dilansir dari: newsbtc
Menghadapi sejumlah tantangan serius, dari polusi udara hingga perubahan iklim, planet ini terpengaruh dengan banyak cara negatif yang berdampak pada kesehatan kita dan masa depan planet kita.
Di seluruh dunia, orang menjadi lebih sadar akan masalah ini. Semakin banyak orang bekerja untuk menemukan solusi untuk setiap masalah ini, tetapi ada area di mana teknologi blockchain dapat membuat perbedaan besar: lingkungan.
Fight Climate ChangeBlockchain memiliki potensi untuk membantu memerangi perubahan iklim, dengan cara selain menyumbang secara ketat untuk amal.
Misalnya, Koalisi Blockchain meluncurkan token kredit karbon yang dapat diperdagangkan yang dapat memungkinkan partisipasi yang lebih luas di pasar karbon dan memberi investor paparan kelas aset baru. Jenis inovasi ini dapat mengurangi emisi CO2 di semua sektor dan meningkatkan kualitas udara di kota-kota di mana tingkat polusi sangat tinggi.
Manfaat menggunakan blockchain untuk melindungi lingkungan lebih dari sekadar membantu orang merasa senang menyumbangkan uang mereka untuk tujuan yang berharga. Blockchain juga dapat membantu menyelamatkan planet ini dengan mempermudah perusahaan melacak dampaknya terhadap lingkungan.
Perkembangan alami dari memberi kembali ke melindungi alam adalah menemukan cara untuk melacak dampak Anda untuk membuat perubahan di tempat yang paling penting: dalam organisasi dan industri Anda.
Memberi Insentif Daur Ulang dan Mengurangi LimbahLebih lanjut, blockchain telah digunakan untuk memberi insentif dan melacak daur ulang, dengan perusahaan rintisan seperti Plastic Bank. Plastic Bank menggunakan blockchain untuk memastikan transparansi dalam mendaur ulang, melacak, dan memonetisasi koleksi 1 miliar botol plastik yang menakjubkan.
Plastik adalah masalah lingkungan yang sangat besar, dan menggunakan blockchain untuk melacak dan mendorong daur ulang dapat sangat membantu mengurangi masalah ini.
Selain memperbaiki lingkungan, blockchain juga dapat membantu mengurangi pemborosan. Dengan metode pengiriman makanan saat ini, misalnya, hampir setengah dari makanan yang diproduksi di AS tidak pernah dimakan.
Ini berarti bahwa untuk memenuhi permintaan pangan global, kita harus meningkatkan produksi secara dramatis. Hal ini tidak hanya membutuhkan lebih banyak lahan dan sumber daya alam, tetapi juga berarti peningkatan polusi dari kemasan.
Blockchain memiliki potensi untuk mengurangi makanan yang terbuang dengan mengoptimalkan manajemen rantai pasokan. Faktanya, IBM melaporkan bahwa alat rantai pasokan berbasis blockchain dapat mengurangi kehilangan dan pemborosan makanan hingga $ 120 miliar per tahun.
Pada akhirnya, sementara blockchain memiliki beberapa masalah sendiri untuk dipecahkan, terutama dalam hal efisiensi mekanisme konsensus, ini ditangani dengan antusias.
Sementara itu, teknologi berbasis blockchain digunakan dalam berbagai cara untuk membentuk masa depan Bumi, mulai dari kontribusi amal berbasis NFT hingga pelacakan sampah plastik atau bahkan mengoptimalkan rantai pasokan makanan.

