, sekitar US$57 miliar, hanya sebagian kecil dari puncaknya dulu.

Bisnis Nike Lebih Bertahan Dibanding Harga Sahamnya

Penurunan harga saham Nike sebesar 40% tidak diikuti oleh penurunan bisnis dasarnya secara setara. Pendapatan tahun fiskal 2026 tercatat sebesar US$46,4 miliar, yang nyaris stagnan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Ada tanda-tanda bahwa strategi Elliott Hill mengubah komposisi penjualan Nike. Pendapatan grosir meningkat 6%, yang mencerminkan upaya membangun kembali hubungan dengan retailer setelah sebelumnya perusahaan lebih fokus pada distribusi direct-to-consumer.

Namun, pendapatan Nike Direct turun 6%, sedangkan penjualan digital turun 12%.

Perbedaan ini menjelaskan kenapa proses pemulihan masih sulit dievaluasi. Kinerja grosir yang membaik menunjukkan Nike sedang memperbaiki bagian penting dari jaringan distribusinya, tapi lemahnya penjualan di jalur sendiri memperlihatkan permintaan konsumen yang masih belum stabil.

Cina juga menjadi tantangan besar lainnya. Kelemahan sebelumnya di kawasan tersebut sudah membebani hasil Nike, dan JPMorgan memperkirakan reset di Greater China akan memberikan tekanan pendapatan tahunan lebih dari US$1 miliar.

Nike is now the worst-performing sports brand of the decade.

While $NKE crashed 78% since 2021, wiping out $220,000,000,000 in value…

Adidas just posted the best quarter in company history, pulling in a record €6,700,000,000 in revenue.

— Ted (@TedPillows) September 8, 2026

Sampai pasar itu stabil, performa yang lebih kuat di wilayah lain mungkin belum cukup untuk menghasilkan pemulihan laba yang meyakinkan.

Tantangan seperti ini bukan hanya dialami Nike saja. Lululemon juga turun sekitar 52% sepanjang tahun ini karena lemahnya penjualan celana legging dan tekanan pangsa pasar.

Prediksi Harga Nike dari CoinCodex

Menurut analis dari CoinCodex, harga NKE bisa tetap tertekan sampai akhir 2026 sebelum mulai pulih sebagian pada awal 2027. Rata-rata proyeksi harga di bulan September ada di sekitar US$32,51, sementara bulan Oktober menjadi periode terlemah dalam waktu dekat, dengan proyeksi rata-rata hanya US$30,18 dan potensi terendah di US$28,85.

Prospek harga mulai membaik menuju akhir tahun, dengan rata-rata bulan November naik ke US$35,19 dan Desember mencapai US$37,14. Meski begitu, harga tertinggi di bulan Desember sebesar US$38,98 masih membuat Nike mendekati harga saham saat ini sebesar US$38,40.

Prediksi menjadi lebih optimistis di awal 2027. Proyeksi rata-rata harga di bulan Januari sebesar US$41,78 dengan potensi tertinggi di US$42,78. Sementara di bulan Februari, target tertinggi naik ke US$43,07.

Rata-rata harga tetap berada di sekitar US$40 hingga April. Hal ini menunjukkan CoinCodex memprediksi pemulihan pada awal tahun, namun belum cukup untuk mencapai target rata-rata analis Wall Street sebesar US$50,46. Perbedaan ini cukup mencolok karena konsensus analis menyiratkan potensi kenaikan sekitar 31%, sedangkan prediksi berbasis algoritma memperkirakan pemulihan yang jauh lebih terbatas.

Kemudian, momentum kembali melemah pada paruh kedua periode prediksi. Rata-rata harga turun dari US$39,06 di bulan Mei menjadi US$36,35 di Juni dan US$36,01 di Juli, lalu menurun lagi ke US$34,99 di Agustus.

Pada bulan September 2027, CoinCodex memperkirakan rata-rata harga NKE di US$31,80 dengan kemungkinan terendah di US$29,76. Secara umum, prediksi harga Nike menunjukkan adanya pemulihan sementara, bukan pembalikan tren yang berkelanjutan, dengan periode terkuat terjadi pada awal 2027 sebelum kembali melemah di sisa tahun tersebut.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

ETF yang Dibuat untuk Bertaruh terhadap Harga XRP Punya Tanggal Peluncuran Baru

Selanjutnya

Pasar Perumahan AS Sedang Breakout. Akankah Ini Berdampak pada Harga Saham dan Bitcoin?