Laporan keuangan big tech hadir minggu ini, dengan Microsoft, Alphabet, dan Amazon akan merilis laporan kuartalan mereka.
Pada kuartal terbaru mereka, Google Cloud tumbuh 82%, Azure naik 42%, dan Amazon Web Services (AWS) meningkat 37%, sementara ketiganya juga mengeluarkan banyak biaya untuk infrastruktur AI.
Microsoft dan Alphabet akan melaporkan pada hari Rabu, beberapa jam setelah The Fed mengumumkan keputusan suku bunga pada pukul 14.00 Waktu Bagian Timur (ET). Amazon menyusul pada hari Kamis.
Disponsori

Disponsori
Azure Milik Microsoft Dihadapkan Target Pertumbuhan 45%
Microsoft akan merilis laporan setelah penutupan pasar pada Rabu, 28 Oktober, untuk periode kuartal pertama tahun fiskal 2027 mereka.
- Analis memperkirakan laba per saham (EPS) sebesar US$4,71, naik dari US$4,13 pada tahun sebelumnya, menurut ChartRow.
- Konsensus pendapatan adalah US$90,63 miliar, naik dari US$77,67 miliar dibanding tahun sebelumnya, menurut MarketBeat.
- Harga saham naik 15,0% setelah laporan Juli, ketika EPS US$4,74 mengalahkan estimasi US$4,21.
Pada bulan September, Microsoft beralih ke struktur dua segmen baru dan menuliskan ulang Azure sebagai lini pendapatan tersendiri. Berdasarkan angka yang sudah diperbarui, Azure tumbuh 42% menjadi US$29,42 miliar di kuartal Juni.
Pada kuartal ini, Microsoft memberi panduan target pertumbuhan Azure sebesar 44% hingga 45% dalam mata uang konstan. Microsoft juga memperkirakan belanja modal di atas US$50 miliar.
Analis Goldman Sachs, Gabriela Borges, ujar bahwa Microsoft kini lebih mengontrol berbagai faktor dalam rencana belanja modalnya, sehingga mereka punya fleksibilitas. Ia juga memperkirakan investor akan fokus pada ekonomi unit Azure serta imbal hasil modal yang diinvestasikan.
Kenaikan di bulan Juli mematahkan tren penurunan sebelumnya. Harga saham Microsoft sebelumnya turun setiap kali rilis laporan tiga kali berturut-turut, meski semuanya melampaui perkiraan. Saham ditutup di US$524,51 pada Jumat, naik 8,5% di tahun 2026.

Performa Saham Microsoft (MSFT) | Sumber: Google Finance
Disponsori
Disponsori
Laporan Performa Cemerlang Alphabet di Juli Tetap Membuat Saham Turun
Alphabet akan merilis laporan keuangannya pada malam yang sama, dengan paparan konferensi pada pukul 16.30 ET.
- Analis memperkirakan EPS sebesar US$2,94, naik dari US$2,87 setahun sebelumnya, menurut ChartRow.
- Konsensus pendapatan adalah US$127,92 miliar, naik dari US$102,35 miliar setahun lalu, menurut MarketBeat.
- Harga saham turun 7,1% setelah laporan bulan Juli, sekalipun EPS sebesar US$9,11 jauh melebihi estimasi US$2,88.
Angka EPS tersebut lebih dari tiga kali estimasi, tapi harga saham tetap turun. Estimasi EPS terkini sebesar US$2,94 hampir sama dengan angka tahun lalu US$2,87, sehingga analis nampaknya tidak memperkirakan pengulangan performa luar biasa.
Pendapatan kuartal kedua naik 24,2% menjadi US$119,8 miliar, dengan Google Cloud melonjak 82% menjadi US$24,8 miliar. Pengeluaran modal di kuartal yang sama mencapai US$44,9 miliar, sehingga free cash flow menjadi negatif US$5,9 miliar. Pada bulan Juli, Alphabet juga menaikkan panduan belanja modal untuk 2026 jadi antara US$195 miliar dan US$205 miliar.
Analis Goldman Sachs, Eric Sheridan, tutur bahwa kekhawatiran investor berpusat pada pertumbuhan pendapatan Search. Kekhawatiran lain yaitu belum ada peluncuran agen AI untuk konsumen secara resmi sampai saat ini.
Ia tetap melihat model AI Alphabet, Google Cloud, dan aplikasi konsumen sebagai kemungkinan pendorong, dan masih memasukkan saham Alphabet ke daftar beli pilihan Goldman.
Saham ditutup di US$320,21 pada Jumat, naik 2,3% di tahun 2026, terkecil di antara ketiga perusahaan ini.

Performa Saham Alphabet (GOOGL) | Sumber: Google FinanceAWS Cetak Pertumbuhan Kuartal Tercepat dalam Beberapa Tahun Terakhir
Amazon akan menutup pekan di hari Kamis, 29 Oktober, dengan laporan yang dirilis setelah pasar tutup.
- Analis memperkirakan EPS sebesar US$2,01, naik dari US$1,95 tahun sebelumnya, menurut ChartRow.
- Konsensus pendapatan adalah US$202,16 miliar, meningkat dari US$180,17 miliar tahun lalu, menurut MarketBeat.
- Harga saham naik 15,3% setelah laporan bulan Juli, saat EPS US$1,88 melampaui estimasi US$1,83.
Penjualan AWS naik 37% menjadi US$42,2 miliar di kuartal kedua, menandai pertumbuhan tercepat sejak akhir 2021. Seorang analis yang dikutip oleh Benzinga menempatkan konsensus pertumbuhan AWS di kuartal ini sebesar 38%, sambil memperkirakan angka 43% hingga 45%.
Pertumbuhan ini diikuti oleh rencana belanja yang lebih besar. Pada bulan Juli, Amazon menaikkan perkiraan belanja modal tahun 2026 menjadi sekitar US$220 miliar dari US$200 miliar. Belanja modal kuartal kedua mencapai US$54,2 miliar, naik dari US$32,1 miliar tahun sebelumnya.
CEO Andy Jassy mengatakan bahkan jumlah tersebut pun belum mencukupi untuk memenuhi seluruh permintaan tahun ini. Pengeluaran ini mendorong arus kas bebas selama dua belas bulan terakhir menjadi negatif US$7,6 miliar. Amazon juga mengumumkan penjualan obligasi senilai US$25 miliar di bulan Juli, sebagian untuk mendanai belanja AI.
Amazon memberikan proyeksi pendapatan kuartal ketiga antara US$197 miliar hingga US$202 miliar. Konsensus pendapatan sedikit di atas batas teratas kisaran tersebut.
EPS GAAP Amazon di bulan Juli sebesar US$5,75 termasuk pendapatan sebelum pajak sebesar US$53,4 miliar, yang sebagian besar berasal dari kepemilikan saham di Anthropic. Laba utama Amazon bisa berubah-ubah karena keuntungan investasi seperti itu.
Saham perusahaan ditutup pada harga US$248,00 pada hari Jumat, naik 7,4% sepanjang tahun 2026.

Kinerja Saham Amazon (AMZN) | Sumber: Google Finance
Pengeluaran AI dalam skala besar ini berdampak juga di luar para pemegang saham tiga perusahaan tersebut. Moodys memperkirakan belanja modal di sektor ini bisa mencapai US$785 miliar pada tahun 2026 dan hampir US$1 triliun pada tahun 2027. Penerbitan utang perusahaan hyperscaler berjalan di kisaran US$175 miliar tahun ini, dari rata-rata lima tahun sebesar US$30 miliar.
Ketiga saham ini tertinggal dari S&P 500, yang telah naik lebih dari 11% tahun ini, menurut CNBC. Pada kuartal terakhir, tiga bisnis cloud tersebut tumbuh antara 37% hingga 82%. Laporan minggu ini akan menunjukkan apakah laju itu masih bertahan seiring dengan pengeluaran yang terus naik.

